pramuka's posts with tag: peduli lingkungan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag peduli lingkungan
Blog Entry[ jurnal siaga ] Mengolah sampah organikFeb 18, '08 3:18 PM
for everyone

Sesudah anak-anak siaga belajar memilah-milah sampah organik dan nonorganik, mereka juga belajar bagaimana mengolah sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan keranjang Takakura.

Kulit buah jeruk, pisang dan duku dibagikan kepada masing-masing barung untuk dipotong kecil2 supaya mikroba yang membantu kita mengubah sampah organik menjadi kompos lebih mudah memakannya.

Bisa dengan pisau, dengan gunting atau ‘disuwir-suwir’ dengan tangan.

Kemudian, kompos yang sudah ada di dalam keranjang Takakura diaduk-aduk dulu sebelum dimasukkan sampah baru.

Waaahhh…mengaduk-aduk kompos saja sudah menarik dan bisa bikin mereka rebutan ! Ayoo…gantian, semua boleh mencoba mengaduk

Sesudah diaduk, masing-masing barung memasukkan sampah organic yang sudah dipotong kecil2, lalu diaduk lagi sampai semua tertutup kompos.

Ternyata kegiatan mengompos itu bisa jadi kegiatan yang menyenangkan lho..
“Asyik..asyik, bunda…aku mau lagi motong2 sampah"

Dan tentu saja mereka penasaran, karena prosesnya memang belum selesai..
"Bundaaa…nanti minggu depan aku mau dong liat komposnya udah jadi apa belum ya, bunda"

Sebelum pulang, bunda mengingatkan anak-anak untuk memilah sampah di rumahnya dan mengajak semua anggota keluarganya untuk memilah sampahnya juga..

Hmmm…kegiatan berikutnya apa ya ? pasti menyenangkan kalau belajar berkebun..
Sesuai salah satu point di SKU siaga : dapat memelihara 1 jenis tanaman yang berguna selama 2 bulan


Blog Entry[ jurnal siaga ] Melatih kepedulian lingkunganFeb 14, '08 10:31 PM
for everyone

Perkembangan jumlah sampah sementara ini menjadi persoalan serius di banyak wilayah perkotaan, dan semakin berat lagi di kemudian hari kalau sejak sekarang tidak dilakukan perubahan pola pengelolaannya.

Sampah rumah tangga adalah penyumbang terbesar dari sampah perkotaan.
Tidak terkecuali anak-anakpun menjadi penyumbang sampah.

Kepedulian terhadap lingkungan memang harus diajarkan sejak kecil. Dan itu tidak cukup hanya dengan mengajarkan “Buang sampah di tempat sampah ya, nak”

Salah satu usaha kami, pembina siaga pramuka griya depok asri, adalah memberi wawasan mengenai sampah kepada anak-anak peserta didik kami.

Dimulai dengan penyediaan 2 tong sampah untuk sampah organic dan non organic di depan sanggar pramuka yang digambar dan dihias sendiri oleh mereka.



Tong sampah untuk sampah organik diberi gambar tanaman dan buah2an


Tong sampah untuk sampah non-organik diberi gambar botol dan kotak susu.

Apakah mereka sudah mengerti apa itu sampah organik dan apa itu sampah non organik ?Lalu kenapa harus dipisah-pisahkan ? Lalu diapakan lagi sesudah dipisah-pisahkan ? Apa itu kompos ? Apa kegunaan kompos ?

Coba kita ikuti ‘diskusi’ kami dengan mereka…

Hari ini anak-anak mendapat tugas untuk membawa sampah rumahnya.

Beberapa anak membawa 1 kantong plastic ‘kresek’ berisi sampah.

 

Isi kantong plastiknya ada macam2 : kertas, botol plastic, kaleng susu, plastic bungkus makanan, kulit duku, daun2 kering…semuanya bercampur, dan sudah mulai dikerubuti lalat…

 

Bagaimana ekspresi mereka waktu melihat sampah itu ?

Hiiiiii…jijiiiikkkkk….

 

Bunda ‘membongkar’ kantong sampah mereka, dan mengajak mereka memilah-milah sampahnya, mana yang termasuk sampah organik, mana yang sampah non organik. Sebagian besar anak sudah bisa memilah, karena memang beberapa anak sudah diajarkan di sekolah dan mereka belajar juga sewaktu menggambar tong sampah.

 

“Kalian tau ngga kemana perginya sampah2 ini ?”

”Dibawa sama petugas kebersihan, bundaa..”

“Dibawa kemana ?”

“Kemana ya ? engga tau deh, bunda…”

“Ngga tau ? yuk, kita jalan2 sebentar..”

 

Bunda membawa mereka jalan2 ke tempat pembuangan sampah sementara di dalam kompleks. Di sepanjang perjalanan yg hanya berjarak beberapa meter saja sudah banyak sekali sampah berserakan. Sampai di TPS sampah, mereka melihat betapa mengerikannya tumpukan sampah itu…baunya menyengat, kotor, menjijikkan dan penuh lalat, sampah organik dan non organik bercampur baur menjadi satu tumpukan sampah.

Dan bunda juga mengingatkan kalau mereka juga ‘berkontribusi’ membuat tumpukan sampah itu !

 

Di sana, kami juga berdiskusi..kenapa sampah jadi bau ?

 

Kami mengajak mereka ‘berkhayal’, “Kalau masing2 anak membuang 1 kantong plastic, 1 perindukan siaga saja sudah akan menjadi tumpukan, bagaimana kalau ada ratusan rumah menyumbang 1 kantong plastic sampah juga ? Mengerikan kan…tumpukan itu akan menjadi sangat tinggi dan berat sekali…sampai saking beratnya bisa longsor dan menimbun rumah2 di sekitarnya..!! "

 

Okay, lalu apa yang bisa kita lakukan ?

 

Allah sudah menciptakan system ini demikian sempurna. Sampah seharusnya tidak menjadi masalah kalau dikelola dengan benar. Hari ini anak-anak siaga belajar bahwa sampah organik yang mereka hasilkan dari rumahnya spt kulit jeruk, kulit pisang, kulit duku, bahkan tissue pun bisa ditahan di rumah, diolah jadi kompos, dikembalikan lagi ke tanah dan bermanfaat karena menyuburkan tanaman. 

 

Sampah2 non organik nya spt botol2 plastik dll bisa disedekahkan ke pemulung, atau didaurulang. Selain itu, kita juga harus mengurangi pemakaian plastik, krn sampah plastik kalau dibuang, masih akan tetap menjadi plastik sampai ratusan tahun lagi !

 

Nah, kalau kita membuang sampah dengan ‘benar’ seperti itu, maka tumpukan sampah di TPS akan jadi semakin berkurang…lingkungan pun jadi bersih…

 

Selanjutnya..ikuti bagaimana Siaga belajar mengolah sampah organik menjadi kompos..!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help