Tumpukan sampah telah mengecoh para penggalang sehingga mengabaikan petunjuk peta yang diberikan. Maka tersasarlah dua tim penggalang dan tidak dapat menyelesaikan penjelajahannya.
Sebenarnya petunjuk peta sangatlah jelas namun kebiasaan berada dilingkungan bersih telah mengajarkan mereka untuk menghindari sampah. Tak ada yang salah dengan hal ini karena sampah memang sarangnya penyakit.
Satu tim lainnya lolos dari tes ini dan mencapai pos 1 tanpa kesalahan meski pada mulanya ragu pada jalan mana yang harus ditempuh, untung mereka sempat mem”print” petanya sehingga dia bisa mencapai pos 1 segera. Acung jempol untuk tim yang lolos tahap ini dengan baik.

Untuk kedua tim yang tersasar mereka tidak rela untuk dinyatakan gagal, setelah tahu kesalahannya mereka memutuskan untuk kembali melanjutkan penjelajahan. Acung jempol juga dengan semangat mereka yang pantang menyerah.

Begitulah cuplikan dari kisah petualangan Dasa Darma 2 yang mengesankan.
Petualangan ini telah dirancang dengan serius oleh kak Rangga ( dari Forum Tunas Kelapa's Lounge ) bersama teman2nya dan dapat dibilang sebagai petualangan yang memiliki nyawa, nyawa Dasa Darma no2, cinta alam dan kasih sayang sesama.
Para penggalang diarahkan untuk melihat suatu dunia yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yaitu memasuki daerah padat penduduk dengan berbagai permasalahannya dimana rumah-rumah berimpitan dan menyisakan lorong-lorong sebagai sarana jalan mereka.
Dengan bertualang didalamnya para penggalang dibuat merekam banyak hal yang pada intinya menyentuh kepedulian mereka terhadap keadaan masyarakat dan lingkungannya terutama masalah sampah.
Di akhir perjalanan mereka diminta untuk mencari binatang-binatang yang dilindungi dari kepunahan. Betul-betul petualangan yang mengesankan.
Lokasi yang dipilih adalah perkampungan antara Jl Cihampelas dan Taman Sari, Bandung Utara. Rute perjalanan digambarkan dalam potongan-potongan peta buta yang diawali dengan peta yang harus didapatkan setelah para penggalang login ke situs tunas kelapa (www.pramuka.forumotion.com).
Tentu saja semua itu menjadikan perjalanan sebagai suatu misteri yang mendebarkan. Perjalanan dari pos ke pos tidak luput dari tugas-tugas yang menantang seperti, mengolah sampah menjadi cindera mata, mewawancarai penduduk setempat, memecahkan sandi rahasia serta persoalan-persoalan lainnya.
Tidak sedikit juga mereka mengalami hal-hal yang lucu-lucu, seperti mewawancarai orang yang ternyata gila, salah pos , dll. Berangkat dari bumi perkemahan,di Jl. Sangkuriang 42, pukul 9:00, Penjelajahan akhirnya selesai pukul 15.00. Harusnya ini merupakan penjelajahan yang melelahkan, berjalan kaki selama +/- 6 jam tidak mengurangi keceriaan mereka bahkan mereka masih saja penuh canda tawa di akhir perjalanan.

Sungguh ini suatu petualangan tak terduga dan sangat berharga dimana banyak pelajaran mengenai kemanusiaan dan kecintaan terhadap lingkungan serta fauna Indonesia yang dapat diambil. Tidak hanya para penggalang yang memetik pelajaran dari kegiatan ini para pembina Pramuka Griya Depok Asri (PGDA) pun memetik hikmah dari penjelajahan ini.
Petualangan dapat dilakukan dimana saja dan tidak ada yang tidak bisa, semua bisa diolah menjadi hal yang bermanfaat. Sungguh kegiatan ini sangat menginspirasi dan untuk selanjutnya akan dijadikan role model bagi perkemahan2 kota di masa yang akan datang.
Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh tim yang terlibat, kak Rangga, kak Egi, kak Asep, kak Banung, kak Gunawan, kak Mita, kak Opie, kak Arum, atas karya yang indah ini.
Bukan hanya kisah petualangannya saja yang kami dapatkan tetapi juga kedekatan seperti saudara dengan kalian semua. Semoga apa yang telah diupayakan ini dapat terus berkembang menjadi amalan baik yang membawa generasi muda kepada kebangkitan umat Indonesia yang bertaqwa. Amin.