pramuka's posts with tag: kegiatan penggalang

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kegiatan penggalang
Photo AlbumCamping Remaja 28 - 29 Juni 2008 (27 photos)Jul 8, '08 2:05 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Ini dia perkemahan pertama buat para remaja perumahan Griya Depok Asri !
Kali ini penggalang berkemah dengan teman2 remaja yang tinggal di Perumahan Griya Depok Asri.

Wah, seru dong...:)

Tak kurang dari 35 peserta remaja putra putri usia 11 – 16 tahun ikut berpartisipasi dalam perkemahan yang berlokasi di Camping Ground, Batu Tapak, Desa Cidahu, Sukabumi

Acara diisi dengan kegiatan ice breaking untuk lebih saling mengenal, dan beberapa permainan untuk membangun kekompakan regu.

Salah satu nya adalah tugas untuk “membuat makhluk yang punya kelebihan” dengan materi tusuk sate dan kain majun yang diberikan, sekaligus mempresentasikan hasilnya.

Subhanallah, semua regu ternyata sangat kreatif !
Dan sebagian besar ternyata membuat MANUSIA sebagai mahkluk yang paling hebat atau dengan kata lain, mereka mengakui bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan latihan drama masing2 regu, yang sebenarnya rencananya akan ditampilkan pada acara api unggun ( tapi ternyata tidak bisa dilaksanakan karena sudah terlalu malam ).

Sesudah makan malam, acara dilanjutkan dengan Jurit Malam, berjalan berdua dalam gelap mencari jejak menyusuri route dan menyelesaikan masalah di beberapa pos yang sudah disiapkan. Tujuannya adalah untuk melatih mental agar menjadi berani, tidak mudah berputus asa dan dalam kegelapan malam yang cukup mencekam, diharapkan para remaja tersadar akan pertolongan Allah.

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam ketika seluruh peserta berkumpul kembali di lokasi perkemahan untuk mengikuti acara api unggun.

Acara hari ke-2, dimulai dengan shalat subuh, masak dan sarapan bersama, dilanjutkan senam ‘kebangkitan’ supaya semua peserta bersemangat memulai kegiatan hari ini. Kegiatannya adalah trekking atau berjalan ke air terjun menembus hutan pinus yang tidak jauh dari lokasi perkemahan.

Alhamdulillah, seluruh acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Di akhir acara, beberapa peserta terbaik memberikan kesan2 dan pesan2 nya antara lain ingin diadakan lagi acara seperti ini untuk melatih kemandirian, juga ada yang ingin acaranya diadakan lebih lama dan diadakan di tempat yang berbeda.

EventPerkemahan Remaja Jun 25, '08 8:49 PM
for everyone
Start:     Jun 28, '08 7:00p
End:     Jun 29, '08
Location:     Batu Tapak, Desa Cidahu, Sukabumi

Perkemahan untuk remaja yang pertama kali diadakan ini adalah kegiatan mengisi liburan untuk para penggalang bergabung dengan remaja di perumahan Griya Depok Asri.

Blog EntryYang Muda Yang Memperingati Maulid NabiMar 24, '08 10:52 AM
for everyone

Segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Penguasa alam semesta.  Sungguh tiada habis-habisnya Allah SWT melimpahkan kasih dan sayang kepada kita semua. Semoga kita termasuk hamba-hambanya yang tahu berterimakasih dan senantiasa berada dalam jalan yang diRidhoi olehNya.

 

Pada tanggal 12 Rabiulawal 1429 H atau tepatnya pada tanggal 20 Maret 2008 mesjid Al Mukhlishun, mencoba menggalang para remaja disekitar mesjid untuk bersama-sama mengenang Tauladan kita Rasulullah SAW dan mengenali kepribadiannya lebih dalam lagi. Alhamdulillah sebanyak kurang lebih 75 remaja hadir dalam acara ini.

 

Penyelenggaraan ini khusus dikemas bagi para remaja dengan mengundang pembicara Uztad Bendri yang telah berpengalaman berdakwah dikalangan remaja dan ESQ asuhan bapak Ary Ginanjar Agustian yang telah banyak mengembangkan pelatihan Kepemimpinan berbasis Ihsan, Iman dan Islam dengan memanfaatkan teknologi canggih. Kali ini diwakili oleh Kak Hikmat dan Kak Deni.

 

 

Dengan mengambil tema “Mengenal lebih dalam Pribadi Rasulullah SAW” kedua pembicara tersebut berhasil memukau para remaja yang hadir bahkan disesi ESQ tidak sedikit yang menangis mengenang begitu besar jiwa dan perjuangan Rasulullah dalam menjalankan tugasnya sebagai Rasul Allah.

 

Acara diakhiri dengan shalawat bersama kepada Rasulullah dan kemudian shalat dzuhur berjamaah.

 

Para pengurus Mesjid Al Mukhlishun berharap dengan terselenggaranya acara ini mendapatkan ijin dari Allah SWT untuk membuka hati kita semua khususnya para remaja untuk menyadari betapa Allah telah menyempurnakan agama lengkap dengan tauladannya yaitu Nabi Muhammad SAW.  Semoga di masa yang akan datang yang muda yang beragama semakin dapat mengeluarkan potensinya.   Amin ya Robbal Alamin.

 

Melengkapi kesempurnaan Rahmat dan Ni’mat Allah pada hari itu, adalah kenyataan dimana acara disiapkan dan dilaksanakan oleh para remaja yang tergabung dalam Pramuka Penggalang Griya Depok Asri yayasan Al Mukhlishun. Mereka juga menampilkan deklamasi yang dikombinasikan dengan menyanyi bersama menceritakan secara ringkas riwayat Rasulullah SAW yang juga mendapatkan sambutan tepuk tangan yang meriah dari para remaja yang hadir. Suatu perkembangan yang patut disyukuri dimana sebelum mengikuti Gerakan Pramuka mereka adalah remaja-remaja yang pasif.


Blog EntryOne World One LanguageMar 5, '08 10:06 PM
for everyone

ONE WORLD ONE LANGUAGE
MORSE IS THE LANGUAGE


Sejarah Morse

1837 - Telegraph     oleh Samuel Finley Breese Morse
1876 - Telephone    oleh Alexander Graham Bell
1894 - Radio          oleh Guglielmo Marconi

Mengingat Bunyi RR 2735 adalah :


"Barang siapa yang akan mengoperasikan Peralatan Station Amatir Radio, harus dapat membuktikan kemampuannya, untuk mengirim dengan secara cermat dan dapat menerima dengan alat pendengarannya, berita di dalam kode morse"

Morse digunakan karena :

1. Morse adalah Cikal Bakal Komunikasi
2. Morse dapat menembus dunia walaupun keadaan sulit
3. Morse hanya memerlukan watt yang kecil
4. Morse dapat membentuk komunikasi yang disiplin, cekatan, waspada
5. Morse adalah bahasa yang universal

Teknik / cara belajar morse :

1. Menerima
   a. konsentrasi penuh
   b. mendengar
   c. mengenal bunyi
   d. mengenal nada / irama

2. Mengirim
   a. konsentrasi penuh
   b. mengenal huruf, tanda baca, angka dan singkatan
   c. mengirim dengan WPM ( Word Per Minute ) yang konstan
   d. rapi
   e. teratur
   f . berurutan

Dasar dari Kode Morse/CW ( Continuous Wave ) adalah DID & DAH yaitu . & - ( titik dan garis ).

Apabila kita sudah bisa membedakan antara bunyi ketukan Did & Dah dengan fasih, maka barulah kita dapat melakukan kombinasi ketukan lainnya.

Jadi dalam hal ini kelompok :

E I S H ( . / .. / ... / .... )
TMO    ( - / - - / - - - )

Ingat :
Mempelajari Kode Morse berarti kita sedang mempelajari / melafazkan bahasa baru, bukan mengingat- ingat kumpulan nada panjang dan pendek ( . & - ).

Mulailah dengan cara penulisan yang cepat secara santai dan konsentrasi pada nada / irama yang sedang diketuk, jangan sekali-kali mencoba untuk menebak atau meramalkan huruf-huruf yang akan diketuk berikutnya, atau membaca ulang apa yang telah kita tulis sebelumnya tapi simak dan konsentrasi pada ketukan berikutnya.

Bila salah satu huruf yang sedang diketuk tidak dapat kita terima / ingat, lupakan, tinggalkan dan jangan dipikirkan huruf yang kita tidak dapat tadi, tapi konsentrasi pada huruf berikutnya. Karena apabila kita masih mengingat-ingat huruf yang kita tidak dapat tadi, maka kita akan tertinggal karena sementara kita berfikir, ketukan tidak akan berhenti dan terus berjalan.

Materi pengenalan kode morse
Pramuka Griya Depok Asri
Oleh : Kak G Jellani ( YB1GJS )


EventSurvival PenggalangMar 4, '08 11:29 PM
for everyone
Start:     Mar 21, '08
End:     Mar 23, '08
Location:     Gunung Bunder - Jawa Barat
Apakah bisa survive di gunung hanya dengan berbekal beras ?

update hari ini rabu, 19 maret 2008.......survivalnya batal ! :(

Blog EntryIntroduction to Manga ClassJan 17, '08 11:16 PM
for everyone

Melalui kegiatan pramuka, anak-anak dan remaja memang mendapat kesempatan yang luas untuk belajar banyak hal.

 

Ketika mereka mungkin belum mengetahui bakat atau potensi diri yang dimiliki, kakak2 pembina PGDA selalu berusaha memberi kesempatan kepada mereka.

 

Seperti kegiatan hari Minggu, 13 Januari 2008 lalu, Kak Fara dari ViCom berkenan datang untuk membagi ilmu membuat komik Manga untuk adik-adik siaga dan penggalang PGDA.

 

Mula2 Kak Fara meminta adik2 siaga untuk menggambar apa saja..

 

 

Glllkkk…sebagian besar ngga tau musti nggambar apa. Ilham mendingan disuruh masak daripada disuruh ‘menggambar apa saja’  tapi ngga usah khawatir, di sini ngga ada pemaksaan dan pemberian nilai...

 

Icha, Dafa, dan Shafa serius mendengarkan masukan dan ide-ide yang diberikan Kak Fara untuk gambar yang sudah mereka buat.

 

Masing-masing anak memang mendapat ‘personal touch’ dari Kak Fara. Dan Kak Fara juga memotivasi adik-adik dengan menunjukkan gambar2 yang belum selesai untuk mereka selesaikan sesuai dengan daya imajinasi mereka.

 

Pada akhirnya, semua berhasil menggambar sesuatu..!!  termasuk Ilham...

 

Untuk adik-adik penggalang, Kak Fara menyampaikan materi yang berbeda.

Mereka sudah belajar membuat mata, hidung..

 

Mulut, telinga, rambut sampai akhirnya menjadi sebuah kepala..

 

Waaaa…hhhh…cantik bangett !! Kak Fara jago banget !!

Menurut Kak Fara, untuk menggambar komik, kita harus memiliki pengetahuan juga tentang fashion, gaya rambut, bangunan, karakter dll.

 

Wah, seru juga ya..

Tapi Kak Fara ngga tiba2 jadi jago gambar lho..Kak Fara memang senang menggambar sejak kecil, lalu mengasah terus hobbynya itu. Dan siapa sangka Kak Fara sekarang bisa berdiri di sini untuk membagi lagi ilmunya pada adik2 PGDA, padahal Kak Fara itu mahasiswi UI jurusan kriminologi lho…ngga nyambung kan ?? J

 

Kak Udi menambahkan, apapun yang dilakukan, lakukanlah dengan penuh kesabaran dan ketekunan agar bisa membuahkan hasil kelak.

 

Alhamdulillah, 1 lagi ketrampilan yang sudah dipelajari adik-adik siaga & penggalang hari ini..

Terimakasih banyak untuk Kak Fara !!


Blog EntryPetualangan Dasa Darma 2 (LDK 23-25 Dec 2007)Dec 27, '07 8:34 AM
for everyone
Tumpukan sampah telah mengecoh para penggalang sehingga mengabaikan petunjuk peta yang diberikan. Maka tersasarlah dua tim penggalang dan tidak dapat menyelesaikan penjelajahannya.

Sebenarnya petunjuk peta sangatlah jelas namun kebiasaan berada dilingkungan bersih telah mengajarkan mereka untuk menghindari sampah. Tak ada yang salah dengan hal ini karena sampah memang sarangnya penyakit. 

Satu tim lainnya lolos dari tes ini dan mencapai pos 1 tanpa kesalahan meski pada mulanya ragu pada jalan mana yang harus ditempuh, untung mereka sempat mem”print” petanya sehingga dia bisa mencapai pos 1 segera. Acung jempol untuk tim yang lolos tahap ini dengan baik.

Untuk kedua tim yang tersasar mereka tidak rela untuk dinyatakan gagal, setelah tahu kesalahannya mereka memutuskan untuk kembali melanjutkan penjelajahan. Acung jempol juga dengan semangat mereka yang pantang menyerah.

Begitulah cuplikan dari kisah petualangan Dasa Darma 2 yang mengesankan.

Petualangan ini telah dirancang dengan serius oleh kak Rangga ( dari Forum Tunas Kelapa's Lounge ) bersama teman2nya dan dapat dibilang sebagai petualangan yang memiliki nyawa, nyawa Dasa Darma no2, cinta alam dan kasih sayang sesama.

Para penggalang diarahkan untuk melihat suatu dunia yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yaitu memasuki daerah padat penduduk dengan berbagai permasalahannya dimana rumah-rumah berimpitan dan menyisakan lorong-lorong sebagai sarana jalan mereka. 

Dengan bertualang didalamnya para penggalang dibuat merekam banyak hal yang pada intinya menyentuh kepedulian mereka terhadap keadaan masyarakat dan lingkungannya terutama masalah sampah.

Di akhir perjalanan mereka diminta untuk mencari binatang-binatang yang dilindungi dari kepunahan. Betul-betul petualangan yang mengesankan.

Lokasi yang dipilih adalah perkampungan antara Jl Cihampelas dan Taman Sari, Bandung Utara. Rute perjalanan digambarkan dalam potongan-potongan peta buta yang diawali dengan peta yang harus didapatkan setelah para penggalang login ke situs tunas kelapa (www.pramuka.forumotion.com).

Tentu saja semua itu menjadikan perjalanan sebagai suatu misteri yang mendebarkan. Perjalanan dari pos ke pos tidak luput dari tugas-tugas yang menantang seperti, mengolah sampah menjadi cindera mata, mewawancarai penduduk setempat, memecahkan sandi rahasia serta persoalan-persoalan lainnya.

Tidak sedikit juga mereka mengalami hal-hal yang lucu-lucu, seperti mewawancarai orang yang ternyata gila, salah pos , dll. Berangkat dari bumi perkemahan,di Jl. Sangkuriang 42, pukul 9:00, Penjelajahan akhirnya selesai pukul 15.00. Harusnya  ini merupakan penjelajahan yang melelahkan, berjalan kaki selama +/- 6 jam tidak mengurangi keceriaan  mereka bahkan mereka masih saja penuh canda tawa di akhir perjalanan.

Sungguh ini suatu petualangan tak terduga dan sangat berharga dimana banyak pelajaran mengenai kemanusiaan dan kecintaan terhadap lingkungan serta fauna Indonesia yang dapat diambil. Tidak hanya para penggalang yang memetik pelajaran dari kegiatan ini para pembina Pramuka Griya Depok Asri (PGDA) pun memetik hikmah dari penjelajahan ini.

Petualangan dapat dilakukan dimana saja dan tidak ada yang tidak bisa, semua bisa diolah menjadi hal yang bermanfaat. Sungguh kegiatan ini sangat menginspirasi dan untuk selanjutnya akan dijadikan role model bagi perkemahan2 kota di masa yang akan datang.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh tim yang terlibat, kak Rangga, kak Egi, kak Asep, kak Banung, kak Gunawan, kak Mita, kak Opie, kak Arum, atas karya yang indah ini.

Bukan hanya kisah petualangannya saja yang kami dapatkan tetapi juga kedekatan seperti saudara dengan kalian semua. Semoga apa yang telah diupayakan ini dapat terus berkembang menjadi amalan baik yang membawa generasi muda kepada kebangkitan umat Indonesia yang bertaqwa. Amin.


ddd
dThumbnaild
ddd


Ini dia liputan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan a.k.a Survival Kota Penggalang PGDA yang berlangsung dari tgl. 23 -25 Desember 2007.

Kegiatan ini adalah kegiatan pertama khusus penggalang PGDA, tidak dengan siaganya. Kali ini PGDA bekerjasama dengan kak Rangga dari Tunas Kelapa's Lounge ( www.pramuka.forumotion.com )

Petualangan dimulai dari Depok berangkat naik bis umum MGI jurusan Depok - Bandung dari terminal Depok sampai ke terminal Leuwipanjang Bandung.

Naik bis umum antar kota adalah pengalaman pertama untuk semua penggalang PGDA. Perjalanan didampingi pembina pendamping kak Putri yang mendapat pesan untuk "tidak mengintervensi apapun yang dilakukan peserta !".

Sesudah berhasil sampai di Bandung dengan selamat, tugas berikutnya adalah mencari seseorang bernama kak Rangga di Taman Ganesha ITB Bandung dengan kode password tertentu.

Kak Rangga akan memberi beberapa tugas yang harus diselesaikan di antaranya belanja kebutuhan makan malam di Pasar Simpang Dago sambil menuju ke base camp di Jl. Sangkuriang.

Petualangan hari 1 saja sudah menghasilkan banyak banget cerita seru, lucu, heroik dan mengesankan...Photobucket
Bisa dibaca di Tunas Kelapa's Lounge..

Malam harinya kami kedatangan special guest Kak Hendro Prakoso, member milis pramuka. Wah, senangnyaaa...!!! kak Hendro berbagi cerita mengesankan sewaktu blio mengikuti perkemahan memperingati 100 tahun kepanduan di Brownsea Island, Inggris. Adik-adik dengan antusias melihat foto2 yang dibawa kak Hendro..

Kak Hendro hadir bersama ( mantan ) mistery guest kita, kak Rangga yang akan berkoordinasi dengan kakak pembina PGDA untuk kegiatan petualangan hari ke 2.

Sesudah perjalanan yang melelahkan di hari 1 ( "kaaak, gempor, kaak, cape bangettt !!" ), paginya sesudah shalat subuh ternyata adik-adik sudah 'on' lagi, antusias untuk mengikuti petualangan menjelajah kota Bandung.

Tema hari ini adalah dasadharma 2 "Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia"

Tim kak Rangga merancang petualangan hari ini dimulai dari ke warnet, mencari peta buta rute perjalanan yang harus dicari di forum TKL lewat internet.

Dengan berbekal peta menuju pos 1, mereka harus melewati tumpukan sampah, dan mendapat tugas untuk membuat kerajinan tangan dari sampah, mewawancarai warga mengenai sampah, dan menuju ke pos 2 dengan memecahkan sandi terlebih dahulu.

Di pos 2, mereka diberi tugas memecahkan masalah2 'out of the box' yang melatih cara berpikir kreatif, kemudian menuju BonBin untuk mencari hewan2 langka yang dilindungi yg daftarnya diberikan dalam bahasa latin.

Regu Insan dan regu Farah sempat tersesat ngga sampai ke pos 1 dan 2, tiba-tiba muncul di pos 3 !! Wah, tapi tetap semangat ya untuk mengulang perjalanan dari awal lagi...salut deh ! Photobucket

Alhamdulillah, petualangan hari 2 ini bisa diselesaikan dengan baik oleh semua regu. Didukung cuaca yang bersahabat sampai akhir petualangan disambut hujan derassss pas ketika semua sudah masuk di mobil..

Acara malam ada acara makan malam dengan mata tertutup, penampilan drama 1 babak mengenai narkoba masing2 regu - kocak abizz deh Photobucket

Dan ditutup dengan intisari petualangan hari ini oleh kak Rangga.
Menurut kak Rangga, kegiatan petualangan ini merupakan simulasi petualangan yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari...setelah kegiatan ini berakhir, Insya Allah adik2 kita akan semakin peka terhadap lingkungannya...

Penggalang tetap bertahan sampai jam 11 malam berdiskusi dengan kak Rangga, sampai akhirnya bergeletakan di depan api unggun menjelang jam 12 malam.

Jam set 4 pagi2 buta, semua sudah dibangunkan, masih terkantuk-kantuk diangkut naik mobil menuju Maribaya, Lembang.

Di sana, sesudah shalat subuh, lalu berjalan dalam gelap melewati jalan licin, basah sehabis hujan, melewati jembatan dan airtejun sampai terang tanah matahari terbit di Dago Pakar. Masuk ke Goa Belanda dan Goa Jepang..

Selesai sudah acara petualangan penggalang di Bandung..
Meski capek tapi tetap semangat dan sedih rasanya harus berpisah dengan Kota Bandung, kak Rangga dan teman2.

"Kaaak, kenapa ngga seminggu ajaaa acaranyaaa.." Photobucket

Meninggalkan kesan yang mendalam, tapi jangan khawatir adik-adik masih bisa bertemu dengan kak Rangga di Tunas Kelapa's Lounge !! Photobucket



EventLatihan Dasar Kepemimpinan PenggalangDec 17, '07 9:37 PM
for everyone
Start:     Dec 23, '07
End:     Dec 25, '07
Location:     Bandung
Kegiatan ini adalah kegiatan latihan dasar kepemimpinan pertama untuk anggota penggalang griya depok asri.

Ini kegiatan pertama juga yang alhamdulillah bisa dilaksanakan terpisah dengan kegiatan siaga nya sejak mulai beraktivitas bulan Februari 2007 lalu.

VideoJuxta Percussion Aug 29, '07 11:04 PM
for everyone
James Brown played on your body.

Ide untuk body percussion panggung 17-an anak-anak penggalang didapat dari sini, ditambah sedikit modifikasi oleh kak Udi.

Performance keseluruhan : body percussion ditambah sumpah pemuda, pembacaan doa dan menyanyi lagu "Padamu Negri"



Import.flv (7.1 MB)

Blog EntryDoa penggalang Aug 27, '07 9:15 PM
for everyone

Ya Allah..yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Sungguh besar nikmat dan rahmat yang Engkau limpahkan kepada kami...

Ya Allah..yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sungguh kami tiada daya tanpa kehendakMu

Engkau jadikan kami dengan segala kemudahan yang Engkau berikan,

kasih sayang orangtua yang melindungi kami,

rasa ingin tahu agar kami berilmu,

Kau hidupkan jantungku memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga kami tumbuh besar sempurna

Alangkah dzalimnya diri kami jika kami dustakan semua nikmat ini..

Alangkah congkaknya diri kami apabila menyia-nyiakan semua ini...

Sudah seharusnyalah kami - putra dan putri Indonesia - bersyukur..

Ya Allah, ijinkanlah kami mencintai tanah air ini sebagai rasa syukur kami

Cinta Tanah Air...INDONESIA...

*dibacakan oleh Rian ( 13 tahun ) dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-62


Photo AlbumMendirikan menara semaphore (42 photos)Aug 5, '07 10:21 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Dalam rangka memperingati HUT RI tahun 2007 ini, pramuka penggalang punya project membangun menara sekaligus 'gapura' yang rencananya akan dipakai sebagai menara semaphore.

Menara ini sudah mulai didirikan waktu latihan minggu, 29 Juli 2007 yang lalu.
Dan alhamduillah berhasil berdiri hari minggu, 5 Agustus 2007 kemarin.

Ini dia prosesnya...


...lanjutan dari bagian 1...

akhirnya mobil kak widodo dan pak sigit sampai juga di lokasi, mungkin berbeda sampai 1 jam dengan yang lainnya.

jam sudah menunjukkan sekitar pk. 20.00 waktu anak-anak selesai makan semua dan dipanggil berkumpul untuk diberi pengarahan sama kak Udi, gimana cara turun bukitnya dan gimana pembagian tendanya.


jalanan menuruni bukit gelap dan licin karena habis hujan...

anak-anak siaga...duh, keliatannya kok masih 'imuut' semua...Shafa & Dira peserta termuda bahkan baru mau masuk SD ...sementara tiap anak rata2 bawa tas lebih dari 1...tas punggung, tas pinggang, dan sleeping bag...

kira-kira bisa ngga yaaaa ??

kak Udi pesan, siaga bawa barang sekuatnya, sisanya ditinggal aja ! biar nanti dibawain..jadilah anak-anak berangkat jalan turun ke camp area bareng semua, sementara barang-barang yang buanyak bangedddd itu diturunin sama bapak-bapak dan kakak2 penegak.

ternyata BISA !! Mereka sampai 4 kali bolak balik naik turun bukit untuk nurunin barang !! 
wah, saluuut deh sama kakak2 penegak dan para bapaks !!

Sampai di bawah, tenda2 mulai didirikan...untunglah anak-anak penggalang udah latian ngediriin tenda jadi bisa lebih cepet.

jam 9 malem, 9 tenda sudah berdiri..

anak-anak siaga putra ceria di dalam tendanya :
Shidiq, Ihsan, Ilham, Fadhil dan Dimas

Api Unggun

api unggun mulai dinyalain sama kak Udi, kak Widodo & kak Edie.
ayoooo, api unggun dimulaiiiii....sayang beberapa anak siaga putri sudah tidur di tenda...

"Mari berjalan-jalan...haiiii...lingkar-lingkaran...haiiii..." ayo cari sahabattt...lingkaran limaaa !!nah lho...ada yang ngga kebagian temen deh.... dan dihukum untuk menulis namanya pakai...pinggulllll....hihi...lutju deh jadinya gaya goyang pinggulnya...

Daffa lagi 'nulis' namanya pakai pinggul, ini huruf...AAAAA...

Acara api unggun diisi dengan acara yang udah disiapin setiap regu. Regu Kancil menyiapkan acara drama 'horor' Suster Ngesot, Regu Cobra acara spontan Sulap...Suliiiiipppp....dan Regu Garuda acara spontan nyanyi Disco Lazy Time...ditambah lagi nyanyi bareng lagu "Surgamu" nya Ungu....waaaah, hebat...kreatif-kreatif semua deh...

Karena waktu udah menunjukkan jam 10 malam, acara api unggun ditutup dan anak-anak disuruh tidur...

Sementara itu para pembina ( kak Udi, kak Lita, kak Widodo ), pak Tri, pak Sigit, kakak2 penegak ( kak Budi, kak Azis dan kak Faqih ) dibantu teman2 dari path finder ( kak Edie, kak Sandra, kak Hotma dan kak Ferry ) menyiapkan acara 'rahasia' jurid malam. Udah ngga rahasia lagi deng, karena anak-anak ternyata udah pada tau smua...hehe...

Tapi anak-anak penggalang ngga pada bisa tidur...semua duduk2 di deket api unggun, cerita-cerita dan makan pop mie....ini saat-saat paling asik nih kalo camping...

Tiba-tiba...

anak-anak penggalang cowok heboh..."Hiiiiii....itu kok pohon pisangnya goyang-goyang ???"

padahal di belakang pohon pisang itu ada pohong pisang lagi, tapi kok ngga goyang-goyang ? hiiiii....sereeeemmmmmm....

Jurid Malam

Nah, ini dia acara yg ditunggu-tunggu !! kedengerannya ini acara yang menegangkan, jalan-jalan malem-malem ngga tau bakal ketemu apa di tiap pos. Anak-anak udah berpikir kalau jurit malam itu = jurig ( hantu ) malam...hehehe...

jam 1 pagi, anak-anak dibangunin...."Bangun...banguunnn....!!!!"

sayang, beberapa anak siaga putra dan putri ngga berhasil dibangunin...ya sutralah...tapi sebagian besar anak bisa bangun dan antusias ngikutin acara jurid malam...

Ada 4 pos yang harus dilewati anak-anak...nyebrang sungai, jalan di pematang sawah dari pos ke pos di tengah malam buta ternyata menghasilkan cerita-cerita seru...

Bagas siaga teladan selalu siap membantu teman-temannya

cerita 1 :

Ada anak penggalang yg tanya sama kak Udi : "Kak, kalau nanti ketemu genderuwo gimana ?"
Kak Udi ( geli, tapi tetep nyantai ) : "Ya...liatin aja genderuwo nya...( *halah* genderuwo kayak apa juga ngga tau gimana bentuknya ya...)"
Penggalang : "Trus, kalo genderuwo nya nggangguin kita gimana, kak ?"
Kak Udi :"Yaaa...bilang aja sama genderuwonya..'hei, sesama makhluk Allah jangan saling mengganggu ya...'"....

cerita 2 :

Dimas & Fadhil emang anak-anak cerdas, bisa ngakalin kakak-kakak nya...
Karena jurid malam nya ngga pakai tanda jejak, mereka cuma dikasih tau aja...
"Abis dari sini, kalian terus ikuti jalan ini, lalu belok kanan ya..."
Dimas sempet jalan...trus dia teriak "Kaaaak, jalannya bener kesini ya, kak ?"
"Iyaa, benerrrr..." trussss...jalan dikit lagi, dia teriak lagi....
"Kaakkk....ini bener ya beloknya ke kanan ??"
Si kakak nyamperin Dimas untuk nunjukkin jalannya...
eh, si Dimas malah...kabuuurrrr....lah, yg penting kan udah ada si kakak yg nemenin dia jalan sampai di situ...hehehe...dasarrrr....

cerita 3 :

Ilham udah setengah ngantuk waktu sampai di Pos 3. Di sini dia dan barungnya dapat tugas untuk 'nyebrangin' kambing, serigala dan rumput, nah, tapiii...susahnya, perahunya cuma bisa muat 1 'benda' aja sekali jalan... 

Kak Edie : "Contoh....serigalanya disebrangin duluan...abis itu apa yang disebrangin ??"

Ilham : "SAPI !!"

Haa ? Sapii ? darimana sapinya muncul ya ?

***

Ada banyak lagi cerita dan kesan-kesan anak-anak waktu jurid malam ini. Jurid malam memang katanya jadi acara terseru nya anak-anak..mereka bangga pula waktu sendal-sendal nya pada ilang di sawah..( lah, sendal ilang kok ya malah bangga ya...haha...)

Bundanya Shafa malah ngga nyangka kalau Shafa bisa ikutan jurid malam... 
Shafa jadi peserta termuda yang ikut jurid malam...hebat deh...

Jam udah menunjukkan jam 3 pagi waktu acara jurid malam selesai...
semua kembali ke api unggun, makan jagung bakar yg udah disiapin sama mas Tikno, dan minum teh hangat yang disiapin bunda Ita & bunda Lilik...

Sekitar jam 4 pagi...ngga kerasa...camp tiba-tiba jadi sepiii....beberapa anak malah bergeletakan tidur di depan api unggun.

Icha dan Shafa tertidur nyenyak di depan api unggun

Tinggal Fidha dan Nadira yang bangun karena semalem udah tidur, ngga ikut api unggun dan jurid malam...

"Kok kita bangun, yang lain semua tidurr ???"

- bersambung -
siap-siap jalan ke air terjuuunnn....!!


 < Aduh, maaf...kak admin tidak sempat menulis lanjutan cerita ke air terjunnya
...>


Blog EntryCatatan camping ke Cidahu ( jaman sms ), bag 1Jul 4, '07 1:07 PM
for everyone

Horeeee...akhirnya, hari yang udah sebulan ditunggu-tunggu sampai juga...

Hari Sabtu, 30 Juni 2007
Sekitar pk.14.30

Lokasi di sekitar Cibinong, pasukan peserta camping berjumlah total 40 orang berangkat dengan 7 mobil pribadi yang di'awak'i kak Udi, kak Widodo, pak Tri, pak Cosmas, pak Ahmad, pak Sigit dan pak Indra.

Suasana perjalanan mirip banget seperti perjalanan waktu berangkat camping pertama. Hujan deressss banged bikin deg-degan dan mikir "gimanaa yaaa keadaan di tempat camping nanti ?"

Yaa...berdoa aja, semoga ngga ada halangan selama perjalanan dan selama camping.

Perjalanan awalnya cukup lancar dan kak Udi memutuskan untuk ngga usah berhenti shalat ashar di perjalanan. Jadi sms 1 dikirim ke 6 mobil lain "Tidak berhenti untuk shalat ashar, langsung menuju batu tapak. Sampai ketemu di sana"

Tapi ternyata....

Macet di tengah perjalanan, jadi sms 2 dikirim "Bersiap-siap berhenti untuk shalat ashar di masjid terdekat, mohon ikuti mobil pak Tri" 

Tapi....lah kok ternyata macetnya macet total.....  dikabarin sama pak Ahmad, bunda Ita dan bunda Lilik di depan katanya ternyata ada truk tabrakan dengan sedan dan terguling menutup setengah badan jalan, sementara waktu untuk shalat ashar sudah mendekati habis , dan perjalanan sudah meleset 2 jam dari jadwal...akhirnya dikirim lah sms 3 "Berhenti untuk shalat ashar masing-masing, dan lanjutkan perjalanan ke batu tapak"

Dan sms plan B dikirim ke bunda Ita "sampai di lokasi, makan langsung disiapkan di kantin saja" ( tadinya plan A makan disiapkan di lokasi perkemahan di bawah bukit ), dijawab oleh bunda Ita "apa boleh bawa makanan sendiri makan di kantin ? itu yang akan aku tanya"   Wah, bunda Ita emang musti diacungin jempol nih, karena menjunjung tinggi etika.

Sekitar pk. 18.30 ( delay 2 jam dari waktu yang diperkirakan )

Mobil bunda Ita dan bunda Lilik sudah sampai duluan di lokasi. Seperti rencana, bunda Ita minta ijin ke pemilik camp area untuk pinjem kantin untuk makan...dan ternyata dijawab "Monggo...monggo...silakan.." hehe, bu Herni dan pak Julius itu memang ramaah banged orangnya...

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di lokasi, perjalanan survey yang cuma menghabiskan waktu 2 jam, ternyata ditempuh dalam waktu 4 jam ! kayaknya lain kali kalau survey musti pakai jam yang sama kali yaaa, biar lebih akurat ngukur waktunya...

Ok....sebagian besar mobil sudah sampai, anak-anak juga sudah pada makan, teman-teman dari Pathfinder juga sudah sampai, tapi kita masih nunggu mobil pak Sigit dan kak Widodo yang belum nyampe.

Sementara nunggu, kak Udi menginstruksikan supaya barang-barang yang dibawa dikumpulkan di halaman.

- bersambung -
hari udah gelap, sementara lokasi perkemahan kita ada 30 m di bawah bukit, dan barang yang harus diturunin banyak banged...gimana nih ??


Blog EntryLomba MasakMay 30, '07 8:48 AM
for everyone

Suatu sore di hari Sabtu...

Seperti biasa para pembina : kak Udi dan kak Lita yang jadi pembina penggalang, bunda Lilik dan bunda Ita yang membina siaga, ngumpul-ngumpul untuk menyusun program bulanan.

Kami memang biasa menyusun program kegiatan latihan anak-anak dengan berbekal buku-buku permainan siaga, buku-buku teknik kepramukaan dan syarat kecakapan umum ( SKU ) siaga dan penggalang.

Dari bulan lalu, kak Udi sudah merencanakan camping liburan..( sebenernya anak-anak penggalang udah nagih dari kapan kapan tuh ). Jadi kepikiran bahwa kali ini anak-anak harus dipersiapkan fisik dan mentalnya untuk camping.

Keluarlah ide itu...
Gimana kalau kita bikin Lomba Masak ??? Tujuannya supaya anak-anak bisa masak sendiri nanti kalau camping.

Semua setuju, ditentukanlah tanggal 20 Mei 2007 acaranya lomba masak.
Tadinya anak-anak penggalang udah dibilangin untuk siap-siap lomba masak nasi tanpa rice cooker !  hehe...tapi kayaknya pembinanya musti latian dulu deh... 

Akhirnya dengan pertimbangan anak-anak (dianggap) masih beginner semua, ngga pada biasa masak. Lombanya dipermudah...

Anak-anak penggalang harus menyiapkan nasi goreng super enak, bersih dan menarik..
Anak-anak siaga harus menyiapkan mie rebus yang enak banget, bersih dan menarik juga..

Waaahhhh....ngga nyangka semua antusias untuk ikut lomba masak.
Sehari sebelumnya, Dimas (8) masih sibuk cari-cari kompor ke tetangga sebelah...

Sementara regu gabungan Kancil & Garuda sudah bagi tugas, cari resep lewat internet, sampai latihan bikin nasi goreng di rumah.

Kompor pramuka

Kak Udi dan kak Lita puter otak, gimana caranya supaya kompor bisa disiapin sama pembina. Dasar otak pramuka, ide muncul waktu di Carefour. Tadinya sih niat cari2 kompor gas 1 api, tapi lah kok harganya maharani. Jadi kak Udi beli 1 botol spiritus aja. Nanti rencananya bakal dituang di kobokan, dan dipasangin batu-batu di sekelilingnya untuk naruh wajan...

Sampai di rumah, ide di kepala dipraktekin..

Cetakan kue kecil2 dikasih kapas, lalu dituang spiritus secukupnya, trus dibakar...whoala...jadi kompor deh... tinggal dikasih batu-batu conblock di sekelilingnya...Jadi sabtu sore itu diuji coba bikin mie rebus dan nasi goreng..

Persiapan

Kriteria penilaian sudah disiapkan, bahan-bahan semua disiapkan pembina.
Nasi, mie, telur dan segala macem bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, garam, gula putih, gula merah, kecap, minyak goreng, mentega sampai ke daun bawang, daun slada, timun, tomat, kunyit, laos, daun salam, sereh dan daun jeruk juga.

Semua disediain pakai sistim 'warung'. Jadi anak-anak 'belanja' ke warung bahan-bahan kebutuhan mereka secukupnya..

"Sesuai kebutuhan ya, jangan sampai berlebih" kata bunda Lilik.

Suasana lombanya memang mengasyikan sekali...kebayang ngga sih anak-anak siaga yang baru kelas 1,2,3 SD udah bisa masak sendiri tanpa bantuan sama sekali. Shafa (6) bahkan sudah bisa bikin telur ceplok sendiri ! Kerennn... 

Adik-adik penggalang yang sebagian besar cowok itu mulai mengupas bawang, dan ngulek bumbu, regu yang lain karena kurang persiapan harus terbirit-birit pulang cari piring dan pisau dulu..hehe...tapi secara keseluruhan acaranya fun banget..

Juri nya ada 6 : kak Retno ketua mabigus, kak Lilik, kak Ita, kak Lita, dan kakak-kakak penegak kak Budi dan kak Faqih yg khusus dateng utk jadi juri..
Yang dinilai adalah kerjasama, kerapian, rasa dan cara menyajikan yang menarik.. 

Tapi lho kok...kak Retno senyum-senyum waktu liat ada ketumbar dan daun jeruk masuk juga..hehe...ini mau bikin nasi goreng apa soto ya kira2...atau mungkin nasi goreng rasa soto...yang jelas bunda Ita terpesona banget sama rasanya...
"Rasa baru yang berani" komentarnya...

Inilah hasil masakan siaga...mie rebus istimewa super enak !
Hmmmmm....yummmyyy...meskipun telur mata sapinya matanya berantakan, tapi hebat ya, aku beneran kagum lho sama anak-anak ini...


Buat kami, para juri, semua barung dan regu punya kelebihan masing2. Meskipun namanya lomba tetap harus ada yang menang dan ada yang kalah. Sebenarnya kalau ngeliat prosesnya sih semuanya juara, terbukti dari hasil penilaian yang cuma beda2 tipis.
Tapi yang jelas, tujuannya untuk melatih anak-anak untuk jadi mandiri tercapai...

...Serbuuuu....serunya menikmati hasil masakan sendiri...


Blog EntryCamping ke Cibodas ( Tamat )May 29, '07 9:08 AM
for everyone
Bagian terakhir dari 3 bagian

Acara pagi ini agak meleset dari jadwal semula karena anak-anak baru tidur jam 3 pagi…
Jadi rencana mau masak-masak mie bareng anak-anak untuk sarapan dibatalkan, kak Udi memutuskan untuk cari sarapan keluar sambil jemput Dimas dan kak Budi dari villa.

Kak Udi dan aku menitipkan anak-anak ke ayah bunda Lui sementara kami ‘ngebut’ cari sarapan…Jam sudah menunjukkan pk 7 pagi waktu kami sampai di camp lagi.
Anak-anak sudah menunggu dan kelaparan..
Hmmmm…kayaknya udara dingin membuat perut keroncongan mulu ya..
Ayah bunda Lui menemukan ‘harta karun’ snack dan roti yang ngga ketauan siapa pemiliknya untuk dimakan bareng buat ngganjel perut..
( kayaknya anak-anak ngga packing barang2 bawaannya sendiri kali ya sampai ngga tau apa aja bawaannya…qqqq )

Selesai sarapan, kami semua berangkat ke camp pathfinder.
Perbekalan dan baju kering dibawain sama kak Udi dan ayah Lui.

Petualangan dimulai...

Tantangan 1 memanjat 'dinding' sungai..

Tantangan 2 masuk ke air terjun...

Sesudah dijeburin...brrrr...airnya dingiiinn bangeet...

Ternyata anak-anak belum puas dengan petualangan hari ini, dan minta nyebrang sungai lagi. Namanya anak-anak emang balik lagi ke basicnya…doyan banget main air !
Apalagi ngeliat air sungai yang jernih…waaaa….ngga tahan buat nyemplung lah..

Judulnya sih nyebrang sungai, tapi sesudah sampai ke sebrang dan disuruh naik ke darat…adaaa aja alesannya…


“Kak, sandalnya ketinggalan di sebrang sana…diambil dulu yaaaa….”
( padahal sih ada jembatan buat nyebrang, tapi kok ya balik lagi lewat sungai buat ngambil sandal nya…)

“Ayo naik…naik…!”
Ngga ada yang ‘denger’ ? Bimo mengaku denger sih, cuma kan masih asik, dia bilang.
Cuma Rizki satu-satunya yang naik ke darat, tapi cuma untuk bilang “Masih boleh nambah 5 menit lagi ngga ?”
Hehe…ya udah…
“5 menit lagi !!!!”

Kak Sheila, kak Edi, dan kak Fredy yang nemenin anak-anak pamit disini karena mereka ada acara pelantikan pembina pathfinder.

Akhirnyaaaa….anak-anak mau juga diajak 'mentas'…
Mereka kagum dengan kejernihan air sungai.
Baru nyadar, bahwa seharusnya kalau sungai itu dijaga kebersihannya, ngga jadi tempat sampah raksasa, akan seperti ini jadinya..

Kami semua pulang menuju camp pramuka.
Anak-anak ganti baju di camp, dan bersiap-siap untuk dilantik.

Pelantikan Calon Anggota Pramuka

Rasa syukur, haru dan bangga bercampur aduk ketika anak-anak siaga dan penggalang mengucapkan janji Dwi Satya dan Tri Satya dengan sepenuh hati.

Sebagian anak-anak ini sebenarnya sudah ikut ekskul pramuka di sekolahnya. Tapi berhenti, karena menurut mereka kegiatan pramuka itu ngga menarik dan membosankan.
Ada juga yang hanya pakai seragam pramuka setiap hari sabtu di sekolahnya, jadi memang sudah punya dasi pramuka.

Tapi mereka mengakui bahwa dasi merah putih yang dipakaikan sekarang, sesudah melewati berbagai macam rintangan dalam kebersamaan…survive di tengah hujan deras, jurit malam, memanjat dinding dan berbasah-basah di air terjun...ternyata memberi nilai yang berbeda.

Ada kebanggaan menjadi anggota pramuka, dan sesudah mengalami ini semua mereka melihat pramuka sekarang dengan ‘kacamata’ yang berbeda..
Dasi merah putih ini ngga dilepas-lepas sampai di rumah sesuai pesan kak Udi..

Ya, dimana lagi anak-anak bisa belajar life skills dan memupuk rasa nasionalisme mereka selain menjadi pramuka ?

Jam 10 pagi, kami membereskan camp dan bersiap-siap untuk pulang.
Teman-teman pathfinder datang untuk berpamitan dan berfoto bersama.


Alhamdulillah…
Berkat dukungan dari semuanya…tokoh masyarakat dan ‘sesepuh’ di griya depok asri, para orangtua, teman-teman pathfinder, dan juga doa dari sahabat-sahabat blogger, acara peresmian kegiatan pramuka masyarakat pertama di kota Depok berjalan dengan lancar dan sukses…

Terimakasih banyak ya, temans..
Semoga kegiatan ini bisa berjalan, berkembang terus dan bisa memberikan manfaat untuk generasi muda kita ya...amin…

Waktu aku sampai di depok lagi..
Anak-anak sudah menunggu di pelataran masjid.
Farah dan Litya menyambutku dengan semangat “tante Lita, ayoooo, kapan kita camping lagii ? Tapi di tempat yang lain lagi yaaaa..”

Memang ngga kedengeran lagi “Agh, tau gini aku ngga bakalan mau ikutan camping !!”

Baca juga :
Camping ke Cibodas ( Bag 1 )
Camping ke Cibodas ( Bag 2 )

*ditulis bunda Lita di Housewife's Life sebelum blog ini dibuat


Blog EntryCamping ke Cibodas ( Bag 2 )May 29, '07 9:07 AM
for everyone

Cerita ini sambungan dari cerita sebelumnya.
Lebih seru bacanya kalau ngikutin dari awal cerita.
Jadi disarankan untuk baca cerita
“Camping (part 1)” nya dulu ya

Jaket, jilbab, celana jeans dan tasku sudah basah semua..
Aku ngga tau kapan aku membuka jas hujanku, aku cuma ingat aku membuka jas hujanku untuk dipakai Lui waktu dievakuasi.

Sampai di camp, aku masuk ke tenda anak perempuan..

Anak perempuan yang ikut cuma 2 orang tapi hebat2 !
Mereka menunggu-nunggu aku, kedinginan, karena jaket dan jas hujannya juga basah waktu bantuin mendirikan tenda, dan cuma punya baju kaos ganti tangan pendek...

Farah (12) bawa sleeping bag tapi basah, Litya (10) malah ngga bawa selimut dan sleeping bag karena mamanya bilang ngga usah...ngeberatin aja...

Untungnya aku bawa kantongplastik sampah ekstra large cukup banyak, bisa dipakai untuk mengalasi.

Aku keluar lagi cari selimut untuk Farah dan Litya di backpack mas Udi yang disimpan di salah satu tenda anak cowoq. Di sana, anak-anak cowoq lagi pada bete karena belum ngantuk dan ngga tau mau ngapain..

Tapi Agsa dan Raihan (9) sudah bersiap-siap mau tidur.
“Agsa bawa selimut ?”
“Bawa, ada di tas”
Aku bongkar tasnya...ketemu sama selimut “Bob the builder”
Tapi...lhooo..apa ini ? Kok ada obat puyer ? Agsa sakit ?
“Iya, sakit batuk pilek. Tapi udah mau sembuh.”
Ya ya ya aku jadi inget, bundanya Agsa bilang, Agsa masih minum obat waktu mau berangkat..
“Kalo gitu Agsa minum obat dulu yaa..”
Jadi aku kasih obat untuk Agsa dulu dibantu sama Raka (12) yang meracik obatnya..

Lagi-lagi aku takjub dengan anak-anak ini.
Mereka sangat mandiri, ngga cengeng, ngga manja, dan peduli dengan orang lain.

Sesudah beres, aku balik ke tenda anak perempuan bawa selimut..
Mulai deh perutku terasa kruyuk-kruyuk kelaparan..
Aku makan ditemenin Farah dan Litya yang mengaku sudah menghabiskan nasi bungkusnya yang berisi nasi, ayam bakar dan lalap daun singkong, tapi ternyata masih laper juga...hehe..kan masih pertumbuhaann..

Alhamdulillah...
Kemudahan 1 : akhirnya hujan mulai reda, udara mulai terasa enak..
Sebagian anak malah sudah tidur nyenyak di dalam tenda, termasuk Farah dan Litya yang tadi sesudah makan aku suruh “berselimut berdua jangan dibuka2 supaya hangat”

Ngga lama..
Kemudahan 2 : kakak2 pathfinder kak Sheila, kak Sandra, kak Edi dan kak Fredi ngajak api unggun di camp mereka.
Waaahhhh, senangnyaaa...semua langsung semangat !
Yaaa...apalagi yang ditunggu kalau camping kalau bukan api unggun !
Anak-anak (kecuali Bagas (8), Rizki (11), Farah dan Litya yang sudah pada tidur susah dibangunin..hehe) langsung berangkat ke camp pathfinder di pinggir danau.

Aku nunggu mas Udi balik dulu dari villa.
Tapi ngga lama sih, pas mereka berangkat, mas Udi muncul bawa jagung..
Basah, dan kelaparan ngajak cari makan mie di warung...hehe...

Surprise !!
Sesaat sesudah anak-anak berangkat.
Muncul Lui dianter ayah bundanya dalam kondisi sehat…segar bugar…dan ceria !
“Kami paksa dia balik kesini”, kata ortunya…

Api Unggun

Kami semua langsung berangkat menyusul ke tempat api unggun menenteng jagung..
Sampai di sana ‘say hi’ sama teman2 pathfinder yang lain.
( Kalau ngga salah ada 17 anggota pathfinder yang sedang camping disana )
Lui langsung bergabung dengan teman2nya.

Nyanyi lagu standar 'Pak Gendut'...ada yang inget lagunya ngga ?
Sool sol fa mi sol do re mi mi mi re do
Pak Gendut punya tahi lalat gede 3x
Di atas hidung nyaa...

Trus gimana kalau dihilangkan satu persatu kata nya tinggal…”pak…tahi…nya…”
Haha…anak-anak mulai seneng dan ceria…

Mas Udi yang kelaparan ngajak cari makan di warung terdekat..hehe..perkemahan cibodas mah enak, banyak warungnya…Ortunya Lui diajak juga tapi menolak karena sudah makan katanya.

Waktu lagi nunggu pesenan mie rebus, bandrek dan kopi, ortunya Lui bergabung, katanya mereka ‘diusir’ sama Lui dari sekitar api unggun…haha…
Habislah 3 mangkok mie rebus, 4 gelas bandrek, dan 8 pisang goreng plus bala-bala hangat sambil cerita-cerita inget pengalaman waktu camping jadul…

Sesudah acara api unggun sebenarnya ada acara jurit malam.
Tapi berhubung jam sudah menunjukkan jam 12 malam waktu acara api unggun selesai, mas Udi memutuskan untuk membatalkan acara jurit malam.

Tapi apa reaksi anak2 waktu denger mau ada jurit malam ?
“JURIT MALAM ?? MAUUU DONG…MAU DOONG!!”
Hehe….*enthusiasmmodeon*

Kami semua balik dulu ke camp pramuka..
Anak-anak yang tadi tidur ketinggalan acara api unggun dibangunin untuk jurit malam.
Agsa bingung, antara pengen ikut tapi udah ngantuk. Tadi dia sempat menikmati acara api unggun, dan sempat minta dihukum waktu bikin kesalahan dalam permainan..:))
Akhirnya mau juga dibujuk untuk tinggal di tenda sama mas Tikno.

Camp kami masih gelap dan dingin…
Mas Udi memutuskan untuk bikin api unggun juga di camp kami.
Tapi gimana nih ? mas Udi dan aku harus ikut jaga pos di jurit malam.

Kemudahan 3 :
ada ayah bunda Lui yang mantan ‘camper’ di sini, bisa minta tolong ayah Lui untuk bikin api unggun…

Jurit Malam

Jam 1 pagi, kakak2 pathfinder sudah datang ke camp pramuka untuk memandu acara jurit malam

Anak-anak dibagi dalam 3 kelompok..
Bawa senter, celana digulung selutut, pakai sandal jepit, mencari jejak, melintasi sungai (konon 'menghabiskan' 5 pasang sandal hanyut di sungai) , mendapat tugas sederhana di 3 pos yang dilewati..

Sampai di pos kami, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab, salah satunya..
“Menurut kalian, apa manfaat jurit malam ini ?”
Mereka menjawab
“Untuk melatih keberanian, kemandirian dan kerjasama”

Balik ke camp pramuka, jam sudah menunjukkan hampir jam set 3 pagi !
Api unggun sudah menyala..
Ayah Lui dan mas Tikno malah sudah asyik bakar jagung…

Suasana mulai hangat…anak-anak senang dan semangat…
(Sayang gitar ngga kebawa, jadi ngga bisa nyanyi “tong tong tong tong makitong-kitong”…kekeke..)

Jam 3 pagi, satu persatu anak-anak masuk ke tenda masing-masing..
Jam set 4 pagi tenda anak-anak sudah sepi, aku, mas Udi, ayahbunda Lui juga masuk tenda.

Kemudahan 4: tinggal mas Tikno yang ngga tidur, mau jaga malam di luar…

Udara menjelang subuh memang biasanya dingin menggigit tulang..
Jam 4 subuh, mas Tikno ngasih tau ada yang nangis di tenda sana…
Ternyata Raihan yang nangis kedinginan ngga bisa tidur karena celananya basah.
Langsung dipeluk mas Udi, digosok minyak kayu putih, dan diselimuti.

Ayah Lui ngecek ke tenda yg lain, dan mendapati Nanda (11) juga ngga bisa tidur kedinginan.
Keluarlah aku, mas Udi, ayahbunda Lui nemenin Nanda ngumpul lagi di depan api unggun.
Mas Udi ‘memanggang’ sepatu-sepatu anak-anak yang basah semua di sekeliling api unggun..

Jam set 6 pagi !
“BANGUUNNN...BANGUUNNNN...” mas Udi teriak mbangunin anak-anak supaya shalat subuh..
Dijawab sama mas Tikno dari dalam tenda “Baru juga mau tidur, paak..” wakaka..
“BANGUUNNNN...BANGUUNNNN...kecuali mas Tikno…TIDURRR…TIDURRR”

Kami sangat bersyukur, sesudah menghadapi berbagai kesulitan, kami diberi kemudahan-kemudahan...udara yang cerah terus, teman-teman pathfinder yang sangat membantu ( big thanks to kak Edi dan kawan2..;), ayahbunda Lui yang datang pada saat yang dibutuhkan, dan mas Tikno yang selalu siap membantu dan sangat perhatian dengan anak-anak..

Alhamdulillah...malam ini dilewati dengan meninggalkan kesan yang sangat menyenangkan di hati anak-anak...insya allah kesan pertama ini akan terbawa terus sampai mereka besar nanti..

Hmmm…gimana acara pelantikan anak-anak hari ini ya ?? Kak Udi dan kak Edi udah punya rencana yang lebih seru nihhh....!!
-to be continued-

*ditulis oleh bunda Lita di Housewife's Life


Blog EntryCamping ke Cibodas May 29, '07 9:05 AM
for everyone

Ini cerita oleh-oleh dari acara camping pertama bulan Februari yang lalu, ditulis sesudah ‘tewas’ selama 2 hari…kekekek…
Saking serunya acara camping di Cibodas week end 17-18 Februari lalu, terpaksa ceritanya ditulis dalam beberapa bagian..hehe..enjoy ya...

Kesibukan beberapa hari sebelum hari H ,,,,,,,
Banyak telpon dan sms dari para ibu yang masuk ke hp ku dan mas Udi.
"Campingnya jadi ?"
"Kalau hujan gimana ?"
"Beli sleeping bag dimana ?"
"Topi rimba itu yang kayak apa?"
"Kalau macet pulangnya gimana ?"
"Cucuku mau ikut, tapi belum terima formulir"
Kekhawatiran dan antusiasme datang silih berganti..

Malam menjelang hari H
Tantangan 1 :
Pembina pramuka yang rencananya mau ikut mendampingi membatalkan keberangkatannya karena katanya kakeknya mau dioperasi..
Jadi orang dewasa yang berangkat tercatat hanya 4 orang : mas Udi, aku, mas Tikno (supir), pak Tjandra (ketua RT yg menyupiri mobil VW Combi) ditambah mas Budi mengawal 12 anak ‘kota’ usia 6 – 12 thn yang kebanyakan ‘first timer camper’. Sementara mas Udi dan aku sendiri sebenernya juga udah lupa yang namanya camping...

Last minute !!
Tantangan 2 :
Pak Tjandra membatalkan keberangkatan karena kecapean !
Mas Udi keliling cari rental mobil, sementara anak-anak dan ortu sudah berkumpul di point keberangkatan. Alhamdulillah, akhirnya dapat pinjaman mobil dari pak ketua pengurus masjid…tapi berarti orang dewasa nya tinggal 3 yang ikut....*walah*

Akhirnya berangkat juga !!

Keberangkatan jadi ‘ngaret’ 1 jam dari jadwal..
Jam 14.30 dengan mengucap bismillah…
berangkat menuju Cibodas dengan 3 mobil.
Sepanjang perjalanan hujan derasssss mengguyur..
Tapi sempat mampir shalat ashar di mess departemen agama, beli nasi buat makan malam di camp dan beli jagung buat jagung bakar nanti malam..

Jam 17.30 tiba di lokasi
Di bawah hujan rintik2, kami semua ber-16 berjalan kaki menuju blok tempat camp kami, menggendong bawaan masing-masing ditambah 3 tenda, ember dan perlengkapan perang lainnya..

Tantangan 3 :
Di bawah hujan rintik2, cepet-cepet mendirikan tenda..
2 tenda berhasil didirikan di bawah hujan yang semakin derasssss dan semakin gelap !!
Tenda terakhir…bermasalah !!
Kenapa kok ngga berhasil berdiri dengan benar ????
"BONGKARR...BONGKARRR !!"
"TARIIIKKKK….TARIIIKKKK !!"
"DOROONGGGG…DOROOONGGG !!"
Halah...apanya yang ditarik dan didorong ??
Mas Udi mulai *panicmodeon*

Untung ada mas Tikno yang helpful banged, dia cengar-cengir aja liat mas Udi mulai panik...tapi syukur alhamdulillah....akhirnya tenda terakhir berhasil didirikan...phewww...

Teman-teman dari Pathfinder datang membantu mendirikan 2 tenda lagi.
Mas Udi memang bekerjasama dengan temannya di pathfinder untuk ‘melantik’ anak2 ini menjadi anggota pramuka.

Anak-anak sudah basah, kedinginan dan kelaparan.
Aku sibuk mengurusi anak-anak makan dan berusaha tetap tenang waktu harus menjawab sms dan telpon2 dari ibu2 yang khawatir di depok sana..konon kabarnya di depok sabtu sore itu hujan 'badai' bergluduk...

Tantangan 4:
Anak yang kecil-kecil ngga bisa makan, karena ternyata ayam bakarnya agak pedesss !
( aku cari2 roti atau apa ajalah yang bisa dimakan buat ganjel perut sementara )

Sesudah itu..
anak-anak ‘terjebak’ di dalam tenda karena hujan derasss masih mengguyur..
Mulai deh keluar penyesalan dari anak-anak..
“Ugh, tau gini, aku ngga bakal mau ikutan camping ! Nyesel deh ikutan..”

Sementara Mas Udi masih belum selesai juga dengan 'keribetannya'
Sesudah tenda berdiri semua, dia mulai bikin dapur untuk masak mie buat anak2, tapi trus...

Tantangan 5 :
"Paakkk….tendanya bocorrrr!!"

Kisah si Lui :
Waktu anak-anak udah mulai makan di dalam tenda, dan mas Udi masih berusaha mengatasi kebocoran tenda..
Budi teriak :”Paaaakkkk, ada yang sakit asma !!”
Lui (11) mulai nangis..”Aku kedinginan, aku ngga kuat lagi, aku mau pulang aja”
Dia mulai sesak nafas dan butuh oksigen..
Waduh, diriku mulai *panicmodeon* juga..
”Tenang dulu yaaa…kamu bawa obat ? ayo, minum dulu obatnya”

Lui kita coba pindahkan ke tenda yang lain, trus coba berdiri dulu di luar tenda untuk menghirup oksigen, trus dibawa ke dapur supaya bisa hangat dekat kompor…
Sampai akhirnya teman pathfinder mengusulkan untuk dibawa ke warung dulu..
Haaaaa??? Ada warung ??? Aku sendiri baru ‘ngeh’ kalo dalam jarak 50 m itu ada warung.
Akhirnya Lui aku evakuasi sementara ke...warung terdekat....wakaka...
Disana enak...hangat...bisa minum teh manis panas, dan makan Pop Mie..

Tapi Lui masih juga keluar air mata...minta mama nya...
Ayah bundanya Lui yang mantan pendaki gunung bolak-balik sms dan nelpon “Kami akan menyusul kesana, tapi tolong jangan kasih tau anaknya ya kalo kami akan ada di sekitar sana”
“Masa anak gw ngga bisa camping”, gitu kata mereka..hehehe...

Mas Udi memutuskan mengevakuasi Lui dan Dimas,8 ( lho, kok anak ini ikut mengaku sakit perut..hehe..). Mereka dievakuasi ke villa terdekat ditemenin mas Budi yang kumat hidungnya karena alergi dingin..

Kisah si Agsa :
Agsa (6,5) peserta termuda di sini.
Dia bawa backpack yang lebih berat dari badannya sendiri.
Tapi dia menolak keras untuk dibawain sama aku backpacknya. Baru mau waktu aku bujuk untuk tukeran sama bawaanku…kantong plastik isi mukena…
Dan waktu ditawarin untuk ikut dievakuasi ke villa, dia keukeuh sumeukeuh ngga mau.
Agsa mau di tenda aja !...wwaaw...*takjubdotcom*

Begitulah...
tantangan demi tantangan terselesaikan...

Sesudah mas Udi, Budi, Lui dan Dimas berangkat ke villa.
Aku balik ke camp, ngecek anak2 yang lain..
Keliatannya semua sudah aman terkendali, ada teman-teman pathfinder yang mengawasi..
Tenda-tenda bocor sudah dilapisi plastik, anak-anak yang kecil sudah makan pop mie dan roti, Lui sudah dievakuasi..
Ngga terasa sudah jam 10 malam..
*panicmodeoff*

gimana kelanjutan kisah si Lui, Agsa dan teman-temannya ?
-to be continue-

*ditulis oleh bunda Lita di Housewife's Life


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help