pramuka's posts with tag: kegiatan siaga

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kegiatan siaga
ddd
dThumbnaild
ddd

Untuk pertama kalinya, Siaga melakukan Persami ( Perkemahan Sabtu Minggu ) tanpa kakak-kakak Penggalang !

Setelah Bunda dan Yanda Pembina melakukan survey, diputuskan bahwa lokasi yang paling tepat adalah di Kebun Wisata Pasir Mukti, Citeureup

Tema utama Camping kali ini sesuai dengan Dwi Dharma Siaga...
"Siaga itu mandiri, berani dan tidak putus asa"

Selain itu Siaga juga mempelajari bagaimana proses padi menjadi beras.

Banyak pelajaran yang dipetik dari camping kali ini, semoga semua menjadikan anak-anak siaga sebagai calon-calon pemimpin Bangsa di masa depan. Amin.


EventCamping Siaga May 21, '08 1:44 AM
for everyone
Start:     May 24, '08 07:30a
End:     May 25, '08
Location:     Kebun Wisata Pasir Mukti
Tema Camping Siaga kali ini adalah "Bercocok Tanam Padi".

Selain melatih kemandirian, siaga juga akan mengenal proses bagaimana nasi sampai bisa ada di atas meja makan di rumahnya.

Mulai dari membajak sawah, menanam padi, mengenali proses pengolahan gabah sampai menjadi beras...ditambah melukis caping, outbond dan tentu saja api unggun ! :)

jurit malam ?? hmmm...lihat saja nanti...;)

Photo AlbumBelajar Menggambar (14 photos)Apr 6, '08 5:30 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Karena kadang-kadang anak-anak siaga tidak berani dan tidak pede untuk menggambar kalau diminta,jadi bunda mengajarkan dasar-dasar menggambar supaya anak-anak 'tidak takut' menggambar...:)



Photo AlbumMusik Dapur Siaga (5 photos)Mar 24, '08 8:55 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Namanya memang musik dapur, karena alat musiknya semua dari dapur nya Bunda...Photobucket

Ada galon Aqua, kaleng bekas bisuit, piring, mangkuk, gelas, sendok kayu, loyang kue, dan sendok makan...

Gimana cara main musiknya ? Sebenernya ngga asal bunyi, karena tetap harus ada rhythm nya...

misal..dung ( kaleng / galon aqua ) diikuti dengan cek atau ting ( piring / gelas )

Jadi bunyinya...dung cek cek...dung cek cek...
atau...dung cek dung dung ting...dung cek dung dung ting...

Kalau sudah bisa, rhythm itu bisa dipakai untuk mengiringi nyanyi seperti adik-adik siaga ini..

Boleh dicoba..Photobucket


Photo AlbumBelajar Peta Indonesia (12 photos)Mar 18, '08 8:37 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Minggu kemaren anak siaga belajar tentang Peta Indonesia, belajar letak-letak pulaunya, apa yang terkenal dari pulau tersebut .... dan akhirnya diadakan games tiap barung untuk mengetes kemampuan mereka tentang pulau di tanah air kita dan apa-apa yang terkenal dari pulau tsb.

Sebelumnya bunda Lita mengajak anak-anak bertualangan, dari ujung Sabang sampai Merauke mengenalkan apa-apa yang terkenal dari masing-masing daerah, sambil menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke, wah ternyata anak-anak Siaga hafal lagunya loh .....

Kemudian, bunda-bunda sudah menyiapkan kertas post it, dan tertulis hal-hal yang terkenal dari suatu pulau, misal Borobudur, sungai mahakam, tanah Lot, suku dayak, baju bodo dlsb. Tugas tiap barung menempelkan kertas post it ini di mana letak pulaunya.

Misal, borobudur diletakkan di pulau Jawa, sungai Mahakam di Kalimantan dlsb.

Wah seruuu juga permainannnya, semoga dengan permainan ini anak-anak Siaga lebih mengenal kepulauan di tanah air kita, dan tentunya lebih mencintai tanah air tercinta, amin.

Photo AlbumDapat mencuci dan melipat pakaian (11 photos)Mar 5, '08 12:15 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Salah satu butir dari Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang harus dimiliki oleh seorang Siaga Bantu adalah "dapat mencuci dan melipat pakaiannya sendiri".

Ketika bunda tanya "Siapa yang sudah bisa melipat pakaian sendiri ?"
Ada beberapa siaga yang angkat tangan "Sayaaaa, bundaaaa..."

Tapi ketika bunda tanya "Siapa yang sudah bisa mencuci bajunya sendiri ?"
Semuanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepala :)

Ya, biasanya di rumah ada 'si mbak' yang mengerjakannya...
Tapi anak siaga harus bisa mengerjakannya sendiri..

Nanti bisa bantu ibu di rumah mencuci pakaiannya sendiri dan melipat yang rapi ya...:)


Blog Entry[ jurnal siaga ] Mengolah sampah organikFeb 18, '08 3:18 PM
for everyone

Sesudah anak-anak siaga belajar memilah-milah sampah organik dan nonorganik, mereka juga belajar bagaimana mengolah sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan keranjang Takakura.

Kulit buah jeruk, pisang dan duku dibagikan kepada masing-masing barung untuk dipotong kecil2 supaya mikroba yang membantu kita mengubah sampah organik menjadi kompos lebih mudah memakannya.

Bisa dengan pisau, dengan gunting atau ‘disuwir-suwir’ dengan tangan.

Kemudian, kompos yang sudah ada di dalam keranjang Takakura diaduk-aduk dulu sebelum dimasukkan sampah baru.

Waaahhh…mengaduk-aduk kompos saja sudah menarik dan bisa bikin mereka rebutan ! Ayoo…gantian, semua boleh mencoba mengaduk

Sesudah diaduk, masing-masing barung memasukkan sampah organic yang sudah dipotong kecil2, lalu diaduk lagi sampai semua tertutup kompos.

Ternyata kegiatan mengompos itu bisa jadi kegiatan yang menyenangkan lho..
“Asyik..asyik, bunda…aku mau lagi motong2 sampah"

Dan tentu saja mereka penasaran, karena prosesnya memang belum selesai..
"Bundaaa…nanti minggu depan aku mau dong liat komposnya udah jadi apa belum ya, bunda"

Sebelum pulang, bunda mengingatkan anak-anak untuk memilah sampah di rumahnya dan mengajak semua anggota keluarganya untuk memilah sampahnya juga..

Hmmm…kegiatan berikutnya apa ya ? pasti menyenangkan kalau belajar berkebun..
Sesuai salah satu point di SKU siaga : dapat memelihara 1 jenis tanaman yang berguna selama 2 bulan


Blog Entry[ jurnal siaga ] Melatih kepedulian lingkunganFeb 14, '08 10:31 PM
for everyone

Perkembangan jumlah sampah sementara ini menjadi persoalan serius di banyak wilayah perkotaan, dan semakin berat lagi di kemudian hari kalau sejak sekarang tidak dilakukan perubahan pola pengelolaannya.

Sampah rumah tangga adalah penyumbang terbesar dari sampah perkotaan.
Tidak terkecuali anak-anakpun menjadi penyumbang sampah.

Kepedulian terhadap lingkungan memang harus diajarkan sejak kecil. Dan itu tidak cukup hanya dengan mengajarkan “Buang sampah di tempat sampah ya, nak”

Salah satu usaha kami, pembina siaga pramuka griya depok asri, adalah memberi wawasan mengenai sampah kepada anak-anak peserta didik kami.

Dimulai dengan penyediaan 2 tong sampah untuk sampah organic dan non organic di depan sanggar pramuka yang digambar dan dihias sendiri oleh mereka.



Tong sampah untuk sampah organik diberi gambar tanaman dan buah2an


Tong sampah untuk sampah non-organik diberi gambar botol dan kotak susu.

Apakah mereka sudah mengerti apa itu sampah organik dan apa itu sampah non organik ?Lalu kenapa harus dipisah-pisahkan ? Lalu diapakan lagi sesudah dipisah-pisahkan ? Apa itu kompos ? Apa kegunaan kompos ?

Coba kita ikuti ‘diskusi’ kami dengan mereka…

Hari ini anak-anak mendapat tugas untuk membawa sampah rumahnya.

Beberapa anak membawa 1 kantong plastic ‘kresek’ berisi sampah.

 

Isi kantong plastiknya ada macam2 : kertas, botol plastic, kaleng susu, plastic bungkus makanan, kulit duku, daun2 kering…semuanya bercampur, dan sudah mulai dikerubuti lalat…

 

Bagaimana ekspresi mereka waktu melihat sampah itu ?

Hiiiiii…jijiiiikkkkk….

 

Bunda ‘membongkar’ kantong sampah mereka, dan mengajak mereka memilah-milah sampahnya, mana yang termasuk sampah organik, mana yang sampah non organik. Sebagian besar anak sudah bisa memilah, karena memang beberapa anak sudah diajarkan di sekolah dan mereka belajar juga sewaktu menggambar tong sampah.

 

“Kalian tau ngga kemana perginya sampah2 ini ?”

”Dibawa sama petugas kebersihan, bundaa..”

“Dibawa kemana ?”

“Kemana ya ? engga tau deh, bunda…”

“Ngga tau ? yuk, kita jalan2 sebentar..”

 

Bunda membawa mereka jalan2 ke tempat pembuangan sampah sementara di dalam kompleks. Di sepanjang perjalanan yg hanya berjarak beberapa meter saja sudah banyak sekali sampah berserakan. Sampai di TPS sampah, mereka melihat betapa mengerikannya tumpukan sampah itu…baunya menyengat, kotor, menjijikkan dan penuh lalat, sampah organik dan non organik bercampur baur menjadi satu tumpukan sampah.

Dan bunda juga mengingatkan kalau mereka juga ‘berkontribusi’ membuat tumpukan sampah itu !

 

Di sana, kami juga berdiskusi..kenapa sampah jadi bau ?

 

Kami mengajak mereka ‘berkhayal’, “Kalau masing2 anak membuang 1 kantong plastic, 1 perindukan siaga saja sudah akan menjadi tumpukan, bagaimana kalau ada ratusan rumah menyumbang 1 kantong plastic sampah juga ? Mengerikan kan…tumpukan itu akan menjadi sangat tinggi dan berat sekali…sampai saking beratnya bisa longsor dan menimbun rumah2 di sekitarnya..!! "

 

Okay, lalu apa yang bisa kita lakukan ?

 

Allah sudah menciptakan system ini demikian sempurna. Sampah seharusnya tidak menjadi masalah kalau dikelola dengan benar. Hari ini anak-anak siaga belajar bahwa sampah organik yang mereka hasilkan dari rumahnya spt kulit jeruk, kulit pisang, kulit duku, bahkan tissue pun bisa ditahan di rumah, diolah jadi kompos, dikembalikan lagi ke tanah dan bermanfaat karena menyuburkan tanaman. 

 

Sampah2 non organik nya spt botol2 plastik dll bisa disedekahkan ke pemulung, atau didaurulang. Selain itu, kita juga harus mengurangi pemakaian plastik, krn sampah plastik kalau dibuang, masih akan tetap menjadi plastik sampai ratusan tahun lagi !

 

Nah, kalau kita membuang sampah dengan ‘benar’ seperti itu, maka tumpukan sampah di TPS akan jadi semakin berkurang…lingkungan pun jadi bersih…

 

Selanjutnya..ikuti bagaimana Siaga belajar mengolah sampah organik menjadi kompos..!


Blog EntryIntroduction to Manga ClassJan 17, '08 11:16 PM
for everyone

Melalui kegiatan pramuka, anak-anak dan remaja memang mendapat kesempatan yang luas untuk belajar banyak hal.

 

Ketika mereka mungkin belum mengetahui bakat atau potensi diri yang dimiliki, kakak2 pembina PGDA selalu berusaha memberi kesempatan kepada mereka.

 

Seperti kegiatan hari Minggu, 13 Januari 2008 lalu, Kak Fara dari ViCom berkenan datang untuk membagi ilmu membuat komik Manga untuk adik-adik siaga dan penggalang PGDA.

 

Mula2 Kak Fara meminta adik2 siaga untuk menggambar apa saja..

 

 

Glllkkk…sebagian besar ngga tau musti nggambar apa. Ilham mendingan disuruh masak daripada disuruh ‘menggambar apa saja’  tapi ngga usah khawatir, di sini ngga ada pemaksaan dan pemberian nilai...

 

Icha, Dafa, dan Shafa serius mendengarkan masukan dan ide-ide yang diberikan Kak Fara untuk gambar yang sudah mereka buat.

 

Masing-masing anak memang mendapat ‘personal touch’ dari Kak Fara. Dan Kak Fara juga memotivasi adik-adik dengan menunjukkan gambar2 yang belum selesai untuk mereka selesaikan sesuai dengan daya imajinasi mereka.

 

Pada akhirnya, semua berhasil menggambar sesuatu..!!  termasuk Ilham...

 

Untuk adik-adik penggalang, Kak Fara menyampaikan materi yang berbeda.

Mereka sudah belajar membuat mata, hidung..

 

Mulut, telinga, rambut sampai akhirnya menjadi sebuah kepala..

 

Waaaa…hhhh…cantik bangett !! Kak Fara jago banget !!

Menurut Kak Fara, untuk menggambar komik, kita harus memiliki pengetahuan juga tentang fashion, gaya rambut, bangunan, karakter dll.

 

Wah, seru juga ya..

Tapi Kak Fara ngga tiba2 jadi jago gambar lho..Kak Fara memang senang menggambar sejak kecil, lalu mengasah terus hobbynya itu. Dan siapa sangka Kak Fara sekarang bisa berdiri di sini untuk membagi lagi ilmunya pada adik2 PGDA, padahal Kak Fara itu mahasiswi UI jurusan kriminologi lho…ngga nyambung kan ?? J

 

Kak Udi menambahkan, apapun yang dilakukan, lakukanlah dengan penuh kesabaran dan ketekunan agar bisa membuahkan hasil kelak.

 

Alhamdulillah, 1 lagi ketrampilan yang sudah dipelajari adik-adik siaga & penggalang hari ini..

Terimakasih banyak untuk Kak Fara !!


Blog Entry[ jurnal siaga ] Menulis testimoni Jan 14, '08 10:24 PM
for everyone

Kebanyakan anak-anak sulit menuangkan isi pikirannya lewat tulisan, krn belum terlatih. 
Biasanya mereka sudah 'pasang badan' duluan..."Aku ngga bisa nulis !" atau "Aku ngga bisa nggambar !"

Di pramuka ngga ada kata "ngga bisa" karena "Siaga itu berani dan tidak putus asa" 
Jadi harus dicoba dulu ya !

Kemarin, bunda mencoba memotivasi adik-adik siaga untuk menulis kesan-kesan mereka waktu berpetualang ke 99 trees.

Beberapa anak sempat 'bengong' dulu ngga tau musti nulis apa..
tapi beberapa anak sudah langsung menulis...

Ini dia hasilnya...persis seperti yang tertulis tanpa melalui proses editing

Siapa yang ternyata senang masak ? Siapa yang senang menangkap ikan ? Siapa yang ngga suka naik sampan ? Siapa yang bisa menjelaskan apa itu kampung 99 pepohonan ?

Faza kelas 1 SD, barung Putih...
“ yang senang nangkep ikan, yang senang naik perahu, yang senang ambil bayem, yang senang nanem pohon”

Fida kelas 2 SD, barung Putih...
“Aku waktu minggu lalu pergi ke Kampung Rusa di sana aku nangkep ikan nanem pohon dan naik sampan terus aku dikasih bayem sama ikan”

Kalau Shafa kelas 1 SD, barung Putih menulis lebih panjang...
“ Aku hari minggu kemaren aku ke Kampung 99 pepohonan / Kampung rusa, Pertama di sana bu Santi menjelaskan kampung 99 pepohonan, Lalu menyabut bayam sebanyak 40 buah, Lalu naik perahu lo , Lalu menangkap ikan di sana , Lalu aku mandi bareng-bareng sama Nadira, Aku dan Fida, Lalu masak bayam dan ikannya, Lalu makan siang di sana lo  Lalu pulang deh. Tamat”

Bagas kelas 4 SD, Pemimpin Barung Merah...
“Aku suka & senang ke Kampung Rusa. Aku ingin ke Kampung Rusa lagi bersama-sama temanku. Aku sampai sana langsung ke rumah panggung dan aku dikasih snak dan dijelaskan bagaimana di Kampung Rusa dulunya di Kampung Rusa gak ada pohon . Na terus ditanam terus aku juga menanam pohon. Abis itu manen bayam. Abis itu naik sampan. Abis itu nangkap ikan. Aku paling suka nangkap ikan. Abis itu aku disiram air. Aku masak. Abis itu makan. Dan dikasih ikan dan bayam.

 

Ahdan kelas 4 SD, barung Kuning

“Aku senang di Kampung Rusa. Pertama, aku dijelaskan dulu kampung rusa seperti apa. Dulu Kampung Rusa pada tahun 2005 tanahnya gersang sampai suhunya 41 derajat celcius. Aku menanam pohon nangka. Terus aku ngasih makan rusa juga ada kambing. Makanan rusa adalah daun. Terus aku manen bayam. Terus aku naik sampan sama TPI. Aku nangkap ikan 4 kabur 2. Terus aku mandi. Aku mandi duluan. Terus aku masak bayam dan ikan. Aku tugasnya niup api. Terus aku salat zuhur. Terus aku makan ikan dan bayam. Terus aku dikasih ikan dan bayam.

 

Raihan kelas 4 SD, Pemimpin Barung Kuning

"Pada tanggal 6 Januari hari Minggu saya dan anggota saya pergi bersama anggota saya. Pertama semuanya berkumpul jam 7 di lapangan, sehabis semuanya berkumpul kami berdoa bersama dan sehabis berdoa semuanya masuk mobil yang ditunjuk lalu semuanya langsung berangkat waktu berangkat cepat sekali, sesudah sampai kami berjalan menuju sebuah rumah dan kami langsung bertemu pemilik kampung rusa kami dijelaskan sejarah kampung ini dulu kampung ini tidak ada pepohonan lalu ada orang yang peduli terhadap kampung ini yang bernama bagas dia menanam 10 pohon setiap hari lalu kami keluar dari rumah kami diajak menanam pohon pohonnya sudah disiapkan sesudah itu kami diajak lagi memanen bayam semuanya harus memetik 40 bayam

Lalu kami diajak naik sampan lalu kami menangkap ikan dengan tangan

Bagi kami itu sangat menyenangkan lalu kami mandi dan lalu makan siang

Sehabis makan siang kami akan pulang dan diberi oleh-oleh sesudah itu kami sudah sampai di depok

 

Ilham kelas 4 SD, Pemimpin Barung Hijau

Disana, seru sekali ! Dan, hal yang paling menyenangkan adalah saat memasak. Dan yang menegangkan adalah menaiki perahu sampan. Soalnya keseringan tidak seimbang.




Agsa kelas 2 SD, barung Kuning...

"Aku senang sekali pergi ke kampung rusa. Di sana aku masuk rumah panggung di sana aku menanam pohon. Setelah itu aku kasih makan rusa. Setelah itu aku naik sampan setelah itu aku nangkep ikan setelah nangkep ikan mandi badai "

 

Shidiq kelas 5 SD, barung Merah...
"Pada hari Minggu, tg 6 Januari aku dan anggota Pramuka Griya Depok Asri berangkat ke Kampung Rusa pukul 07.45 kami sampai di kampung rusa pukul 08.20 Kami lalu berjalan hingga ke saung, mengambil snack dan memakan snack. Lalu kami memperkenalkan diri masing-masing. Kami lalu menanam pohon. Saat itu, kami diliput oleh kru TPI. Sialnya saat menanam pohon, reporter TPI malah mengambil lubang di dekat lubangku. Padahal, lubangku dekat dengan lubang Raihan."

Ihsan kelas 3 SD, barung Hijau...
"Aku pergi ke kampung rusa tanggal 6 Januari 2008. Jam 07.00. Aku hanya berdua bersama Ilham. Sampai di sana aku bertemu sama B.Santi lalu aku masuk ke rumah panggung. Lalu aku dijelaskan kenapa namanya kampong 99 pepohonan. Lalu aku menanam pohon setelah itu aku mencabut bayam. Aku balik ke kandang rusa aku kaget karena ada rusa yang mendekat. Karena aku memegang daun. Lalu aku menangkap ikan. Lalu mandi bareng dan memasak. Aku makan nasi/siang dulu. Lalu aku pulang. Tapi aku dikasih ikan dan bayam."


Photo AlbumKampung 99 Pepohonan 6 Jan 2008 (99 photos)Jan 6, '08 8:32 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sesudah kakak Penggalang berpetualang ke Bandung, di hari Minggu yang cerah tg. 6 Januari 2008 adik-adik siaga mendapat kesempatan berpetualang ke Kampung 99 Pepohonan di Desa Meruyung, Cinere !!

Petualangan ini dimulai dengan uji nyali minum cuka apel campur madu produksi 99 trees community..Photobucket
sambil mendengarkan penjelasan dari bunda Santi.

Sesudah mendengarkan cerita bunda Santi ttg sejarah 99 trees, dan pengetahuan mengenai alam dan pepohonan, adik-adik diajak untuk bersama-sama menanam pohon.

Masing-masing anak mendapatkan 1 jenis pohon untuk ditanam, ada pohon nangka, pohon sukun, dan pohon mangga. Yuk, kita tanam sama-sama...
Buka polybagnya, padatkan tanahnya, lalu masukkan pohonnya ke dalam lubang dengan berhati-hati..bismillahirahmanirrahim...semoga bisa tumbuh...Photobucket

Sesudah menanam pohon, kita diajak memanen bayam di kebun.
Di sana ada bayam yang sudah siap untuk dipanen sesudah ditanam selama 21 hari. Pilih yang daunnya besar-besar yaa...cabut..trus digoyang-goyang supaya tanahnya ngga ikut...
Bayamnya kok daunnya berlubang-lubang sih ?? Iya, soalnya ngga disemprot pestisida.
Ayooo...paneennn....!!! Photobucket

Pulang panen, kita pulang naik sampan...hiii, sereeemm juga yaa...kalau tercebur gimana ?? Photobucket harus jaga keseimbangan nih..tapi aman kok, karena kita pakai jaket pelampung juga...

Petualangan semakin seru, sesudah memanen bayam kita juga menangkap ikan !! waahhh...seru sekali !!
Raihan menangkap ikan banyaaak sekali...sampai ngga terhitung..

Baju2 kita sudah kotorr sekali waktu menangkap ikan di kolam berlumpur..
Tapi seneng banget, dan hasil tangkapan kita banyak sekali. Nanti akan kita goreng untuk makan siang kita...

hmmmmmm....kedengerannya enak sekali ya, sesudah capek berpetualang..
nanti kita akan makan nasi panas dengan ikan goreng dan sayur bayam...Photobucket

tapi sebelum makan, kita harus mandi dulu dan memasak sayur dan ikan nya ..Photobucket

adik-adik siaga ini jago-jago masak lho ternyata...
dari mulai ngrajang bawang, memotong-motong, mengulek bumbu, sampai memasak sayur dan menggoreng ikan !

Dan rasanya luar biasa wuenaakkk buanget...karena semuanya masih bener2 fresh, dimasak pakai kayu bakar dan yang jelas...hasil keringat sendiri Photobucket

Waah, senangnyaaaaa.....
pulangnya, bunda Santi membawakan kami semua bayam hasil panen dan ikan kecil untuk dipelihara...


Photo AlbumBikin Cookies Seru (34 photos)Dec 31, '07 4:52 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Bikin cookies ????

Wah, ternyata ini kegiatan yang sangat menarik buat anak-anak siaga baik putra maupun putri..Photobucket

Belum ada yang bisa dan pernah membuat cookies.
Bunda Ita mengajarkan anak-anak siaga mulai dari pengenalan bahan : ada mentega, tepung terigu, gula, baking powder dan vanili .

Kemudian anak-anak juga belajar membaca resep, menimbang bahan, mengaduk, mengayak, me-mixer, mencampur sampai menggiling, mencetak dan menghias !!

phewwww...ternyata panjang sekali perjalanan untuk menjadi cookies yang enak itu yaaa....selama ini baru bisa makannya doang nih..Photobucket

Wah, pokoknya seru banget kegiatan latihan hari ini, sampai ngga terasa waktu sudah menunjukkan pukul set 10 pagi...

Bunda Ita : "Cookiesnya bunda simpan di kulkas dulu yaa, kita lanjutkan minggu depan menghiasnya"

Siaga : "Sekarang ajaa menghiasnya, Bundaaa"

Jadilah kegiatan bikin cookies dilanjutkan sampai selesai menghias dan langsung dimakan rame2..hmmmm...YumMy !! enak banget rasanya, apalagi karena ini cookies bikinan sendiri Photobucket

Kakak-kakak penggalang juga kebagian menghias dan makan juga lhooo...

Ru Seru Seru..Ru Seru Seru...Ru Seru Seru..Ru !!! PGDA Seru !!!


EventCinta Alam SiagaDec 29, '07 4:33 PM
for everyone
Start:     Jan 6, '08
Location:     Kampung Rusa, Desa Meruyung Cinere - Depok
Anak-anak siaga akan berpetualang menjelajah alam, mengenal pepohonan, menanam, memanen sampai mengolah hasil panen nya.

Blog Entry[jurnal siaga] menjahit dan pasang kancingDec 5, '07 10:01 PM
for everyone
Siapa bilang ketrampilan menjahit hanya untuk perempuan saja ?

Dalam salah satu kegiatan mengasah ketrampilan anak-anak siaga, para bunda mencoba untuk mengajarkan mereka menjahit dan pasang kancing.

Tujuannya salah satunya adalah untuk melatih kemandirian mereka, di samping juga untuk melatih ketrampilan motorik nya.

Tadinya memang tidak terbayang apa bisa ya mereka diajari pegang jarum dan benang..

Tapi, ngga ada salahnya kalau dicoba kan ?

Dan ternyata, subhanallah, semua tekun belajar memasukkan benang ke jarum, menjahitkan 2 buah kancing pada kain, sampai akhirnya mereka bisa menjelujur pinggiran kain nya, padahal sebagian besar anggota siaga nya adalah cowok, dan umurnyapun ada yang baru 6 tahun..

Kalau ada yang bilang, "Bundaaa...susahhh, bunda...aku ngga bisa.."

Bunda selalu bilang,"Ayo..siaga itu pantang putus asa..coba lagi..kamu pasti bisa !"

Ini dia hasil pekerjaan Shafa ( 6 tahun ) yang sampai rumah membongkar dan merapikan lagi hasil jahitannya, dilanjut latihan memasang kancing yang kecil-kecil..

Keren tak ?


Photo AlbumMemasang Kancing (12 photos)Dec 3, '07 8:45 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Jangan under estimate sama anak-anak siaga.
Menjahit dan pasang kancing ?? siapa takuttt...!!

Coba aja simak gambar-gambar di bawah ini...Photobucket


...lanjutan dari bagian 1...

akhirnya mobil kak widodo dan pak sigit sampai juga di lokasi, mungkin berbeda sampai 1 jam dengan yang lainnya.

jam sudah menunjukkan sekitar pk. 20.00 waktu anak-anak selesai makan semua dan dipanggil berkumpul untuk diberi pengarahan sama kak Udi, gimana cara turun bukitnya dan gimana pembagian tendanya.


jalanan menuruni bukit gelap dan licin karena habis hujan...

anak-anak siaga...duh, keliatannya kok masih 'imuut' semua...Shafa & Dira peserta termuda bahkan baru mau masuk SD ...sementara tiap anak rata2 bawa tas lebih dari 1...tas punggung, tas pinggang, dan sleeping bag...

kira-kira bisa ngga yaaaa ??

kak Udi pesan, siaga bawa barang sekuatnya, sisanya ditinggal aja ! biar nanti dibawain..jadilah anak-anak berangkat jalan turun ke camp area bareng semua, sementara barang-barang yang buanyak bangedddd itu diturunin sama bapak-bapak dan kakak2 penegak.

ternyata BISA !! Mereka sampai 4 kali bolak balik naik turun bukit untuk nurunin barang !! 
wah, saluuut deh sama kakak2 penegak dan para bapaks !!

Sampai di bawah, tenda2 mulai didirikan...untunglah anak-anak penggalang udah latian ngediriin tenda jadi bisa lebih cepet.

jam 9 malem, 9 tenda sudah berdiri..

anak-anak siaga putra ceria di dalam tendanya :
Shidiq, Ihsan, Ilham, Fadhil dan Dimas

Api Unggun

api unggun mulai dinyalain sama kak Udi, kak Widodo & kak Edie.
ayoooo, api unggun dimulaiiiii....sayang beberapa anak siaga putri sudah tidur di tenda...

"Mari berjalan-jalan...haiiii...lingkar-lingkaran...haiiii..." ayo cari sahabattt...lingkaran limaaa !!nah lho...ada yang ngga kebagian temen deh.... dan dihukum untuk menulis namanya pakai...pinggulllll....hihi...lutju deh jadinya gaya goyang pinggulnya...

Daffa lagi 'nulis' namanya pakai pinggul, ini huruf...AAAAA...

Acara api unggun diisi dengan acara yang udah disiapin setiap regu. Regu Kancil menyiapkan acara drama 'horor' Suster Ngesot, Regu Cobra acara spontan Sulap...Suliiiiipppp....dan Regu Garuda acara spontan nyanyi Disco Lazy Time...ditambah lagi nyanyi bareng lagu "Surgamu" nya Ungu....waaaah, hebat...kreatif-kreatif semua deh...

Karena waktu udah menunjukkan jam 10 malam, acara api unggun ditutup dan anak-anak disuruh tidur...

Sementara itu para pembina ( kak Udi, kak Lita, kak Widodo ), pak Tri, pak Sigit, kakak2 penegak ( kak Budi, kak Azis dan kak Faqih ) dibantu teman2 dari path finder ( kak Edie, kak Sandra, kak Hotma dan kak Ferry ) menyiapkan acara 'rahasia' jurid malam. Udah ngga rahasia lagi deng, karena anak-anak ternyata udah pada tau smua...hehe...

Tapi anak-anak penggalang ngga pada bisa tidur...semua duduk2 di deket api unggun, cerita-cerita dan makan pop mie....ini saat-saat paling asik nih kalo camping...

Tiba-tiba...

anak-anak penggalang cowok heboh..."Hiiiiii....itu kok pohon pisangnya goyang-goyang ???"

padahal di belakang pohon pisang itu ada pohong pisang lagi, tapi kok ngga goyang-goyang ? hiiiii....sereeeemmmmmm....

Jurid Malam

Nah, ini dia acara yg ditunggu-tunggu !! kedengerannya ini acara yang menegangkan, jalan-jalan malem-malem ngga tau bakal ketemu apa di tiap pos. Anak-anak udah berpikir kalau jurit malam itu = jurig ( hantu ) malam...hehehe...

jam 1 pagi, anak-anak dibangunin...."Bangun...banguunnn....!!!!"

sayang, beberapa anak siaga putra dan putri ngga berhasil dibangunin...ya sutralah...tapi sebagian besar anak bisa bangun dan antusias ngikutin acara jurid malam...

Ada 4 pos yang harus dilewati anak-anak...nyebrang sungai, jalan di pematang sawah dari pos ke pos di tengah malam buta ternyata menghasilkan cerita-cerita seru...

Bagas siaga teladan selalu siap membantu teman-temannya

cerita 1 :

Ada anak penggalang yg tanya sama kak Udi : "Kak, kalau nanti ketemu genderuwo gimana ?"
Kak Udi ( geli, tapi tetep nyantai ) : "Ya...liatin aja genderuwo nya...( *halah* genderuwo kayak apa juga ngga tau gimana bentuknya ya...)"
Penggalang : "Trus, kalo genderuwo nya nggangguin kita gimana, kak ?"
Kak Udi :"Yaaa...bilang aja sama genderuwonya..'hei, sesama makhluk Allah jangan saling mengganggu ya...'"....

cerita 2 :

Dimas & Fadhil emang anak-anak cerdas, bisa ngakalin kakak-kakak nya...
Karena jurid malam nya ngga pakai tanda jejak, mereka cuma dikasih tau aja...
"Abis dari sini, kalian terus ikuti jalan ini, lalu belok kanan ya..."
Dimas sempet jalan...trus dia teriak "Kaaaak, jalannya bener kesini ya, kak ?"
"Iyaa, benerrrr..." trussss...jalan dikit lagi, dia teriak lagi....
"Kaakkk....ini bener ya beloknya ke kanan ??"
Si kakak nyamperin Dimas untuk nunjukkin jalannya...
eh, si Dimas malah...kabuuurrrr....lah, yg penting kan udah ada si kakak yg nemenin dia jalan sampai di situ...hehehe...dasarrrr....

cerita 3 :

Ilham udah setengah ngantuk waktu sampai di Pos 3. Di sini dia dan barungnya dapat tugas untuk 'nyebrangin' kambing, serigala dan rumput, nah, tapiii...susahnya, perahunya cuma bisa muat 1 'benda' aja sekali jalan... 

Kak Edie : "Contoh....serigalanya disebrangin duluan...abis itu apa yang disebrangin ??"

Ilham : "SAPI !!"

Haa ? Sapii ? darimana sapinya muncul ya ?

***

Ada banyak lagi cerita dan kesan-kesan anak-anak waktu jurid malam ini. Jurid malam memang katanya jadi acara terseru nya anak-anak..mereka bangga pula waktu sendal-sendal nya pada ilang di sawah..( lah, sendal ilang kok ya malah bangga ya...haha...)

Bundanya Shafa malah ngga nyangka kalau Shafa bisa ikutan jurid malam... 
Shafa jadi peserta termuda yang ikut jurid malam...hebat deh...

Jam udah menunjukkan jam 3 pagi waktu acara jurid malam selesai...
semua kembali ke api unggun, makan jagung bakar yg udah disiapin sama mas Tikno, dan minum teh hangat yang disiapin bunda Ita & bunda Lilik...

Sekitar jam 4 pagi...ngga kerasa...camp tiba-tiba jadi sepiii....beberapa anak malah bergeletakan tidur di depan api unggun.

Icha dan Shafa tertidur nyenyak di depan api unggun

Tinggal Fidha dan Nadira yang bangun karena semalem udah tidur, ngga ikut api unggun dan jurid malam...

"Kok kita bangun, yang lain semua tidurr ???"

- bersambung -
siap-siap jalan ke air terjuuunnn....!!


 < Aduh, maaf...kak admin tidak sempat menulis lanjutan cerita ke air terjunnya
...>


Blog EntryCatatan camping ke Cidahu ( jaman sms ), bag 1Jul 4, '07 1:07 PM
for everyone

Horeeee...akhirnya, hari yang udah sebulan ditunggu-tunggu sampai juga...

Hari Sabtu, 30 Juni 2007
Sekitar pk.14.30

Lokasi di sekitar Cibinong, pasukan peserta camping berjumlah total 40 orang berangkat dengan 7 mobil pribadi yang di'awak'i kak Udi, kak Widodo, pak Tri, pak Cosmas, pak Ahmad, pak Sigit dan pak Indra.

Suasana perjalanan mirip banget seperti perjalanan waktu berangkat camping pertama. Hujan deressss banged bikin deg-degan dan mikir "gimanaa yaaa keadaan di tempat camping nanti ?"

Yaa...berdoa aja, semoga ngga ada halangan selama perjalanan dan selama camping.

Perjalanan awalnya cukup lancar dan kak Udi memutuskan untuk ngga usah berhenti shalat ashar di perjalanan. Jadi sms 1 dikirim ke 6 mobil lain "Tidak berhenti untuk shalat ashar, langsung menuju batu tapak. Sampai ketemu di sana"

Tapi ternyata....

Macet di tengah perjalanan, jadi sms 2 dikirim "Bersiap-siap berhenti untuk shalat ashar di masjid terdekat, mohon ikuti mobil pak Tri" 

Tapi....lah kok ternyata macetnya macet total.....  dikabarin sama pak Ahmad, bunda Ita dan bunda Lilik di depan katanya ternyata ada truk tabrakan dengan sedan dan terguling menutup setengah badan jalan, sementara waktu untuk shalat ashar sudah mendekati habis , dan perjalanan sudah meleset 2 jam dari jadwal...akhirnya dikirim lah sms 3 "Berhenti untuk shalat ashar masing-masing, dan lanjutkan perjalanan ke batu tapak"

Dan sms plan B dikirim ke bunda Ita "sampai di lokasi, makan langsung disiapkan di kantin saja" ( tadinya plan A makan disiapkan di lokasi perkemahan di bawah bukit ), dijawab oleh bunda Ita "apa boleh bawa makanan sendiri makan di kantin ? itu yang akan aku tanya"   Wah, bunda Ita emang musti diacungin jempol nih, karena menjunjung tinggi etika.

Sekitar pk. 18.30 ( delay 2 jam dari waktu yang diperkirakan )

Mobil bunda Ita dan bunda Lilik sudah sampai duluan di lokasi. Seperti rencana, bunda Ita minta ijin ke pemilik camp area untuk pinjem kantin untuk makan...dan ternyata dijawab "Monggo...monggo...silakan.." hehe, bu Herni dan pak Julius itu memang ramaah banged orangnya...

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di lokasi, perjalanan survey yang cuma menghabiskan waktu 2 jam, ternyata ditempuh dalam waktu 4 jam ! kayaknya lain kali kalau survey musti pakai jam yang sama kali yaaa, biar lebih akurat ngukur waktunya...

Ok....sebagian besar mobil sudah sampai, anak-anak juga sudah pada makan, teman-teman dari Pathfinder juga sudah sampai, tapi kita masih nunggu mobil pak Sigit dan kak Widodo yang belum nyampe.

Sementara nunggu, kak Udi menginstruksikan supaya barang-barang yang dibawa dikumpulkan di halaman.

- bersambung -
hari udah gelap, sementara lokasi perkemahan kita ada 30 m di bawah bukit, dan barang yang harus diturunin banyak banged...gimana nih ??


Blog EntryLomba MasakMay 30, '07 8:48 AM
for everyone

Suatu sore di hari Sabtu...

Seperti biasa para pembina : kak Udi dan kak Lita yang jadi pembina penggalang, bunda Lilik dan bunda Ita yang membina siaga, ngumpul-ngumpul untuk menyusun program bulanan.

Kami memang biasa menyusun program kegiatan latihan anak-anak dengan berbekal buku-buku permainan siaga, buku-buku teknik kepramukaan dan syarat kecakapan umum ( SKU ) siaga dan penggalang.

Dari bulan lalu, kak Udi sudah merencanakan camping liburan..( sebenernya anak-anak penggalang udah nagih dari kapan kapan tuh ). Jadi kepikiran bahwa kali ini anak-anak harus dipersiapkan fisik dan mentalnya untuk camping.

Keluarlah ide itu...
Gimana kalau kita bikin Lomba Masak ??? Tujuannya supaya anak-anak bisa masak sendiri nanti kalau camping.

Semua setuju, ditentukanlah tanggal 20 Mei 2007 acaranya lomba masak.
Tadinya anak-anak penggalang udah dibilangin untuk siap-siap lomba masak nasi tanpa rice cooker !  hehe...tapi kayaknya pembinanya musti latian dulu deh... 

Akhirnya dengan pertimbangan anak-anak (dianggap) masih beginner semua, ngga pada biasa masak. Lombanya dipermudah...

Anak-anak penggalang harus menyiapkan nasi goreng super enak, bersih dan menarik..
Anak-anak siaga harus menyiapkan mie rebus yang enak banget, bersih dan menarik juga..

Waaahhhh....ngga nyangka semua antusias untuk ikut lomba masak.
Sehari sebelumnya, Dimas (8) masih sibuk cari-cari kompor ke tetangga sebelah...

Sementara regu gabungan Kancil & Garuda sudah bagi tugas, cari resep lewat internet, sampai latihan bikin nasi goreng di rumah.

Kompor pramuka

Kak Udi dan kak Lita puter otak, gimana caranya supaya kompor bisa disiapin sama pembina. Dasar otak pramuka, ide muncul waktu di Carefour. Tadinya sih niat cari2 kompor gas 1 api, tapi lah kok harganya maharani. Jadi kak Udi beli 1 botol spiritus aja. Nanti rencananya bakal dituang di kobokan, dan dipasangin batu-batu di sekelilingnya untuk naruh wajan...

Sampai di rumah, ide di kepala dipraktekin..

Cetakan kue kecil2 dikasih kapas, lalu dituang spiritus secukupnya, trus dibakar...whoala...jadi kompor deh... tinggal dikasih batu-batu conblock di sekelilingnya...Jadi sabtu sore itu diuji coba bikin mie rebus dan nasi goreng..

Persiapan

Kriteria penilaian sudah disiapkan, bahan-bahan semua disiapkan pembina.
Nasi, mie, telur dan segala macem bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, garam, gula putih, gula merah, kecap, minyak goreng, mentega sampai ke daun bawang, daun slada, timun, tomat, kunyit, laos, daun salam, sereh dan daun jeruk juga.

Semua disediain pakai sistim 'warung'. Jadi anak-anak 'belanja' ke warung bahan-bahan kebutuhan mereka secukupnya..

"Sesuai kebutuhan ya, jangan sampai berlebih" kata bunda Lilik.

Suasana lombanya memang mengasyikan sekali...kebayang ngga sih anak-anak siaga yang baru kelas 1,2,3 SD udah bisa masak sendiri tanpa bantuan sama sekali. Shafa (6) bahkan sudah bisa bikin telur ceplok sendiri ! Kerennn... 

Adik-adik penggalang yang sebagian besar cowok itu mulai mengupas bawang, dan ngulek bumbu, regu yang lain karena kurang persiapan harus terbirit-birit pulang cari piring dan pisau dulu..hehe...tapi secara keseluruhan acaranya fun banget..

Juri nya ada 6 : kak Retno ketua mabigus, kak Lilik, kak Ita, kak Lita, dan kakak-kakak penegak kak Budi dan kak Faqih yg khusus dateng utk jadi juri..
Yang dinilai adalah kerjasama, kerapian, rasa dan cara menyajikan yang menarik.. 

Tapi lho kok...kak Retno senyum-senyum waktu liat ada ketumbar dan daun jeruk masuk juga..hehe...ini mau bikin nasi goreng apa soto ya kira2...atau mungkin nasi goreng rasa soto...yang jelas bunda Ita terpesona banget sama rasanya...
"Rasa baru yang berani" komentarnya...

Inilah hasil masakan siaga...mie rebus istimewa super enak !
Hmmmmm....yummmyyy...meskipun telur mata sapinya matanya berantakan, tapi hebat ya, aku beneran kagum lho sama anak-anak ini...


Buat kami, para juri, semua barung dan regu punya kelebihan masing2. Meskipun namanya lomba tetap harus ada yang menang dan ada yang kalah. Sebenarnya kalau ngeliat prosesnya sih semuanya juara, terbukti dari hasil penilaian yang cuma beda2 tipis.
Tapi yang jelas, tujuannya untuk melatih anak-anak untuk jadi mandiri tercapai...

...Serbuuuu....serunya menikmati hasil masakan sendiri...


Blog EntryCamping ke Cibodas ( Tamat )May 29, '07 9:08 AM
for everyone
Bagian terakhir dari 3 bagian

Acara pagi ini agak meleset dari jadwal semula karena anak-anak baru tidur jam 3 pagi…
Jadi rencana mau masak-masak mie bareng anak-anak untuk sarapan dibatalkan, kak Udi memutuskan untuk cari sarapan keluar sambil jemput Dimas dan kak Budi dari villa.

Kak Udi dan aku menitipkan anak-anak ke ayah bunda Lui sementara kami ‘ngebut’ cari sarapan…Jam sudah menunjukkan pk 7 pagi waktu kami sampai di camp lagi.
Anak-anak sudah menunggu dan kelaparan..
Hmmmm…kayaknya udara dingin membuat perut keroncongan mulu ya..
Ayah bunda Lui menemukan ‘harta karun’ snack dan roti yang ngga ketauan siapa pemiliknya untuk dimakan bareng buat ngganjel perut..
( kayaknya anak-anak ngga packing barang2 bawaannya sendiri kali ya sampai ngga tau apa aja bawaannya…qqqq )

Selesai sarapan, kami semua berangkat ke camp pathfinder.
Perbekalan dan baju kering dibawain sama kak Udi dan ayah Lui.

Petualangan dimulai...

Tantangan 1 memanjat 'dinding' sungai..

Tantangan 2 masuk ke air terjun...

Sesudah dijeburin...brrrr...airnya dingiiinn bangeet...

Ternyata anak-anak belum puas dengan petualangan hari ini, dan minta nyebrang sungai lagi. Namanya anak-anak emang balik lagi ke basicnya…doyan banget main air !
Apalagi ngeliat air sungai yang jernih…waaaa….ngga tahan buat nyemplung lah..

Judulnya sih nyebrang sungai, tapi sesudah sampai ke sebrang dan disuruh naik ke darat…adaaa aja alesannya…


“Kak, sandalnya ketinggalan di sebrang sana…diambil dulu yaaaa….”
( padahal sih ada jembatan buat nyebrang, tapi kok ya balik lagi lewat sungai buat ngambil sandal nya…)

“Ayo naik…naik…!”
Ngga ada yang ‘denger’ ? Bimo mengaku denger sih, cuma kan masih asik, dia bilang.
Cuma Rizki satu-satunya yang naik ke darat, tapi cuma untuk bilang “Masih boleh nambah 5 menit lagi ngga ?”
Hehe…ya udah…
“5 menit lagi !!!!”

Kak Sheila, kak Edi, dan kak Fredy yang nemenin anak-anak pamit disini karena mereka ada acara pelantikan pembina pathfinder.

Akhirnyaaaa….anak-anak mau juga diajak 'mentas'…
Mereka kagum dengan kejernihan air sungai.
Baru nyadar, bahwa seharusnya kalau sungai itu dijaga kebersihannya, ngga jadi tempat sampah raksasa, akan seperti ini jadinya..

Kami semua pulang menuju camp pramuka.
Anak-anak ganti baju di camp, dan bersiap-siap untuk dilantik.

Pelantikan Calon Anggota Pramuka

Rasa syukur, haru dan bangga bercampur aduk ketika anak-anak siaga dan penggalang mengucapkan janji Dwi Satya dan Tri Satya dengan sepenuh hati.

Sebagian anak-anak ini sebenarnya sudah ikut ekskul pramuka di sekolahnya. Tapi berhenti, karena menurut mereka kegiatan pramuka itu ngga menarik dan membosankan.
Ada juga yang hanya pakai seragam pramuka setiap hari sabtu di sekolahnya, jadi memang sudah punya dasi pramuka.

Tapi mereka mengakui bahwa dasi merah putih yang dipakaikan sekarang, sesudah melewati berbagai macam rintangan dalam kebersamaan…survive di tengah hujan deras, jurit malam, memanjat dinding dan berbasah-basah di air terjun...ternyata memberi nilai yang berbeda.

Ada kebanggaan menjadi anggota pramuka, dan sesudah mengalami ini semua mereka melihat pramuka sekarang dengan ‘kacamata’ yang berbeda..
Dasi merah putih ini ngga dilepas-lepas sampai di rumah sesuai pesan kak Udi..

Ya, dimana lagi anak-anak bisa belajar life skills dan memupuk rasa nasionalisme mereka selain menjadi pramuka ?

Jam 10 pagi, kami membereskan camp dan bersiap-siap untuk pulang.
Teman-teman pathfinder datang untuk berpamitan dan berfoto bersama.


Alhamdulillah…
Berkat dukungan dari semuanya…tokoh masyarakat dan ‘sesepuh’ di griya depok asri, para orangtua, teman-teman pathfinder, dan juga doa dari sahabat-sahabat blogger, acara peresmian kegiatan pramuka masyarakat pertama di kota Depok berjalan dengan lancar dan sukses…

Terimakasih banyak ya, temans..
Semoga kegiatan ini bisa berjalan, berkembang terus dan bisa memberikan manfaat untuk generasi muda kita ya...amin…

Waktu aku sampai di depok lagi..
Anak-anak sudah menunggu di pelataran masjid.
Farah dan Litya menyambutku dengan semangat “tante Lita, ayoooo, kapan kita camping lagii ? Tapi di tempat yang lain lagi yaaaa..”

Memang ngga kedengeran lagi “Agh, tau gini aku ngga bakalan mau ikutan camping !!”

Baca juga :
Camping ke Cibodas ( Bag 1 )
Camping ke Cibodas ( Bag 2 )

*ditulis bunda Lita di Housewife's Life sebelum blog ini dibuat


Blog EntryCamping ke Cibodas ( Bag 2 )May 29, '07 9:07 AM
for everyone

Cerita ini sambungan dari cerita sebelumnya.
Lebih seru bacanya kalau ngikutin dari awal cerita.
Jadi disarankan untuk baca cerita
“Camping (part 1)” nya dulu ya

Jaket, jilbab, celana jeans dan tasku sudah basah semua..
Aku ngga tau kapan aku membuka jas hujanku, aku cuma ingat aku membuka jas hujanku untuk dipakai Lui waktu dievakuasi.

Sampai di camp, aku masuk ke tenda anak perempuan..

Anak perempuan yang ikut cuma 2 orang tapi hebat2 !
Mereka menunggu-nunggu aku, kedinginan, karena jaket dan jas hujannya juga basah waktu bantuin mendirikan tenda, dan cuma punya baju kaos ganti tangan pendek...

Farah (12) bawa sleeping bag tapi basah, Litya (10) malah ngga bawa selimut dan sleeping bag karena mamanya bilang ngga usah...ngeberatin aja...

Untungnya aku bawa kantongplastik sampah ekstra large cukup banyak, bisa dipakai untuk mengalasi.

Aku keluar lagi cari selimut untuk Farah dan Litya di backpack mas Udi yang disimpan di salah satu tenda anak cowoq. Di sana, anak-anak cowoq lagi pada bete karena belum ngantuk dan ngga tau mau ngapain..

Tapi Agsa dan Raihan (9) sudah bersiap-siap mau tidur.
“Agsa bawa selimut ?”
“Bawa, ada di tas”
Aku bongkar tasnya...ketemu sama selimut “Bob the builder”
Tapi...lhooo..apa ini ? Kok ada obat puyer ? Agsa sakit ?
“Iya, sakit batuk pilek. Tapi udah mau sembuh.”
Ya ya ya aku jadi inget, bundanya Agsa bilang, Agsa masih minum obat waktu mau berangkat..
“Kalo gitu Agsa minum obat dulu yaa..”
Jadi aku kasih obat untuk Agsa dulu dibantu sama Raka (12) yang meracik obatnya..

Lagi-lagi aku takjub dengan anak-anak ini.
Mereka sangat mandiri, ngga cengeng, ngga manja, dan peduli dengan orang lain.

Sesudah beres, aku balik ke tenda anak perempuan bawa selimut..
Mulai deh perutku terasa kruyuk-kruyuk kelaparan..
Aku makan ditemenin Farah dan Litya yang mengaku sudah menghabiskan nasi bungkusnya yang berisi nasi, ayam bakar dan lalap daun singkong, tapi ternyata masih laper juga...hehe..kan masih pertumbuhaann..

Alhamdulillah...
Kemudahan 1 : akhirnya hujan mulai reda, udara mulai terasa enak..
Sebagian anak malah sudah tidur nyenyak di dalam tenda, termasuk Farah dan Litya yang tadi sesudah makan aku suruh “berselimut berdua jangan dibuka2 supaya hangat”

Ngga lama..
Kemudahan 2 : kakak2 pathfinder kak Sheila, kak Sandra, kak Edi dan kak Fredi ngajak api unggun di camp mereka.
Waaahhhh, senangnyaaa...semua langsung semangat !
Yaaa...apalagi yang ditunggu kalau camping kalau bukan api unggun !
Anak-anak (kecuali Bagas (8), Rizki (11), Farah dan Litya yang sudah pada tidur susah dibangunin..hehe) langsung berangkat ke camp pathfinder di pinggir danau.

Aku nunggu mas Udi balik dulu dari villa.
Tapi ngga lama sih, pas mereka berangkat, mas Udi muncul bawa jagung..
Basah, dan kelaparan ngajak cari makan mie di warung...hehe...

Surprise !!
Sesaat sesudah anak-anak berangkat.
Muncul Lui dianter ayah bundanya dalam kondisi sehat…segar bugar…dan ceria !
“Kami paksa dia balik kesini”, kata ortunya…

Api Unggun

Kami semua langsung berangkat menyusul ke tempat api unggun menenteng jagung..
Sampai di sana ‘say hi’ sama teman2 pathfinder yang lain.
( Kalau ngga salah ada 17 anggota pathfinder yang sedang camping disana )
Lui langsung bergabung dengan teman2nya.

Nyanyi lagu standar 'Pak Gendut'...ada yang inget lagunya ngga ?
Sool sol fa mi sol do re mi mi mi re do
Pak Gendut punya tahi lalat gede 3x
Di atas hidung nyaa...

Trus gimana kalau dihilangkan satu persatu kata nya tinggal…”pak…tahi…nya…”
Haha…anak-anak mulai seneng dan ceria…

Mas Udi yang kelaparan ngajak cari makan di warung terdekat..hehe..perkemahan cibodas mah enak, banyak warungnya…Ortunya Lui diajak juga tapi menolak karena sudah makan katanya.

Waktu lagi nunggu pesenan mie rebus, bandrek dan kopi, ortunya Lui bergabung, katanya mereka ‘diusir’ sama Lui dari sekitar api unggun…haha…
Habislah 3 mangkok mie rebus, 4 gelas bandrek, dan 8 pisang goreng plus bala-bala hangat sambil cerita-cerita inget pengalaman waktu camping jadul…

Sesudah acara api unggun sebenarnya ada acara jurit malam.
Tapi berhubung jam sudah menunjukkan jam 12 malam waktu acara api unggun selesai, mas Udi memutuskan untuk membatalkan acara jurit malam.

Tapi apa reaksi anak2 waktu denger mau ada jurit malam ?
“JURIT MALAM ?? MAUUU DONG…MAU DOONG!!”
Hehe….*enthusiasmmodeon*

Kami semua balik dulu ke camp pramuka..
Anak-anak yang tadi tidur ketinggalan acara api unggun dibangunin untuk jurit malam.
Agsa bingung, antara pengen ikut tapi udah ngantuk. Tadi dia sempat menikmati acara api unggun, dan sempat minta dihukum waktu bikin kesalahan dalam permainan..:))
Akhirnya mau juga dibujuk untuk tinggal di tenda sama mas Tikno.

Camp kami masih gelap dan dingin…
Mas Udi memutuskan untuk bikin api unggun juga di camp kami.
Tapi gimana nih ? mas Udi dan aku harus ikut jaga pos di jurit malam.

Kemudahan 3 :
ada ayah bunda Lui yang mantan ‘camper’ di sini, bisa minta tolong ayah Lui untuk bikin api unggun…

Jurit Malam

Jam 1 pagi, kakak2 pathfinder sudah datang ke camp pramuka untuk memandu acara jurit malam

Anak-anak dibagi dalam 3 kelompok..
Bawa senter, celana digulung selutut, pakai sandal jepit, mencari jejak, melintasi sungai (konon 'menghabiskan' 5 pasang sandal hanyut di sungai) , mendapat tugas sederhana di 3 pos yang dilewati..

Sampai di pos kami, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab, salah satunya..
“Menurut kalian, apa manfaat jurit malam ini ?”
Mereka menjawab
“Untuk melatih keberanian, kemandirian dan kerjasama”

Balik ke camp pramuka, jam sudah menunjukkan hampir jam set 3 pagi !
Api unggun sudah menyala..
Ayah Lui dan mas Tikno malah sudah asyik bakar jagung…

Suasana mulai hangat…anak-anak senang dan semangat…
(Sayang gitar ngga kebawa, jadi ngga bisa nyanyi “tong tong tong tong makitong-kitong”…kekeke..)

Jam 3 pagi, satu persatu anak-anak masuk ke tenda masing-masing..
Jam set 4 pagi tenda anak-anak sudah sepi, aku, mas Udi, ayahbunda Lui juga masuk tenda.

Kemudahan 4: tinggal mas Tikno yang ngga tidur, mau jaga malam di luar…

Udara menjelang subuh memang biasanya dingin menggigit tulang..
Jam 4 subuh, mas Tikno ngasih tau ada yang nangis di tenda sana…
Ternyata Raihan yang nangis kedinginan ngga bisa tidur karena celananya basah.
Langsung dipeluk mas Udi, digosok minyak kayu putih, dan diselimuti.

Ayah Lui ngecek ke tenda yg lain, dan mendapati Nanda (11) juga ngga bisa tidur kedinginan.
Keluarlah aku, mas Udi, ayahbunda Lui nemenin Nanda ngumpul lagi di depan api unggun.
Mas Udi ‘memanggang’ sepatu-sepatu anak-anak yang basah semua di sekeliling api unggun..

Jam set 6 pagi !
“BANGUUNNN...BANGUUNNNN...” mas Udi teriak mbangunin anak-anak supaya shalat subuh..
Dijawab sama mas Tikno dari dalam tenda “Baru juga mau tidur, paak..” wakaka..
“BANGUUNNNN...BANGUUNNNN...kecuali mas Tikno…TIDURRR…TIDURRR”

Kami sangat bersyukur, sesudah menghadapi berbagai kesulitan, kami diberi kemudahan-kemudahan...udara yang cerah terus, teman-teman pathfinder yang sangat membantu ( big thanks to kak Edi dan kawan2..;), ayahbunda Lui yang datang pada saat yang dibutuhkan, dan mas Tikno yang selalu siap membantu dan sangat perhatian dengan anak-anak..

Alhamdulillah...malam ini dilewati dengan meninggalkan kesan yang sangat menyenangkan di hati anak-anak...insya allah kesan pertama ini akan terbawa terus sampai mereka besar nanti..

Hmmm…gimana acara pelantikan anak-anak hari ini ya ?? Kak Udi dan kak Edi udah punya rencana yang lebih seru nihhh....!!
-to be continued-

*ditulis oleh bunda Lita di Housewife's Life