pramuka's posts with tag: outing

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag outing
Blog Entry[ jurnal siaga ] Menulis testimoni Jan 14, '08 10:24 PM
for everyone

Kebanyakan anak-anak sulit menuangkan isi pikirannya lewat tulisan, krn belum terlatih. 
Biasanya mereka sudah 'pasang badan' duluan..."Aku ngga bisa nulis !" atau "Aku ngga bisa nggambar !"

Di pramuka ngga ada kata "ngga bisa" karena "Siaga itu berani dan tidak putus asa" 
Jadi harus dicoba dulu ya !

Kemarin, bunda mencoba memotivasi adik-adik siaga untuk menulis kesan-kesan mereka waktu berpetualang ke 99 trees.

Beberapa anak sempat 'bengong' dulu ngga tau musti nulis apa..
tapi beberapa anak sudah langsung menulis...

Ini dia hasilnya...persis seperti yang tertulis tanpa melalui proses editing

Siapa yang ternyata senang masak ? Siapa yang senang menangkap ikan ? Siapa yang ngga suka naik sampan ? Siapa yang bisa menjelaskan apa itu kampung 99 pepohonan ?

Faza kelas 1 SD, barung Putih...
“ yang senang nangkep ikan, yang senang naik perahu, yang senang ambil bayem, yang senang nanem pohon”

Fida kelas 2 SD, barung Putih...
“Aku waktu minggu lalu pergi ke Kampung Rusa di sana aku nangkep ikan nanem pohon dan naik sampan terus aku dikasih bayem sama ikan”

Kalau Shafa kelas 1 SD, barung Putih menulis lebih panjang...
“ Aku hari minggu kemaren aku ke Kampung 99 pepohonan / Kampung rusa, Pertama di sana bu Santi menjelaskan kampung 99 pepohonan, Lalu menyabut bayam sebanyak 40 buah, Lalu naik perahu lo , Lalu menangkap ikan di sana , Lalu aku mandi bareng-bareng sama Nadira, Aku dan Fida, Lalu masak bayam dan ikannya, Lalu makan siang di sana lo  Lalu pulang deh. Tamat”

Bagas kelas 4 SD, Pemimpin Barung Merah...
“Aku suka & senang ke Kampung Rusa. Aku ingin ke Kampung Rusa lagi bersama-sama temanku. Aku sampai sana langsung ke rumah panggung dan aku dikasih snak dan dijelaskan bagaimana di Kampung Rusa dulunya di Kampung Rusa gak ada pohon . Na terus ditanam terus aku juga menanam pohon. Abis itu manen bayam. Abis itu naik sampan. Abis itu nangkap ikan. Aku paling suka nangkap ikan. Abis itu aku disiram air. Aku masak. Abis itu makan. Dan dikasih ikan dan bayam.

 

Ahdan kelas 4 SD, barung Kuning

“Aku senang di Kampung Rusa. Pertama, aku dijelaskan dulu kampung rusa seperti apa. Dulu Kampung Rusa pada tahun 2005 tanahnya gersang sampai suhunya 41 derajat celcius. Aku menanam pohon nangka. Terus aku ngasih makan rusa juga ada kambing. Makanan rusa adalah daun. Terus aku manen bayam. Terus aku naik sampan sama TPI. Aku nangkap ikan 4 kabur 2. Terus aku mandi. Aku mandi duluan. Terus aku masak bayam dan ikan. Aku tugasnya niup api. Terus aku salat zuhur. Terus aku makan ikan dan bayam. Terus aku dikasih ikan dan bayam.

 

Raihan kelas 4 SD, Pemimpin Barung Kuning

"Pada tanggal 6 Januari hari Minggu saya dan anggota saya pergi bersama anggota saya. Pertama semuanya berkumpul jam 7 di lapangan, sehabis semuanya berkumpul kami berdoa bersama dan sehabis berdoa semuanya masuk mobil yang ditunjuk lalu semuanya langsung berangkat waktu berangkat cepat sekali, sesudah sampai kami berjalan menuju sebuah rumah dan kami langsung bertemu pemilik kampung rusa kami dijelaskan sejarah kampung ini dulu kampung ini tidak ada pepohonan lalu ada orang yang peduli terhadap kampung ini yang bernama bagas dia menanam 10 pohon setiap hari lalu kami keluar dari rumah kami diajak menanam pohon pohonnya sudah disiapkan sesudah itu kami diajak lagi memanen bayam semuanya harus memetik 40 bayam

Lalu kami diajak naik sampan lalu kami menangkap ikan dengan tangan

Bagi kami itu sangat menyenangkan lalu kami mandi dan lalu makan siang

Sehabis makan siang kami akan pulang dan diberi oleh-oleh sesudah itu kami sudah sampai di depok

 

Ilham kelas 4 SD, Pemimpin Barung Hijau

Disana, seru sekali ! Dan, hal yang paling menyenangkan adalah saat memasak. Dan yang menegangkan adalah menaiki perahu sampan. Soalnya keseringan tidak seimbang.




Agsa kelas 2 SD, barung Kuning...

"Aku senang sekali pergi ke kampung rusa. Di sana aku masuk rumah panggung di sana aku menanam pohon. Setelah itu aku kasih makan rusa. Setelah itu aku naik sampan setelah itu aku nangkep ikan setelah nangkep ikan mandi badai "

 

Shidiq kelas 5 SD, barung Merah...
"Pada hari Minggu, tg 6 Januari aku dan anggota Pramuka Griya Depok Asri berangkat ke Kampung Rusa pukul 07.45 kami sampai di kampung rusa pukul 08.20 Kami lalu berjalan hingga ke saung, mengambil snack dan memakan snack. Lalu kami memperkenalkan diri masing-masing. Kami lalu menanam pohon. Saat itu, kami diliput oleh kru TPI. Sialnya saat menanam pohon, reporter TPI malah mengambil lubang di dekat lubangku. Padahal, lubangku dekat dengan lubang Raihan."

Ihsan kelas 3 SD, barung Hijau...
"Aku pergi ke kampung rusa tanggal 6 Januari 2008. Jam 07.00. Aku hanya berdua bersama Ilham. Sampai di sana aku bertemu sama B.Santi lalu aku masuk ke rumah panggung. Lalu aku dijelaskan kenapa namanya kampong 99 pepohonan. Lalu aku menanam pohon setelah itu aku mencabut bayam. Aku balik ke kandang rusa aku kaget karena ada rusa yang mendekat. Karena aku memegang daun. Lalu aku menangkap ikan. Lalu mandi bareng dan memasak. Aku makan nasi/siang dulu. Lalu aku pulang. Tapi aku dikasih ikan dan bayam."


...lanjutan dari bagian 1...

akhirnya mobil kak widodo dan pak sigit sampai juga di lokasi, mungkin berbeda sampai 1 jam dengan yang lainnya.

jam sudah menunjukkan sekitar pk. 20.00 waktu anak-anak selesai makan semua dan dipanggil berkumpul untuk diberi pengarahan sama kak Udi, gimana cara turun bukitnya dan gimana pembagian tendanya.


jalanan menuruni bukit gelap dan licin karena habis hujan...

anak-anak siaga...duh, keliatannya kok masih 'imuut' semua...Shafa & Dira peserta termuda bahkan baru mau masuk SD ...sementara tiap anak rata2 bawa tas lebih dari 1...tas punggung, tas pinggang, dan sleeping bag...

kira-kira bisa ngga yaaaa ??

kak Udi pesan, siaga bawa barang sekuatnya, sisanya ditinggal aja ! biar nanti dibawain..jadilah anak-anak berangkat jalan turun ke camp area bareng semua, sementara barang-barang yang buanyak bangedddd itu diturunin sama bapak-bapak dan kakak2 penegak.

ternyata BISA !! Mereka sampai 4 kali bolak balik naik turun bukit untuk nurunin barang !! 
wah, saluuut deh sama kakak2 penegak dan para bapaks !!

Sampai di bawah, tenda2 mulai didirikan...untunglah anak-anak penggalang udah latian ngediriin tenda jadi bisa lebih cepet.

jam 9 malem, 9 tenda sudah berdiri..

anak-anak siaga putra ceria di dalam tendanya :
Shidiq, Ihsan, Ilham, Fadhil dan Dimas

Api Unggun

api unggun mulai dinyalain sama kak Udi, kak Widodo & kak Edie.
ayoooo, api unggun dimulaiiiii....sayang beberapa anak siaga putri sudah tidur di tenda...

"Mari berjalan-jalan...haiiii...lingkar-lingkaran...haiiii..." ayo cari sahabattt...lingkaran limaaa !!nah lho...ada yang ngga kebagian temen deh.... dan dihukum untuk menulis namanya pakai...pinggulllll....hihi...lutju deh jadinya gaya goyang pinggulnya...

Daffa lagi 'nulis' namanya pakai pinggul, ini huruf...AAAAA...

Acara api unggun diisi dengan acara yang udah disiapin setiap regu. Regu Kancil menyiapkan acara drama 'horor' Suster Ngesot, Regu Cobra acara spontan Sulap...Suliiiiipppp....dan Regu Garuda acara spontan nyanyi Disco Lazy Time...ditambah lagi nyanyi bareng lagu "Surgamu" nya Ungu....waaaah, hebat...kreatif-kreatif semua deh...

Karena waktu udah menunjukkan jam 10 malam, acara api unggun ditutup dan anak-anak disuruh tidur...

Sementara itu para pembina ( kak Udi, kak Lita, kak Widodo ), pak Tri, pak Sigit, kakak2 penegak ( kak Budi, kak Azis dan kak Faqih ) dibantu teman2 dari path finder ( kak Edie, kak Sandra, kak Hotma dan kak Ferry ) menyiapkan acara 'rahasia' jurid malam. Udah ngga rahasia lagi deng, karena anak-anak ternyata udah pada tau smua...hehe...

Tapi anak-anak penggalang ngga pada bisa tidur...semua duduk2 di deket api unggun, cerita-cerita dan makan pop mie....ini saat-saat paling asik nih kalo camping...

Tiba-tiba...

anak-anak penggalang cowok heboh..."Hiiiiii....itu kok pohon pisangnya goyang-goyang ???"

padahal di belakang pohon pisang itu ada pohong pisang lagi, tapi kok ngga goyang-goyang ? hiiiii....sereeeemmmmmm....

Jurid Malam

Nah, ini dia acara yg ditunggu-tunggu !! kedengerannya ini acara yang menegangkan, jalan-jalan malem-malem ngga tau bakal ketemu apa di tiap pos. Anak-anak udah berpikir kalau jurit malam itu = jurig ( hantu ) malam...hehehe...

jam 1 pagi, anak-anak dibangunin...."Bangun...banguunnn....!!!!"

sayang, beberapa anak siaga putra dan putri ngga berhasil dibangunin...ya sutralah...tapi sebagian besar anak bisa bangun dan antusias ngikutin acara jurid malam...

Ada 4 pos yang harus dilewati anak-anak...nyebrang sungai, jalan di pematang sawah dari pos ke pos di tengah malam buta ternyata menghasilkan cerita-cerita seru...

Bagas siaga teladan selalu siap membantu teman-temannya

cerita 1 :

Ada anak penggalang yg tanya sama kak Udi : "Kak, kalau nanti ketemu genderuwo gimana ?"
Kak Udi ( geli, tapi tetep nyantai ) : "Ya...liatin aja genderuwo nya...( *halah* genderuwo kayak apa juga ngga tau gimana bentuknya ya...)"
Penggalang : "Trus, kalo genderuwo nya nggangguin kita gimana, kak ?"
Kak Udi :"Yaaa...bilang aja sama genderuwonya..'hei, sesama makhluk Allah jangan saling mengganggu ya...'"....

cerita 2 :

Dimas & Fadhil emang anak-anak cerdas, bisa ngakalin kakak-kakak nya...
Karena jurid malam nya ngga pakai tanda jejak, mereka cuma dikasih tau aja...
"Abis dari sini, kalian terus ikuti jalan ini, lalu belok kanan ya..."
Dimas sempet jalan...trus dia teriak "Kaaaak, jalannya bener kesini ya, kak ?"
"Iyaa, benerrrr..." trussss...jalan dikit lagi, dia teriak lagi....
"Kaakkk....ini bener ya beloknya ke kanan ??"
Si kakak nyamperin Dimas untuk nunjukkin jalannya...
eh, si Dimas malah...kabuuurrrr....lah, yg penting kan udah ada si kakak yg nemenin dia jalan sampai di situ...hehehe...dasarrrr....

cerita 3 :

Ilham udah setengah ngantuk waktu sampai di Pos 3. Di sini dia dan barungnya dapat tugas untuk 'nyebrangin' kambing, serigala dan rumput, nah, tapiii...susahnya, perahunya cuma bisa muat 1 'benda' aja sekali jalan... 

Kak Edie : "Contoh....serigalanya disebrangin duluan...abis itu apa yang disebrangin ??"

Ilham : "SAPI !!"

Haa ? Sapii ? darimana sapinya muncul ya ?

***

Ada banyak lagi cerita dan kesan-kesan anak-anak waktu jurid malam ini. Jurid malam memang katanya jadi acara terseru nya anak-anak..mereka bangga pula waktu sendal-sendal nya pada ilang di sawah..( lah, sendal ilang kok ya malah bangga ya...haha...)

Bundanya Shafa malah ngga nyangka kalau Shafa bisa ikutan jurid malam... 
Shafa jadi peserta termuda yang ikut jurid malam...hebat deh...

Jam udah menunjukkan jam 3 pagi waktu acara jurid malam selesai...
semua kembali ke api unggun, makan jagung bakar yg udah disiapin sama mas Tikno, dan minum teh hangat yang disiapin bunda Ita & bunda Lilik...

Sekitar jam 4 pagi...ngga kerasa...camp tiba-tiba jadi sepiii....beberapa anak malah bergeletakan tidur di depan api unggun.

Icha dan Shafa tertidur nyenyak di depan api unggun

Tinggal Fidha dan Nadira yang bangun karena semalem udah tidur, ngga ikut api unggun dan jurid malam...

"Kok kita bangun, yang lain semua tidurr ???"

- bersambung -
siap-siap jalan ke air terjuuunnn....!!


 < Aduh, maaf...kak admin tidak sempat menulis lanjutan cerita ke air terjunnya
...>


Blog EntryCatatan camping ke Cidahu ( jaman sms ), bag 1Jul 4, '07 1:07 PM
for everyone

Horeeee...akhirnya, hari yang udah sebulan ditunggu-tunggu sampai juga...

Hari Sabtu, 30 Juni 2007
Sekitar pk.14.30

Lokasi di sekitar Cibinong, pasukan peserta camping berjumlah total 40 orang berangkat dengan 7 mobil pribadi yang di'awak'i kak Udi, kak Widodo, pak Tri, pak Cosmas, pak Ahmad, pak Sigit dan pak Indra.

Suasana perjalanan mirip banget seperti perjalanan waktu berangkat camping pertama. Hujan deressss banged bikin deg-degan dan mikir "gimanaa yaaa keadaan di tempat camping nanti ?"

Yaa...berdoa aja, semoga ngga ada halangan selama perjalanan dan selama camping.

Perjalanan awalnya cukup lancar dan kak Udi memutuskan untuk ngga usah berhenti shalat ashar di perjalanan. Jadi sms 1 dikirim ke 6 mobil lain "Tidak berhenti untuk shalat ashar, langsung menuju batu tapak. Sampai ketemu di sana"

Tapi ternyata....

Macet di tengah perjalanan, jadi sms 2 dikirim "Bersiap-siap berhenti untuk shalat ashar di masjid terdekat, mohon ikuti mobil pak Tri" 

Tapi....lah kok ternyata macetnya macet total.....  dikabarin sama pak Ahmad, bunda Ita dan bunda Lilik di depan katanya ternyata ada truk tabrakan dengan sedan dan terguling menutup setengah badan jalan, sementara waktu untuk shalat ashar sudah mendekati habis , dan perjalanan sudah meleset 2 jam dari jadwal...akhirnya dikirim lah sms 3 "Berhenti untuk shalat ashar masing-masing, dan lanjutkan perjalanan ke batu tapak"

Dan sms plan B dikirim ke bunda Ita "sampai di lokasi, makan langsung disiapkan di kantin saja" ( tadinya plan A makan disiapkan di lokasi perkemahan di bawah bukit ), dijawab oleh bunda Ita "apa boleh bawa makanan sendiri makan di kantin ? itu yang akan aku tanya"   Wah, bunda Ita emang musti diacungin jempol nih, karena menjunjung tinggi etika.

Sekitar pk. 18.30 ( delay 2 jam dari waktu yang diperkirakan )

Mobil bunda Ita dan bunda Lilik sudah sampai duluan di lokasi. Seperti rencana, bunda Ita minta ijin ke pemilik camp area untuk pinjem kantin untuk makan...dan ternyata dijawab "Monggo...monggo...silakan.." hehe, bu Herni dan pak Julius itu memang ramaah banged orangnya...

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di lokasi, perjalanan survey yang cuma menghabiskan waktu 2 jam, ternyata ditempuh dalam waktu 4 jam ! kayaknya lain kali kalau survey musti pakai jam yang sama kali yaaa, biar lebih akurat ngukur waktunya...

Ok....sebagian besar mobil sudah sampai, anak-anak juga sudah pada makan, teman-teman dari Pathfinder juga sudah sampai, tapi kita masih nunggu mobil pak Sigit dan kak Widodo yang belum nyampe.

Sementara nunggu, kak Udi menginstruksikan supaya barang-barang yang dibawa dikumpulkan di halaman.

- bersambung -
hari udah gelap, sementara lokasi perkemahan kita ada 30 m di bawah bukit, dan barang yang harus diturunin banyak banged...gimana nih ??


Blog EntryCamping ke Cibodas ( Tamat )May 29, '07 9:08 AM
for everyone
Bagian terakhir dari 3 bagian

Acara pagi ini agak meleset dari jadwal semula karena anak-anak baru tidur jam 3 pagi…
Jadi rencana mau masak-masak mie bareng anak-anak untuk sarapan dibatalkan, kak Udi memutuskan untuk cari sarapan keluar sambil jemput Dimas dan kak Budi dari villa.

Kak Udi dan aku menitipkan anak-anak ke ayah bunda Lui sementara kami ‘ngebut’ cari sarapan…Jam sudah menunjukkan pk 7 pagi waktu kami sampai di camp lagi.
Anak-anak sudah menunggu dan kelaparan..
Hmmmm…kayaknya udara dingin membuat perut keroncongan mulu ya..
Ayah bunda Lui menemukan ‘harta karun’ snack dan roti yang ngga ketauan siapa pemiliknya untuk dimakan bareng buat ngganjel perut..
( kayaknya anak-anak ngga packing barang2 bawaannya sendiri kali ya sampai ngga tau apa aja bawaannya…qqqq )

Selesai sarapan, kami semua berangkat ke camp pathfinder.
Perbekalan dan baju kering dibawain sama kak Udi dan ayah Lui.

Petualangan dimulai...

Tantangan 1 memanjat 'dinding' sungai..

Tantangan 2 masuk ke air terjun...

Sesudah dijeburin...brrrr...airnya dingiiinn bangeet...

Ternyata anak-anak belum puas dengan petualangan hari ini, dan minta nyebrang sungai lagi. Namanya anak-anak emang balik lagi ke basicnya…doyan banget main air !
Apalagi ngeliat air sungai yang jernih…waaaa….ngga tahan buat nyemplung lah..

Judulnya sih nyebrang sungai, tapi sesudah sampai ke sebrang dan disuruh naik ke darat…adaaa aja alesannya…


“Kak, sandalnya ketinggalan di sebrang sana…diambil dulu yaaaa….”
( padahal sih ada jembatan buat nyebrang, tapi kok ya balik lagi lewat sungai buat ngambil sandal nya…)

“Ayo naik…naik…!”
Ngga ada yang ‘denger’ ? Bimo mengaku denger sih, cuma kan masih asik, dia bilang.
Cuma Rizki satu-satunya yang naik ke darat, tapi cuma untuk bilang “Masih boleh nambah 5 menit lagi ngga ?”
Hehe…ya udah…
“5 menit lagi !!!!”

Kak Sheila, kak Edi, dan kak Fredy yang nemenin anak-anak pamit disini karena mereka ada acara pelantikan pembina pathfinder.

Akhirnyaaaa….anak-anak mau juga diajak 'mentas'…
Mereka kagum dengan kejernihan air sungai.
Baru nyadar, bahwa seharusnya kalau sungai itu dijaga kebersihannya, ngga jadi tempat sampah raksasa, akan seperti ini jadinya..

Kami semua pulang menuju camp pramuka.
Anak-anak ganti baju di camp, dan bersiap-siap untuk dilantik.

Pelantikan Calon Anggota Pramuka

Rasa syukur, haru dan bangga bercampur aduk ketika anak-anak siaga dan penggalang mengucapkan janji Dwi Satya dan Tri Satya dengan sepenuh hati.

Sebagian anak-anak ini sebenarnya sudah ikut ekskul pramuka di sekolahnya. Tapi berhenti, karena menurut mereka kegiatan pramuka itu ngga menarik dan membosankan.
Ada juga yang hanya pakai seragam pramuka setiap hari sabtu di sekolahnya, jadi memang sudah punya dasi pramuka.

Tapi mereka mengakui bahwa dasi merah putih yang dipakaikan sekarang, sesudah melewati berbagai macam rintangan dalam kebersamaan…survive di tengah hujan deras, jurit malam, memanjat dinding dan berbasah-basah di air terjun...ternyata memberi nilai yang berbeda.

Ada kebanggaan menjadi anggota pramuka, dan sesudah mengalami ini semua mereka melihat pramuka sekarang dengan ‘kacamata’ yang berbeda..
Dasi merah putih ini ngga dilepas-lepas sampai di rumah sesuai pesan kak Udi..

Ya, dimana lagi anak-anak bisa belajar life skills dan memupuk rasa nasionalisme mereka selain menjadi pramuka ?

Jam 10 pagi, kami membereskan camp dan bersiap-siap untuk pulang.
Teman-teman pathfinder datang untuk berpamitan dan berfoto bersama.


Alhamdulillah…
Berkat dukungan dari semuanya…tokoh masyarakat dan ‘sesepuh’ di griya depok asri, para orangtua, teman-teman pathfinder, dan juga doa dari sahabat-sahabat blogger, acara peresmian kegiatan pramuka masyarakat pertama di kota Depok berjalan dengan lancar dan sukses…

Terimakasih banyak ya, temans..
Semoga kegiatan ini bisa berjalan, berkembang terus dan bisa memberikan manfaat untuk generasi muda kita ya...amin…

Waktu aku sampai di depok lagi..
Anak-anak sudah menunggu di pelataran masjid.
Farah dan Litya menyambutku dengan semangat “tante Lita, ayoooo, kapan kita camping lagii ? Tapi di tempat yang lain lagi yaaaa..”

Memang ngga kedengeran lagi “Agh, tau gini aku ngga bakalan mau ikutan camping !!”

Baca juga :
Camping ke Cibodas ( Bag 1 )
Camping ke Cibodas ( Bag 2 )

*ditulis bunda Lita di Housewife's Life sebelum blog ini dibuat


Blog EntryCamping ke Cibodas ( Bag 2 )May 29, '07 9:07 AM
for everyone

Cerita ini sambungan dari cerita sebelumnya.
Lebih seru bacanya kalau ngikutin dari awal cerita.
Jadi disarankan untuk baca cerita
“Camping (part 1)” nya dulu ya

Jaket, jilbab, celana jeans dan tasku sudah basah semua..
Aku ngga tau kapan aku membuka jas hujanku, aku cuma ingat aku membuka jas hujanku untuk dipakai Lui waktu dievakuasi.

Sampai di camp, aku masuk ke tenda anak perempuan..

Anak perempuan yang ikut cuma 2 orang tapi hebat2 !
Mereka menunggu-nunggu aku, kedinginan, karena jaket dan jas hujannya juga basah waktu bantuin mendirikan tenda, dan cuma punya baju kaos ganti tangan pendek...

Farah (12) bawa sleeping bag tapi basah, Litya (10) malah ngga bawa selimut dan sleeping bag karena mamanya bilang ngga usah...ngeberatin aja...

Untungnya aku bawa kantongplastik sampah ekstra large cukup banyak, bisa dipakai untuk mengalasi.

Aku keluar lagi cari selimut untuk Farah dan Litya di backpack mas Udi yang disimpan di salah satu tenda anak cowoq. Di sana, anak-anak cowoq lagi pada bete karena belum ngantuk dan ngga tau mau ngapain..

Tapi Agsa dan Raihan (9) sudah bersiap-siap mau tidur.
“Agsa bawa selimut ?”
“Bawa, ada di tas”
Aku bongkar tasnya...ketemu sama selimut “Bob the builder”
Tapi...lhooo..apa ini ? Kok ada obat puyer ? Agsa sakit ?
“Iya, sakit batuk pilek. Tapi udah mau sembuh.”
Ya ya ya aku jadi inget, bundanya Agsa bilang, Agsa masih minum obat waktu mau berangkat..
“Kalo gitu Agsa minum obat dulu yaa..”
Jadi aku kasih obat untuk Agsa dulu dibantu sama Raka (12) yang meracik obatnya..

Lagi-lagi aku takjub dengan anak-anak ini.
Mereka sangat mandiri, ngga cengeng, ngga manja, dan peduli dengan orang lain.

Sesudah beres, aku balik ke tenda anak perempuan bawa selimut..
Mulai deh perutku terasa kruyuk-kruyuk kelaparan..
Aku makan ditemenin Farah dan Litya yang mengaku sudah menghabiskan nasi bungkusnya yang berisi nasi, ayam bakar dan lalap daun singkong, tapi ternyata masih laper juga...hehe..kan masih pertumbuhaann..

Alhamdulillah...
Kemudahan 1 : akhirnya hujan mulai reda, udara mulai terasa enak..
Sebagian anak malah sudah tidur nyenyak di dalam tenda, termasuk Farah dan Litya yang tadi sesudah makan aku suruh “berselimut berdua jangan dibuka2 supaya hangat”

Ngga lama..
Kemudahan 2 : kakak2 pathfinder kak Sheila, kak Sandra, kak Edi dan kak Fredi ngajak api unggun di camp mereka.
Waaahhhh, senangnyaaa...semua langsung semangat !
Yaaa...apalagi yang ditunggu kalau camping kalau bukan api unggun !
Anak-anak (kecuali Bagas (8), Rizki (11), Farah dan Litya yang sudah pada tidur susah dibangunin..hehe) langsung berangkat ke camp pathfinder di pinggir danau.

Aku nunggu mas Udi balik dulu dari villa.
Tapi ngga lama sih, pas mereka berangkat, mas Udi muncul bawa jagung..
Basah, dan kelaparan ngajak cari makan mie di warung...hehe...

Surprise !!
Sesaat sesudah anak-anak berangkat.
Muncul Lui dianter ayah bundanya dalam kondisi sehat…segar bugar…dan ceria !
“Kami paksa dia balik kesini”, kata ortunya…

Api Unggun

Kami semua langsung berangkat menyusul ke tempat api unggun menenteng jagung..
Sampai di sana ‘say hi’ sama teman2 pathfinder yang lain.
( Kalau ngga salah ada 17 anggota pathfinder yang sedang camping disana )
Lui langsung bergabung dengan teman2nya.

Nyanyi lagu standar 'Pak Gendut'...ada yang inget lagunya ngga ?
Sool sol fa mi sol do re mi mi mi re do
Pak Gendut punya tahi lalat gede 3x
Di atas hidung nyaa...

Trus gimana kalau dihilangkan satu persatu kata nya tinggal…”pak…tahi…nya…”
Haha…anak-anak mulai seneng dan ceria…

Mas Udi yang kelaparan ngajak cari makan di warung terdekat..hehe..perkemahan cibodas mah enak, banyak warungnya…Ortunya Lui diajak juga tapi menolak karena sudah makan katanya.

Waktu lagi nunggu pesenan mie rebus, bandrek dan kopi, ortunya Lui bergabung, katanya mereka ‘diusir’ sama Lui dari sekitar api unggun…haha…
Habislah 3 mangkok mie rebus, 4 gelas bandrek, dan 8 pisang goreng plus bala-bala hangat sambil cerita-cerita inget pengalaman waktu camping jadul…

Sesudah acara api unggun sebenarnya ada acara jurit malam.
Tapi berhubung jam sudah menunjukkan jam 12 malam waktu acara api unggun selesai, mas Udi memutuskan untuk membatalkan acara jurit malam.

Tapi apa reaksi anak2 waktu denger mau ada jurit malam ?
“JURIT MALAM ?? MAUUU DONG…MAU DOONG!!”
Hehe….*enthusiasmmodeon*

Kami semua balik dulu ke camp pramuka..
Anak-anak yang tadi tidur ketinggalan acara api unggun dibangunin untuk jurit malam.
Agsa bingung, antara pengen ikut tapi udah ngantuk. Tadi dia sempat menikmati acara api unggun, dan sempat minta dihukum waktu bikin kesalahan dalam permainan..:))
Akhirnya mau juga dibujuk untuk tinggal di tenda sama mas Tikno.

Camp kami masih gelap dan dingin…
Mas Udi memutuskan untuk bikin api unggun juga di camp kami.
Tapi gimana nih ? mas Udi dan aku harus ikut jaga pos di jurit malam.

Kemudahan 3 :
ada ayah bunda Lui yang mantan ‘camper’ di sini, bisa minta tolong ayah Lui untuk bikin api unggun…

Jurit Malam

Jam 1 pagi, kakak2 pathfinder sudah datang ke camp pramuka untuk memandu acara jurit malam

Anak-anak dibagi dalam 3 kelompok..
Bawa senter, celana digulung selutut, pakai sandal jepit, mencari jejak, melintasi sungai (konon 'menghabiskan' 5 pasang sandal hanyut di sungai) , mendapat tugas sederhana di 3 pos yang dilewati..

Sampai di pos kami, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab, salah satunya..
“Menurut kalian, apa manfaat jurit malam ini ?”
Mereka menjawab
“Untuk melatih keberanian, kemandirian dan kerjasama”

Balik ke camp pramuka, jam sudah menunjukkan hampir jam set 3 pagi !
Api unggun sudah menyala..
Ayah Lui dan mas Tikno malah sudah asyik bakar jagung…

Suasana mulai hangat…anak-anak senang dan semangat…
(Sayang gitar ngga kebawa, jadi ngga bisa nyanyi “tong tong tong tong makitong-kitong”…kekeke..)

Jam 3 pagi, satu persatu anak-anak masuk ke tenda masing-masing..
Jam set 4 pagi tenda anak-anak sudah sepi, aku, mas Udi, ayahbunda Lui juga masuk tenda.

Kemudahan 4: tinggal mas Tikno yang ngga tidur, mau jaga malam di luar…

Udara menjelang subuh memang biasanya dingin menggigit tulang..
Jam 4 subuh, mas Tikno ngasih tau ada yang nangis di tenda sana…
Ternyata Raihan yang nangis kedinginan ngga bisa tidur karena celananya basah.
Langsung dipeluk mas Udi, digosok minyak kayu putih, dan diselimuti.

Ayah Lui ngecek ke tenda yg lain, dan mendapati Nanda (11) juga ngga bisa tidur kedinginan.
Keluarlah aku, mas Udi, ayahbunda Lui nemenin Nanda ngumpul lagi di depan api unggun.
Mas Udi ‘memanggang’ sepatu-sepatu anak-anak yang basah semua di sekeliling api unggun..

Jam set 6 pagi !
“BANGUUNNN...BANGUUNNNN...” mas Udi teriak mbangunin anak-anak supaya shalat subuh..
Dijawab sama mas Tikno dari dalam tenda “Baru juga mau tidur, paak..” wakaka..
“BANGUUNNNN...BANGUUNNNN...kecuali mas Tikno…TIDURRR…TIDURRR”

Kami sangat bersyukur, sesudah menghadapi berbagai kesulitan, kami diberi kemudahan-kemudahan...udara yang cerah terus, teman-teman pathfinder yang sangat membantu ( big thanks to kak Edi dan kawan2..;), ayahbunda Lui yang datang pada saat yang dibutuhkan, dan mas Tikno yang selalu siap membantu dan sangat perhatian dengan anak-anak..

Alhamdulillah...malam ini dilewati dengan meninggalkan kesan yang sangat menyenangkan di hati anak-anak...insya allah kesan pertama ini akan terbawa terus sampai mereka besar nanti..

Hmmm…gimana acara pelantikan anak-anak hari ini ya ?? Kak Udi dan kak Edi udah punya rencana yang lebih seru nihhh....!!
-to be continued-

*ditulis oleh bunda Lita di Housewife's Life


Blog EntryCamping ke Cibodas May 29, '07 9:05 AM
for everyone

Ini cerita oleh-oleh dari acara camping pertama bulan Februari yang lalu, ditulis sesudah ‘tewas’ selama 2 hari…kekekek…
Saking serunya acara camping di Cibodas week end 17-18 Februari lalu, terpaksa ceritanya ditulis dalam beberapa bagian..hehe..enjoy ya...

Kesibukan beberapa hari sebelum hari H ,,,,,,,
Banyak telpon dan sms dari para ibu yang masuk ke hp ku dan mas Udi.
"Campingnya jadi ?"
"Kalau hujan gimana ?"
"Beli sleeping bag dimana ?"
"Topi rimba itu yang kayak apa?"
"Kalau macet pulangnya gimana ?"
"Cucuku mau ikut, tapi belum terima formulir"
Kekhawatiran dan antusiasme datang silih berganti..

Malam menjelang hari H
Tantangan 1 :
Pembina pramuka yang rencananya mau ikut mendampingi membatalkan keberangkatannya karena katanya kakeknya mau dioperasi..
Jadi orang dewasa yang berangkat tercatat hanya 4 orang : mas Udi, aku, mas Tikno (supir), pak Tjandra (ketua RT yg menyupiri mobil VW Combi) ditambah mas Budi mengawal 12 anak ‘kota’ usia 6 – 12 thn yang kebanyakan ‘first timer camper’. Sementara mas Udi dan aku sendiri sebenernya juga udah lupa yang namanya camping...

Last minute !!
Tantangan 2 :
Pak Tjandra membatalkan keberangkatan karena kecapean !
Mas Udi keliling cari rental mobil, sementara anak-anak dan ortu sudah berkumpul di point keberangkatan. Alhamdulillah, akhirnya dapat pinjaman mobil dari pak ketua pengurus masjid…tapi berarti orang dewasa nya tinggal 3 yang ikut....*walah*

Akhirnya berangkat juga !!

Keberangkatan jadi ‘ngaret’ 1 jam dari jadwal..
Jam 14.30 dengan mengucap bismillah…
berangkat menuju Cibodas dengan 3 mobil.
Sepanjang perjalanan hujan derasssss mengguyur..
Tapi sempat mampir shalat ashar di mess departemen agama, beli nasi buat makan malam di camp dan beli jagung buat jagung bakar nanti malam..

Jam 17.30 tiba di lokasi
Di bawah hujan rintik2, kami semua ber-16 berjalan kaki menuju blok tempat camp kami, menggendong bawaan masing-masing ditambah 3 tenda, ember dan perlengkapan perang lainnya..

Tantangan 3 :
Di bawah hujan rintik2, cepet-cepet mendirikan tenda..
2 tenda berhasil didirikan di bawah hujan yang semakin derasssss dan semakin gelap !!
Tenda terakhir…bermasalah !!
Kenapa kok ngga berhasil berdiri dengan benar ????
"BONGKARR...BONGKARRR !!"
"TARIIIKKKK….TARIIIKKKK !!"
"DOROONGGGG…DOROOONGGG !!"
Halah...apanya yang ditarik dan didorong ??
Mas Udi mulai *panicmodeon*

Untung ada mas Tikno yang helpful banged, dia cengar-cengir aja liat mas Udi mulai panik...tapi syukur alhamdulillah....akhirnya tenda terakhir berhasil didirikan...phewww...

Teman-teman dari Pathfinder datang membantu mendirikan 2 tenda lagi.
Mas Udi memang bekerjasama dengan temannya di pathfinder untuk ‘melantik’ anak2 ini menjadi anggota pramuka.

Anak-anak sudah basah, kedinginan dan kelaparan.
Aku sibuk mengurusi anak-anak makan dan berusaha tetap tenang waktu harus menjawab sms dan telpon2 dari ibu2 yang khawatir di depok sana..konon kabarnya di depok sabtu sore itu hujan 'badai' bergluduk...

Tantangan 4:
Anak yang kecil-kecil ngga bisa makan, karena ternyata ayam bakarnya agak pedesss !
( aku cari2 roti atau apa ajalah yang bisa dimakan buat ganjel perut sementara )

Sesudah itu..
anak-anak ‘terjebak’ di dalam tenda karena hujan derasss masih mengguyur..
Mulai deh keluar penyesalan dari anak-anak..
“Ugh, tau gini, aku ngga bakal mau ikutan camping ! Nyesel deh ikutan..”

Sementara Mas Udi masih belum selesai juga dengan 'keribetannya'
Sesudah tenda berdiri semua, dia mulai bikin dapur untuk masak mie buat anak2, tapi trus...

Tantangan 5 :
"Paakkk….tendanya bocorrrr!!"

Kisah si Lui :
Waktu anak-anak udah mulai makan di dalam tenda, dan mas Udi masih berusaha mengatasi kebocoran tenda..
Budi teriak :”Paaaakkkk, ada yang sakit asma !!”
Lui (11) mulai nangis..”Aku kedinginan, aku ngga kuat lagi, aku mau pulang aja”
Dia mulai sesak nafas dan butuh oksigen..
Waduh, diriku mulai *panicmodeon* juga..
”Tenang dulu yaaa…kamu bawa obat ? ayo, minum dulu obatnya”

Lui kita coba pindahkan ke tenda yang lain, trus coba berdiri dulu di luar tenda untuk menghirup oksigen, trus dibawa ke dapur supaya bisa hangat dekat kompor…
Sampai akhirnya teman pathfinder mengusulkan untuk dibawa ke warung dulu..
Haaaaa??? Ada warung ??? Aku sendiri baru ‘ngeh’ kalo dalam jarak 50 m itu ada warung.
Akhirnya Lui aku evakuasi sementara ke...warung terdekat....wakaka...
Disana enak...hangat...bisa minum teh manis panas, dan makan Pop Mie..

Tapi Lui masih juga keluar air mata...minta mama nya...
Ayah bundanya Lui yang mantan pendaki gunung bolak-balik sms dan nelpon “Kami akan menyusul kesana, tapi tolong jangan kasih tau anaknya ya kalo kami akan ada di sekitar sana”
“Masa anak gw ngga bisa camping”, gitu kata mereka..hehehe...

Mas Udi memutuskan mengevakuasi Lui dan Dimas,8 ( lho, kok anak ini ikut mengaku sakit perut..hehe..). Mereka dievakuasi ke villa terdekat ditemenin mas Budi yang kumat hidungnya karena alergi dingin..

Kisah si Agsa :
Agsa (6,5) peserta termuda di sini.
Dia bawa backpack yang lebih berat dari badannya sendiri.
Tapi dia menolak keras untuk dibawain sama aku backpacknya. Baru mau waktu aku bujuk untuk tukeran sama bawaanku…kantong plastik isi mukena…
Dan waktu ditawarin untuk ikut dievakuasi ke villa, dia keukeuh sumeukeuh ngga mau.
Agsa mau di tenda aja !...wwaaw...*takjubdotcom*

Begitulah...
tantangan demi tantangan terselesaikan...

Sesudah mas Udi, Budi, Lui dan Dimas berangkat ke villa.
Aku balik ke camp, ngecek anak2 yang lain..
Keliatannya semua sudah aman terkendali, ada teman-teman pathfinder yang mengawasi..
Tenda-tenda bocor sudah dilapisi plastik, anak-anak yang kecil sudah makan pop mie dan roti, Lui sudah dievakuasi..
Ngga terasa sudah jam 10 malam..
*panicmodeoff*

gimana kelanjutan kisah si Lui, Agsa dan teman-temannya ?
-to be continue-

*ditulis oleh bunda Lita di Housewife's Life


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help