Suatu sore di hari Sabtu...
Seperti biasa para pembina : kak Udi dan kak Lita yang jadi pembina penggalang, bunda Lilik dan bunda Ita yang membina siaga, ngumpul-ngumpul untuk menyusun program bulanan. Kami memang biasa menyusun program kegiatan latihan anak-anak dengan berbekal buku-buku permainan siaga, buku-buku teknik kepramukaan dan syarat kecakapan umum ( SKU ) siaga dan penggalang.
Dari bulan lalu, kak Udi sudah merencanakan camping liburan..( sebenernya anak-anak penggalang udah nagih dari kapan kapan tuh ). Jadi kepikiran bahwa kali ini anak-anak harus dipersiapkan fisik dan mentalnya untuk camping.
Keluarlah ide itu...
Gimana kalau kita bikin Lomba Masak ??? Tujuannya supaya anak-anak bisa masak sendiri nanti kalau camping.
Semua setuju, ditentukanlah tanggal 20 Mei 2007 acaranya lomba masak.
Tadinya anak-anak penggalang udah dibilangin untuk siap-siap lomba masak nasi tanpa rice cooker ! hehe...tapi kayaknya pembinanya musti latian dulu deh...
Akhirnya dengan pertimbangan anak-anak (dianggap) masih beginner semua, ngga pada biasa masak. Lombanya dipermudah...
Anak-anak penggalang harus menyiapkan nasi goreng super enak, bersih dan menarik..
Anak-anak siaga harus menyiapkan mie rebus yang enak banget, bersih dan menarik juga..
Waaahhhh....ngga nyangka semua antusias untuk ikut lomba masak.
Sehari sebelumnya, Dimas (8) masih sibuk cari-cari kompor ke tetangga sebelah...
Sementara regu gabungan Kancil & Garuda sudah bagi tugas, cari resep lewat internet, sampai latihan bikin nasi goreng di rumah.
Kompor pramuka Kak Udi dan kak Lita puter otak, gimana caranya supaya kompor bisa disiapin sama pembina. Dasar otak pramuka, ide muncul waktu di Carefour. Tadinya sih niat cari2 kompor gas 1 api, tapi lah kok harganya maharani. Jadi kak Udi beli 1 botol spiritus aja. Nanti rencananya bakal dituang di kobokan, dan dipasangin batu-batu di sekelilingnya untuk naruh wajan...
Sampai di rumah, ide di kepala dipraktekin..
Cetakan kue kecil2 dikasih kapas, lalu dituang spiritus secukupnya, trus dibakar...whoala...jadi kompor deh...
tinggal dikasih batu-batu conblock di sekelilingnya...Jadi sabtu sore itu diuji coba bikin mie rebus dan nasi goreng..
Persiapan
Kriteria penilaian sudah disiapkan, bahan-bahan semua disiapkan pembina.
Nasi, mie, telur dan segala macem bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, garam, gula putih, gula merah, kecap, minyak goreng, mentega sampai ke daun bawang, daun slada, timun, tomat, kunyit, laos, daun salam, sereh dan daun jeruk juga.
Semua disediain pakai sistim 'warung'. Jadi anak-anak 'belanja' ke warung bahan-bahan kebutuhan mereka secukupnya..
"Sesuai kebutuhan ya, jangan sampai berlebih" kata bunda Lilik.
Suasana lombanya memang mengasyikan sekali...kebayang ngga sih anak-anak siaga yang baru kelas 1,2,3 SD udah bisa masak sendiri tanpa bantuan sama sekali. Shafa (6) bahkan sudah bisa bikin telur ceplok sendiri ! Kerennn...
Adik-adik penggalang yang sebagian besar cowok itu mulai mengupas bawang, dan ngulek bumbu, regu yang lain karena kurang persiapan harus terbirit-birit pulang cari piring dan pisau dulu..hehe...tapi secara keseluruhan acaranya fun banget..
Juri nya ada 6 : kak Retno ketua mabigus, kak Lilik, kak Ita, kak Lita, dan kakak-kakak penegak kak Budi dan kak Faqih yg khusus dateng utk jadi juri..
Yang dinilai adalah kerjasama, kerapian, rasa dan cara menyajikan yang menarik..
Tapi lho kok...kak Retno senyum-senyum waktu liat ada ketumbar dan daun jeruk masuk juga..hehe...ini mau bikin nasi goreng apa soto ya kira2...atau mungkin nasi goreng rasa soto...yang jelas bunda Ita terpesona banget sama rasanya...
"Rasa baru yang berani" komentarnya...
Inilah hasil masakan siaga...mie rebus istimewa super enak !
Hmmmmm....yummmyyy...meskipun telur mata sapinya matanya berantakan, tapi hebat ya, aku beneran kagum lho sama anak-anak ini...
Buat kami, para juri, semua barung dan regu punya kelebihan masing2. Meskipun namanya lomba tetap harus ada yang menang dan ada yang kalah. Sebenarnya kalau ngeliat prosesnya sih semuanya juara, terbukti dari hasil penilaian yang cuma beda2 tipis.
Tapi yang jelas, tujuannya untuk melatih anak-anak untuk jadi mandiri tercapai...
...Serbuuuu....serunya menikmati hasil masakan sendiri...