Kemarin adalah pertamakalinya adik-adik Penggalang PGDA terlibat dalam kegiatan di masjid, menjadi panitya qurban.
Ngga nyangka juga, adik-adik ini ternyata sangat dapat diandalkan.

Mereka membantu sejak dari pengelompokan daging qurban, memasukkannya dalam kantong plastik sampai selesai membagikan nya.

Beberapa pengurus masjid mengatakan,” Alhamdulillah, ada anak-anak pramuka yang membantu. Kegiatan qurban tahun ini jadi lebih tertib pelaksanaannya dibanding tahun-tahun yang lalu.”
Selama beberapa tahun masjid Al Mukhlishun ini berdiri memang belum terbentuk remaja masjid nya. Agak sulit memang ‘menarik’ remaja-remaja ini untuk ‘masuk’ ke masjid karena komunitasnya belum terbentuk. Tapi kemarin itu, meski cuma 5 anak yang bisa datang membantu, terasa sekali suasana yang berbeda ketika ada remaja yang bergabung menjadi panitya qurban.
Insya Allah pengalaman kemarin bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang akan terbawa sampai mereka dewasa kelak ya. Amin.
Ada beberapa cerita dari Idul Adha kemarin.
Bagas ( 9 tahun ) salah satu pemimpin barung siaga, mengambil sendiri uang tabungannya sebesar Rp. 800.000 dari ATM. Waktu bundanya tanya untuk apa uangnya itu. Bagas bilang bahwa dia ingin berqurban tahun ini. Subhanallah..
Hari itu Bagas dengan sabar menunggui kambingnya yang menunggu giliran untuk disembelih. Tapi Bagas menunggu lama kok kambingnya ngga disembelih juga ?
Rupanya ternyata panitya mengira “Pak Bagas” nya belum datang untuk menyaksikan qurbannya disembelih…
Adik-adik Penggalang yang bertugas menerima kupon dan membagikan daging qurban melihat sendiri bagaimana ‘crowded’ nya para penerima qurban yang susah bener disuruh tertib mengantri. Sampai Insan berkomentar “ Katanya orang Islam, tapi kok ngga bisa ngantri !”
Alhamdulillah, kegiatan qurban kemarin berlangsung lancar dan tertib tidak ada kerusuhan.