Logbook

Blog EntryYang Muda Yang Memperingati Maulid NabiMar 24, '08 10:52 AM
for everyone

Segala puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Penguasa alam semesta.  Sungguh tiada habis-habisnya Allah SWT melimpahkan kasih dan sayang kepada kita semua. Semoga kita termasuk hamba-hambanya yang tahu berterimakasih dan senantiasa berada dalam jalan yang diRidhoi olehNya.

 

Pada tanggal 12 Rabiulawal 1429 H atau tepatnya pada tanggal 20 Maret 2008 mesjid Al Mukhlishun, mencoba menggalang para remaja disekitar mesjid untuk bersama-sama mengenang Tauladan kita Rasulullah SAW dan mengenali kepribadiannya lebih dalam lagi. Alhamdulillah sebanyak kurang lebih 75 remaja hadir dalam acara ini.

 

Penyelenggaraan ini khusus dikemas bagi para remaja dengan mengundang pembicara Uztad Bendri yang telah berpengalaman berdakwah dikalangan remaja dan ESQ asuhan bapak Ary Ginanjar Agustian yang telah banyak mengembangkan pelatihan Kepemimpinan berbasis Ihsan, Iman dan Islam dengan memanfaatkan teknologi canggih. Kali ini diwakili oleh Kak Hikmat dan Kak Deni.

 

 

Dengan mengambil tema “Mengenal lebih dalam Pribadi Rasulullah SAW” kedua pembicara tersebut berhasil memukau para remaja yang hadir bahkan disesi ESQ tidak sedikit yang menangis mengenang begitu besar jiwa dan perjuangan Rasulullah dalam menjalankan tugasnya sebagai Rasul Allah.

 

Acara diakhiri dengan shalawat bersama kepada Rasulullah dan kemudian shalat dzuhur berjamaah.

 

Para pengurus Mesjid Al Mukhlishun berharap dengan terselenggaranya acara ini mendapatkan ijin dari Allah SWT untuk membuka hati kita semua khususnya para remaja untuk menyadari betapa Allah telah menyempurnakan agama lengkap dengan tauladannya yaitu Nabi Muhammad SAW.  Semoga di masa yang akan datang yang muda yang beragama semakin dapat mengeluarkan potensinya.   Amin ya Robbal Alamin.

 

Melengkapi kesempurnaan Rahmat dan Ni’mat Allah pada hari itu, adalah kenyataan dimana acara disiapkan dan dilaksanakan oleh para remaja yang tergabung dalam Pramuka Penggalang Griya Depok Asri yayasan Al Mukhlishun. Mereka juga menampilkan deklamasi yang dikombinasikan dengan menyanyi bersama menceritakan secara ringkas riwayat Rasulullah SAW yang juga mendapatkan sambutan tepuk tangan yang meriah dari para remaja yang hadir. Suatu perkembangan yang patut disyukuri dimana sebelum mengikuti Gerakan Pramuka mereka adalah remaja-remaja yang pasif.


Blog EntryOne World One LanguageMar 5, '08 10:06 PM
for everyone

ONE WORLD ONE LANGUAGE
MORSE IS THE LANGUAGE


Sejarah Morse

1837 - Telegraph     oleh Samuel Finley Breese Morse
1876 - Telephone    oleh Alexander Graham Bell
1894 - Radio          oleh Guglielmo Marconi

Mengingat Bunyi RR 2735 adalah :


"Barang siapa yang akan mengoperasikan Peralatan Station Amatir Radio, harus dapat membuktikan kemampuannya, untuk mengirim dengan secara cermat dan dapat menerima dengan alat pendengarannya, berita di dalam kode morse"

Morse digunakan karena :

1. Morse adalah Cikal Bakal Komunikasi
2. Morse dapat menembus dunia walaupun keadaan sulit
3. Morse hanya memerlukan watt yang kecil
4. Morse dapat membentuk komunikasi yang disiplin, cekatan, waspada
5. Morse adalah bahasa yang universal

Teknik / cara belajar morse :

1. Menerima
   a. konsentrasi penuh
   b. mendengar
   c. mengenal bunyi
   d. mengenal nada / irama

2. Mengirim
   a. konsentrasi penuh
   b. mengenal huruf, tanda baca, angka dan singkatan
   c. mengirim dengan WPM ( Word Per Minute ) yang konstan
   d. rapi
   e. teratur
   f . berurutan

Dasar dari Kode Morse/CW ( Continuous Wave ) adalah DID & DAH yaitu . & - ( titik dan garis ).

Apabila kita sudah bisa membedakan antara bunyi ketukan Did & Dah dengan fasih, maka barulah kita dapat melakukan kombinasi ketukan lainnya.

Jadi dalam hal ini kelompok :

E I S H ( . / .. / ... / .... )
TMO    ( - / - - / - - - )

Ingat :
Mempelajari Kode Morse berarti kita sedang mempelajari / melafazkan bahasa baru, bukan mengingat- ingat kumpulan nada panjang dan pendek ( . & - ).

Mulailah dengan cara penulisan yang cepat secara santai dan konsentrasi pada nada / irama yang sedang diketuk, jangan sekali-kali mencoba untuk menebak atau meramalkan huruf-huruf yang akan diketuk berikutnya, atau membaca ulang apa yang telah kita tulis sebelumnya tapi simak dan konsentrasi pada ketukan berikutnya.

Bila salah satu huruf yang sedang diketuk tidak dapat kita terima / ingat, lupakan, tinggalkan dan jangan dipikirkan huruf yang kita tidak dapat tadi, tapi konsentrasi pada huruf berikutnya. Karena apabila kita masih mengingat-ingat huruf yang kita tidak dapat tadi, maka kita akan tertinggal karena sementara kita berfikir, ketukan tidak akan berhenti dan terus berjalan.

Materi pengenalan kode morse
Pramuka Griya Depok Asri
Oleh : Kak G Jellani ( YB1GJS )


Blog Entry[ jurnal siaga ] Mengolah sampah organikFeb 18, '08 3:18 PM
for everyone

Sesudah anak-anak siaga belajar memilah-milah sampah organik dan nonorganik, mereka juga belajar bagaimana mengolah sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan keranjang Takakura.

Kulit buah jeruk, pisang dan duku dibagikan kepada masing-masing barung untuk dipotong kecil2 supaya mikroba yang membantu kita mengubah sampah organik menjadi kompos lebih mudah memakannya.

Bisa dengan pisau, dengan gunting atau ‘disuwir-suwir’ dengan tangan.

Kemudian, kompos yang sudah ada di dalam keranjang Takakura diaduk-aduk dulu sebelum dimasukkan sampah baru.

Waaahhh…mengaduk-aduk kompos saja sudah menarik dan bisa bikin mereka rebutan ! Ayoo…gantian, semua boleh mencoba mengaduk

Sesudah diaduk, masing-masing barung memasukkan sampah organic yang sudah dipotong kecil2, lalu diaduk lagi sampai semua tertutup kompos.

Ternyata kegiatan mengompos itu bisa jadi kegiatan yang menyenangkan lho..
“Asyik..asyik, bunda…aku mau lagi motong2 sampah"

Dan tentu saja mereka penasaran, karena prosesnya memang belum selesai..
"Bundaaa…nanti minggu depan aku mau dong liat komposnya udah jadi apa belum ya, bunda"

Sebelum pulang, bunda mengingatkan anak-anak untuk memilah sampah di rumahnya dan mengajak semua anggota keluarganya untuk memilah sampahnya juga..

Hmmm…kegiatan berikutnya apa ya ? pasti menyenangkan kalau belajar berkebun..
Sesuai salah satu point di SKU siaga : dapat memelihara 1 jenis tanaman yang berguna selama 2 bulan


Blog Entry[ jurnal siaga ] Melatih kepedulian lingkunganFeb 14, '08 10:31 PM
for everyone

Perkembangan jumlah sampah sementara ini menjadi persoalan serius di banyak wilayah perkotaan, dan semakin berat lagi di kemudian hari kalau sejak sekarang tidak dilakukan perubahan pola pengelolaannya.

Sampah rumah tangga adalah penyumbang terbesar dari sampah perkotaan.
Tidak terkecuali anak-anakpun menjadi penyumbang sampah.

Kepedulian terhadap lingkungan memang harus diajarkan sejak kecil. Dan itu tidak cukup hanya dengan mengajarkan “Buang sampah di tempat sampah ya, nak”

Salah satu usaha kami, pembina siaga pramuka griya depok asri, adalah memberi wawasan mengenai sampah kepada anak-anak peserta didik kami.

Dimulai dengan penyediaan 2 tong sampah untuk sampah organic dan non organic di depan sanggar pramuka yang digambar dan dihias sendiri oleh mereka.



Tong sampah untuk sampah organik diberi gambar tanaman dan buah2an


Tong sampah untuk sampah non-organik diberi gambar botol dan kotak susu.

Apakah mereka sudah mengerti apa itu sampah organik dan apa itu sampah non organik ?Lalu kenapa harus dipisah-pisahkan ? Lalu diapakan lagi sesudah dipisah-pisahkan ? Apa itu kompos ? Apa kegunaan kompos ?

Coba kita ikuti ‘diskusi’ kami dengan mereka…

Hari ini anak-anak mendapat tugas untuk membawa sampah rumahnya.

Beberapa anak membawa 1 kantong plastic ‘kresek’ berisi sampah.

 

Isi kantong plastiknya ada macam2 : kertas, botol plastic, kaleng susu, plastic bungkus makanan, kulit duku, daun2 kering…semuanya bercampur, dan sudah mulai dikerubuti lalat…

 

Bagaimana ekspresi mereka waktu melihat sampah itu ?

Hiiiiii…jijiiiikkkkk….

 

Bunda ‘membongkar’ kantong sampah mereka, dan mengajak mereka memilah-milah sampahnya, mana yang termasuk sampah organik, mana yang sampah non organik. Sebagian besar anak sudah bisa memilah, karena memang beberapa anak sudah diajarkan di sekolah dan mereka belajar juga sewaktu menggambar tong sampah.

 

“Kalian tau ngga kemana perginya sampah2 ini ?”

”Dibawa sama petugas kebersihan, bundaa..”

“Dibawa kemana ?”

“Kemana ya ? engga tau deh, bunda…”

“Ngga tau ? yuk, kita jalan2 sebentar..”

 

Bunda membawa mereka jalan2 ke tempat pembuangan sampah sementara di dalam kompleks. Di sepanjang perjalanan yg hanya berjarak beberapa meter saja sudah banyak sekali sampah berserakan. Sampai di TPS sampah, mereka melihat betapa mengerikannya tumpukan sampah itu…baunya menyengat, kotor, menjijikkan dan penuh lalat, sampah organik dan non organik bercampur baur menjadi satu tumpukan sampah.

Dan bunda juga mengingatkan kalau mereka juga ‘berkontribusi’ membuat tumpukan sampah itu !

 

Di sana, kami juga berdiskusi..kenapa sampah jadi bau ?

 

Kami mengajak mereka ‘berkhayal’, “Kalau masing2 anak membuang 1 kantong plastic, 1 perindukan siaga saja sudah akan menjadi tumpukan, bagaimana kalau ada ratusan rumah menyumbang 1 kantong plastic sampah juga ? Mengerikan kan…tumpukan itu akan menjadi sangat tinggi dan berat sekali…sampai saking beratnya bisa longsor dan menimbun rumah2 di sekitarnya..!! "

 

Okay, lalu apa yang bisa kita lakukan ?

 

Allah sudah menciptakan system ini demikian sempurna. Sampah seharusnya tidak menjadi masalah kalau dikelola dengan benar. Hari ini anak-anak siaga belajar bahwa sampah organik yang mereka hasilkan dari rumahnya spt kulit jeruk, kulit pisang, kulit duku, bahkan tissue pun bisa ditahan di rumah, diolah jadi kompos, dikembalikan lagi ke tanah dan bermanfaat karena menyuburkan tanaman. 

 

Sampah2 non organik nya spt botol2 plastik dll bisa disedekahkan ke pemulung, atau didaurulang. Selain itu, kita juga harus mengurangi pemakaian plastik, krn sampah plastik kalau dibuang, masih akan tetap menjadi plastik sampai ratusan tahun lagi !

 

Nah, kalau kita membuang sampah dengan ‘benar’ seperti itu, maka tumpukan sampah di TPS akan jadi semakin berkurang…lingkungan pun jadi bersih…

 

Selanjutnya..ikuti bagaimana Siaga belajar mengolah sampah organik menjadi kompos..!


Blog EntryIntroduction to Manga ClassJan 17, '08 11:16 PM
for everyone

Melalui kegiatan pramuka, anak-anak dan remaja memang mendapat kesempatan yang luas untuk belajar banyak hal.

 

Ketika mereka mungkin belum mengetahui bakat atau potensi diri yang dimiliki, kakak2 pembina PGDA selalu berusaha memberi kesempatan kepada mereka.

 

Seperti kegiatan hari Minggu, 13 Januari 2008 lalu, Kak Fara dari ViCom berkenan datang untuk membagi ilmu membuat komik Manga untuk adik-adik siaga dan penggalang PGDA.

 

Mula2 Kak Fara meminta adik2 siaga untuk menggambar apa saja..

 

 

Glllkkk…sebagian besar ngga tau musti nggambar apa. Ilham mendingan disuruh masak daripada disuruh ‘menggambar apa saja’  tapi ngga usah khawatir, di sini ngga ada pemaksaan dan pemberian nilai...

 

Icha, Dafa, dan Shafa serius mendengarkan masukan dan ide-ide yang diberikan Kak Fara untuk gambar yang sudah mereka buat.

 

Masing-masing anak memang mendapat ‘personal touch’ dari Kak Fara. Dan Kak Fara juga memotivasi adik-adik dengan menunjukkan gambar2 yang belum selesai untuk mereka selesaikan sesuai dengan daya imajinasi mereka.

 

Pada akhirnya, semua berhasil menggambar sesuatu..!!  termasuk Ilham...

 

Untuk adik-adik penggalang, Kak Fara menyampaikan materi yang berbeda.

Mereka sudah belajar membuat mata, hidung..

 

Mulut, telinga, rambut sampai akhirnya menjadi sebuah kepala..

 

Waaaa…hhhh…cantik bangett !! Kak Fara jago banget !!

Menurut Kak Fara, untuk menggambar komik, kita harus memiliki pengetahuan juga tentang fashion, gaya rambut, bangunan, karakter dll.

 

Wah, seru juga ya..

Tapi Kak Fara ngga tiba2 jadi jago gambar lho..Kak Fara memang senang menggambar sejak kecil, lalu mengasah terus hobbynya itu. Dan siapa sangka Kak Fara sekarang bisa berdiri di sini untuk membagi lagi ilmunya pada adik2 PGDA, padahal Kak Fara itu mahasiswi UI jurusan kriminologi lho…ngga nyambung kan ?? J

 

Kak Udi menambahkan, apapun yang dilakukan, lakukanlah dengan penuh kesabaran dan ketekunan agar bisa membuahkan hasil kelak.

 

Alhamdulillah, 1 lagi ketrampilan yang sudah dipelajari adik-adik siaga & penggalang hari ini..

Terimakasih banyak untuk Kak Fara !!


Blog Entry[ jurnal siaga ] Menulis testimoni Jan 14, '08 10:24 PM
for everyone

Kebanyakan anak-anak sulit menuangkan isi pikirannya lewat tulisan, krn belum terlatih. 
Biasanya mereka sudah 'pasang badan' duluan..."Aku ngga bisa nulis !" atau "Aku ngga bisa nggambar !"

Di pramuka ngga ada kata "ngga bisa" karena "Siaga itu berani dan tidak putus asa" 
Jadi harus dicoba dulu ya !

Kemarin, bunda mencoba memotivasi adik-adik siaga untuk menulis kesan-kesan mereka waktu berpetualang ke 99 trees.

Beberapa anak sempat 'bengong' dulu ngga tau musti nulis apa..
tapi beberapa anak sudah langsung menulis...

Ini dia hasilnya...persis seperti yang tertulis tanpa melalui proses editing

Siapa yang ternyata senang masak ? Siapa yang senang menangkap ikan ? Siapa yang ngga suka naik sampan ? Siapa yang bisa menjelaskan apa itu kampung 99 pepohonan ?

Faza kelas 1 SD, barung Putih...
“ yang senang nangkep ikan, yang senang naik perahu, yang senang ambil bayem, yang senang nanem pohon”

Fida kelas 2 SD, barung Putih...
“Aku waktu minggu lalu pergi ke Kampung Rusa di sana aku nangkep ikan nanem pohon dan naik sampan terus aku dikasih bayem sama ikan”

Kalau Shafa kelas 1 SD, barung Putih menulis lebih panjang...
“ Aku hari minggu kemaren aku ke Kampung 99 pepohonan / Kampung rusa, Pertama di sana bu Santi menjelaskan kampung 99 pepohonan, Lalu menyabut bayam sebanyak 40 buah, Lalu naik perahu lo , Lalu menangkap ikan di sana , Lalu aku mandi bareng-bareng sama Nadira, Aku dan Fida, Lalu masak bayam dan ikannya, Lalu makan siang di sana lo  Lalu pulang deh. Tamat”

Bagas kelas 4 SD, Pemimpin Barung Merah...
“Aku suka & senang ke Kampung Rusa. Aku ingin ke Kampung Rusa lagi bersama-sama temanku. Aku sampai sana langsung ke rumah panggung dan aku dikasih snak dan dijelaskan bagaimana di Kampung Rusa dulunya di Kampung Rusa gak ada pohon . Na terus ditanam terus aku juga menanam pohon. Abis itu manen bayam. Abis itu naik sampan. Abis itu nangkap ikan. Aku paling suka nangkap ikan. Abis itu aku disiram air. Aku masak. Abis itu makan. Dan dikasih ikan dan bayam.

 

Ahdan kelas 4 SD, barung Kuning

“Aku senang di Kampung Rusa. Pertama, aku dijelaskan dulu kampung rusa seperti apa. Dulu Kampung Rusa pada tahun 2005 tanahnya gersang sampai suhunya 41 derajat celcius. Aku menanam pohon nangka. Terus aku ngasih makan rusa juga ada kambing. Makanan rusa adalah daun. Terus aku manen bayam. Terus aku naik sampan sama TPI. Aku nangkap ikan 4 kabur 2. Terus aku mandi. Aku mandi duluan. Terus aku masak bayam dan ikan. Aku tugasnya niup api. Terus aku salat zuhur. Terus aku makan ikan dan bayam. Terus aku dikasih ikan dan bayam.

 

Raihan kelas 4 SD, Pemimpin Barung Kuning

"Pada tanggal 6 Januari hari Minggu saya dan anggota saya pergi bersama anggota saya. Pertama semuanya berkumpul jam 7 di lapangan, sehabis semuanya berkumpul kami berdoa bersama dan sehabis berdoa semuanya masuk mobil yang ditunjuk lalu semuanya langsung berangkat waktu berangkat cepat sekali, sesudah sampai kami berjalan menuju sebuah rumah dan kami langsung bertemu pemilik kampung rusa kami dijelaskan sejarah kampung ini dulu kampung ini tidak ada pepohonan lalu ada orang yang peduli terhadap kampung ini yang bernama bagas dia menanam 10 pohon setiap hari lalu kami keluar dari rumah kami diajak menanam pohon pohonnya sudah disiapkan sesudah itu kami diajak lagi memanen bayam semuanya harus memetik 40 bayam

Lalu kami diajak naik sampan lalu kami menangkap ikan dengan tangan

Bagi kami itu sangat menyenangkan lalu kami mandi dan lalu makan siang

Sehabis makan siang kami akan pulang dan diberi oleh-oleh sesudah itu kami sudah sampai di depok

 

Ilham kelas 4 SD, Pemimpin Barung Hijau

Disana, seru sekali ! Dan, hal yang paling menyenangkan adalah saat memasak. Dan yang menegangkan adalah menaiki perahu sampan. Soalnya keseringan tidak seimbang.




Agsa kelas 2 SD, barung Kuning...

"Aku senang sekali pergi ke kampung rusa. Di sana aku masuk rumah panggung di sana aku menanam pohon. Setelah itu aku kasih makan rusa. Setelah itu aku naik sampan setelah itu aku nangkep ikan setelah nangkep ikan mandi badai "

 

Shidiq kelas 5 SD, barung Merah...
"Pada hari Minggu, tg 6 Januari aku dan anggota Pramuka Griya Depok Asri berangkat ke Kampung Rusa pukul 07.45 kami sampai di kampung rusa pukul 08.20 Kami lalu berjalan hingga ke saung, mengambil snack dan memakan snack. Lalu kami memperkenalkan diri masing-masing. Kami lalu menanam pohon. Saat itu, kami diliput oleh kru TPI. Sialnya saat menanam pohon, reporter TPI malah mengambil lubang di dekat lubangku. Padahal, lubangku dekat dengan lubang Raihan."

Ihsan kelas 3 SD, barung Hijau...
"Aku pergi ke kampung rusa tanggal 6 Januari 2008. Jam 07.00. Aku hanya berdua bersama Ilham. Sampai di sana aku bertemu sama B.Santi lalu aku masuk ke rumah panggung. Lalu aku dijelaskan kenapa namanya kampong 99 pepohonan. Lalu aku menanam pohon setelah itu aku mencabut bayam. Aku balik ke kandang rusa aku kaget karena ada rusa yang mendekat. Karena aku memegang daun. Lalu aku menangkap ikan. Lalu mandi bareng dan memasak. Aku makan nasi/siang dulu. Lalu aku pulang. Tapi aku dikasih ikan dan bayam."


Blog EntryPetualangan Dasa Darma 2 (LDK 23-25 Dec 2007)Dec 27, '07 8:34 AM
for everyone
Tumpukan sampah telah mengecoh para penggalang sehingga mengabaikan petunjuk peta yang diberikan. Maka tersasarlah dua tim penggalang dan tidak dapat menyelesaikan penjelajahannya.

Sebenarnya petunjuk peta sangatlah jelas namun kebiasaan berada dilingkungan bersih telah mengajarkan mereka untuk menghindari sampah. Tak ada yang salah dengan hal ini karena sampah memang sarangnya penyakit. 

Satu tim lainnya lolos dari tes ini dan mencapai pos 1 tanpa kesalahan meski pada mulanya ragu pada jalan mana yang harus ditempuh, untung mereka sempat mem”print” petanya sehingga dia bisa mencapai pos 1 segera. Acung jempol untuk tim yang lolos tahap ini dengan baik.

Untuk kedua tim yang tersasar mereka tidak rela untuk dinyatakan gagal, setelah tahu kesalahannya mereka memutuskan untuk kembali melanjutkan penjelajahan. Acung jempol juga dengan semangat mereka yang pantang menyerah.

Begitulah cuplikan dari kisah petualangan Dasa Darma 2 yang mengesankan.

Petualangan ini telah dirancang dengan serius oleh kak Rangga ( dari Forum Tunas Kelapa's Lounge ) bersama teman2nya dan dapat dibilang sebagai petualangan yang memiliki nyawa, nyawa Dasa Darma no2, cinta alam dan kasih sayang sesama.

Para penggalang diarahkan untuk melihat suatu dunia yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya yaitu memasuki daerah padat penduduk dengan berbagai permasalahannya dimana rumah-rumah berimpitan dan menyisakan lorong-lorong sebagai sarana jalan mereka. 

Dengan bertualang didalamnya para penggalang dibuat merekam banyak hal yang pada intinya menyentuh kepedulian mereka terhadap keadaan masyarakat dan lingkungannya terutama masalah sampah.

Di akhir perjalanan mereka diminta untuk mencari binatang-binatang yang dilindungi dari kepunahan. Betul-betul petualangan yang mengesankan.

Lokasi yang dipilih adalah perkampungan antara Jl Cihampelas dan Taman Sari, Bandung Utara. Rute perjalanan digambarkan dalam potongan-potongan peta buta yang diawali dengan peta yang harus didapatkan setelah para penggalang login ke situs tunas kelapa (www.pramuka.forumotion.com).

Tentu saja semua itu menjadikan perjalanan sebagai suatu misteri yang mendebarkan. Perjalanan dari pos ke pos tidak luput dari tugas-tugas yang menantang seperti, mengolah sampah menjadi cindera mata, mewawancarai penduduk setempat, memecahkan sandi rahasia serta persoalan-persoalan lainnya.

Tidak sedikit juga mereka mengalami hal-hal yang lucu-lucu, seperti mewawancarai orang yang ternyata gila, salah pos , dll. Berangkat dari bumi perkemahan,di Jl. Sangkuriang 42, pukul 9:00, Penjelajahan akhirnya selesai pukul 15.00. Harusnya  ini merupakan penjelajahan yang melelahkan, berjalan kaki selama +/- 6 jam tidak mengurangi keceriaan  mereka bahkan mereka masih saja penuh canda tawa di akhir perjalanan.

Sungguh ini suatu petualangan tak terduga dan sangat berharga dimana banyak pelajaran mengenai kemanusiaan dan kecintaan terhadap lingkungan serta fauna Indonesia yang dapat diambil. Tidak hanya para penggalang yang memetik pelajaran dari kegiatan ini para pembina Pramuka Griya Depok Asri (PGDA) pun memetik hikmah dari penjelajahan ini.

Petualangan dapat dilakukan dimana saja dan tidak ada yang tidak bisa, semua bisa diolah menjadi hal yang bermanfaat. Sungguh kegiatan ini sangat menginspirasi dan untuk selanjutnya akan dijadikan role model bagi perkemahan2 kota di masa yang akan datang.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh tim yang terlibat, kak Rangga, kak Egi, kak Asep, kak Banung, kak Gunawan, kak Mita, kak Opie, kak Arum, atas karya yang indah ini.

Bukan hanya kisah petualangannya saja yang kami dapatkan tetapi juga kedekatan seperti saudara dengan kalian semua. Semoga apa yang telah diupayakan ini dapat terus berkembang menjadi amalan baik yang membawa generasi muda kepada kebangkitan umat Indonesia yang bertaqwa. Amin.


Blog Entry[jurnal penggalang] BerqurbanDec 20, '07 10:36 PM
for everyone

Kemarin adalah pertamakalinya adik-adik Penggalang PGDA terlibat dalam kegiatan di masjid, menjadi panitya qurban.

 

Ngga nyangka juga, adik-adik ini ternyata sangat dapat diandalkan.

 

Mereka membantu sejak dari pengelompokan daging qurban,  memasukkannya dalam kantong plastik sampai selesai membagikan nya.

 

Beberapa pengurus masjid mengatakan,” Alhamdulillah, ada anak-anak pramuka yang membantu. Kegiatan qurban tahun ini jadi lebih tertib pelaksanaannya dibanding tahun-tahun yang lalu.”

 

Selama beberapa tahun masjid Al Mukhlishun ini berdiri memang belum terbentuk remaja masjid nya. Agak sulit memang ‘menarik’ remaja-remaja ini untuk ‘masuk’ ke masjid karena komunitasnya belum terbentuk. Tapi kemarin itu, meski cuma 5 anak yang bisa datang membantu, terasa sekali suasana yang berbeda ketika ada remaja yang bergabung menjadi panitya qurban.

 

Insya Allah pengalaman kemarin bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang akan terbawa sampai mereka dewasa kelak ya. Amin.

 

Ada beberapa cerita dari Idul Adha kemarin.

 

Bagas ( 9 tahun ) salah satu pemimpin barung siaga, mengambil sendiri uang tabungannya sebesar Rp. 800.000 dari ATM. Waktu bundanya tanya untuk apa uangnya itu. Bagas bilang bahwa dia ingin berqurban tahun ini. Subhanallah..

Hari itu Bagas dengan sabar menunggui kambingnya yang menunggu giliran untuk disembelih. Tapi Bagas menunggu lama kok kambingnya ngga disembelih juga ?

Rupanya ternyata panitya mengira “Pak Bagas” nya belum datang untuk menyaksikan qurbannya disembelih…

 

Adik-adik Penggalang yang bertugas menerima kupon dan membagikan daging qurban melihat sendiri bagaimana ‘crowded’ nya para penerima qurban yang susah bener disuruh tertib mengantri. Sampai Insan berkomentar “ Katanya orang Islam, tapi kok ngga bisa ngantri !”

 

Alhamdulillah, kegiatan qurban kemarin berlangsung lancar dan tertib tidak ada kerusuhan.


Blog Entry[jurnal siaga] menjahit dan pasang kancingDec 5, '07 10:01 PM
for everyone
Siapa bilang ketrampilan menjahit hanya untuk perempuan saja ?

Dalam salah satu kegiatan mengasah ketrampilan anak-anak siaga, para bunda mencoba untuk mengajarkan mereka menjahit dan pasang kancing.

Tujuannya salah satunya adalah untuk melatih kemandirian mereka, di samping juga untuk melatih ketrampilan motorik nya.

Tadinya memang tidak terbayang apa bisa ya mereka diajari pegang jarum dan benang..

Tapi, ngga ada salahnya kalau dicoba kan ?

Dan ternyata, subhanallah, semua tekun belajar memasukkan benang ke jarum, menjahitkan 2 buah kancing pada kain, sampai akhirnya mereka bisa menjelujur pinggiran kain nya, padahal sebagian besar anggota siaga nya adalah cowok, dan umurnyapun ada yang baru 6 tahun..

Kalau ada yang bilang, "Bundaaa...susahhh, bunda...aku ngga bisa.."

Bunda selalu bilang,"Ayo..siaga itu pantang putus asa..coba lagi..kamu pasti bisa !"

Ini dia hasil pekerjaan Shafa ( 6 tahun ) yang sampai rumah membongkar dan merapikan lagi hasil jahitannya, dilanjut latihan memasang kancing yang kecil-kecil..

Keren tak ?


Blog EntryUpacara PelantikanDec 5, '07 9:28 PM
for everyone

Upacara pelantikan adalah salah satu alat pendidikan dalam kepramukaan.

Upacara pelantikan diadakan agar pramuka yang dilantik mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh pembinanya dalam upaya membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan YME, peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan serta peduli pada dirinya sendiri.


















Tania dan Ardhi sudah berhasil menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umumnya untuk tingkat Penggalang Ramu.

Jadi mereka dilantik dengan mengucapkan Janji Trisatya ;

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.

2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.

3. Menepati Dasadarma.




















Di golongan Siaga, Shidiq dan Ahdan juga sudah berhasil menyelesaikan syarat-syarat kecakapan umumnya untuk tingkat Siaga Mula.

Mereka juga dilantik dengan mengucapkan Janji Dwisatya :

Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

1. Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.

2. Setiap hari berbuat kebaikan.


Para orangtua anggota pramuka yang dilantik sengaja diundang tidak hanya untuk menyaksikan putra-putri nya dilantik, tapi turut menyematkan tanda pelantikan dan diharapkan para orangtua juga mengingatkan putra-putri nya akan janji yng diucapkan pada waktu upacara pelantikan.

Blog EntryDoa penggalang Aug 27, '07 9:15 PM
for everyone

Ya Allah..yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..
Sungguh besar nikmat dan rahmat yang Engkau limpahkan kepada kami...

Ya Allah..yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Sungguh kami tiada daya tanpa kehendakMu

Engkau jadikan kami dengan segala kemudahan yang Engkau berikan,

kasih sayang orangtua yang melindungi kami,

rasa ingin tahu agar kami berilmu,

Kau hidupkan jantungku memompakan darah ke seluruh tubuh sehingga kami tumbuh besar sempurna

Alangkah dzalimnya diri kami jika kami dustakan semua nikmat ini..

Alangkah congkaknya diri kami apabila menyia-nyiakan semua ini...

Sudah seharusnyalah kami - putra dan putri Indonesia - bersyukur..

Ya Allah, ijinkanlah kami mencintai tanah air ini sebagai rasa syukur kami

Cinta Tanah Air...INDONESIA...

*dibacakan oleh Rian ( 13 tahun ) dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-62


Blog EntryGerakan Pramuka Masih RelevanAug 14, '07 8:48 PM
for everyone

Cibubur - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai gerakan pramuka masih relevan diterapkan bagi pemuda dan pelajar Indonesia.

Lewat pramuka, berbagai macam kenakalan remaja, seperti penggunaan narkoba dapat dicegah.

Anggapan sebagian masyarakat bahwa pramuka tidak penting dan membuang-buang waktu, kata Presiden, saat memberi sambutan peringatan Hari Pramuka di lapangan Gajah Mada, Cibubur, kemarin,"Saya katakan itu tidak benar. Gerakan Pramuka tetap penting dan relevan, justru kita tingkatkan."

Gerakan pramuka penting karena tujuan serta sasarannya untuk membangun watak dan karakter pemuda yang kuat, cinta tanah air, bela negara, dan melatih ketrampilan fisik. Pramuka juga membentuk budi pekerti, kasih sayang, kerukunan dan kekompakan antar anggota pramuka.

Dalam kesempatan itu, presiden Yudhoyono mengutarakan keprihatinannya karena banyak remaja terlibat kejahatan narkoba, kekerasan, dan pergaulan bebas. Perilaku tersebut, kata Presiden, akan menghancurkan negara dan merusak karakter bangsa.

Presiden mengharapkan anggota pramuka dapat menjadi contoh bagi pemuda-pemuda lainnya.

Sumber : Koran Tempo, 15 Agustus 2007


Blog EntrySelamat Ulang Tahun Pramuka !Aug 14, '07 12:46 AM
for everyone

Selamat ulang tahun pramuka yang ke -46

Semoga pramuka Indonesia semakin maju dan berjaya.

Amin.


...lanjutan dari bagian 1...

akhirnya mobil kak widodo dan pak sigit sampai juga di lokasi, mungkin berbeda sampai 1 jam dengan yang lainnya.

jam sudah menunjukkan sekitar pk. 20.00 waktu anak-anak selesai makan semua dan dipanggil berkumpul untuk diberi pengarahan sama kak Udi, gimana cara turun bukitnya dan gimana pembagian tendanya.


jalanan menuruni bukit gelap dan licin karena habis hujan...

anak-anak siaga...duh, keliatannya kok masih 'imuut' semua...Shafa & Dira peserta termuda bahkan baru mau masuk SD ...sementara tiap anak rata2 bawa tas lebih dari 1...tas punggung, tas pinggang, dan sleeping bag...

kira-kira bisa ngga yaaaa ??

kak Udi pesan, siaga bawa barang sekuatnya, sisanya ditinggal aja ! biar nanti dibawain..jadilah anak-anak berangkat jalan turun ke camp area bareng semua, sementara barang-barang yang buanyak bangedddd itu diturunin sama bapak-bapak dan kakak2 penegak.

ternyata BISA !! Mereka sampai 4 kali bolak balik naik turun bukit untuk nurunin barang !! 
wah, saluuut deh sama kakak2 penegak dan para bapaks !!

Sampai di bawah, tenda2 mulai didirikan...untunglah anak-anak penggalang udah latian ngediriin tenda jadi bisa lebih cepet.

jam 9 malem, 9 tenda sudah berdiri..

anak-anak siaga putra ceria di dalam tendanya :
Shidiq, Ihsan, Ilham, Fadhil dan Dimas

Api Unggun

api unggun mulai dinyalain sama kak Udi, kak Widodo & kak Edie.
ayoooo, api unggun dimulaiiiii....sayang beberapa anak siaga putri sudah tidur di tenda...

"Mari berjalan-jalan...haiiii...lingkar-lingkaran...haiiii..." ayo cari sahabattt...lingkaran limaaa !!nah lho...ada yang ngga kebagian temen deh.... dan dihukum untuk menulis namanya pakai...pinggulllll....hihi...lutju deh jadinya gaya goyang pinggulnya...

Daffa lagi 'nulis' namanya pakai pinggul, ini huruf...AAAAA...

Acara api unggun diisi dengan acara yang udah disiapin setiap regu. Regu Kancil menyiapkan acara drama 'horor' Suster Ngesot, Regu Cobra acara spontan Sulap...Suliiiiipppp....dan Regu Garuda acara spontan nyanyi Disco Lazy Time...ditambah lagi nyanyi bareng lagu "Surgamu" nya Ungu....waaaah, hebat...kreatif-kreatif semua deh...

Karena waktu udah menunjukkan jam 10 malam, acara api unggun ditutup dan anak-anak disuruh tidur...

Sementara itu para pembina ( kak Udi, kak Lita, kak Widodo ), pak Tri, pak Sigit, kakak2 penegak ( kak Budi, kak Azis dan kak Faqih ) dibantu teman2 dari path finder ( kak Edie, kak Sandra, kak Hotma dan kak Ferry ) menyiapkan acara 'rahasia' jurid malam. Udah ngga rahasia lagi deng, karena anak-anak ternyata udah pada tau smua...hehe...

Tapi anak-anak penggalang ngga pada bisa tidur...semua duduk2 di deket api unggun, cerita-cerita dan makan pop mie....ini saat-saat paling asik nih kalo camping...

Tiba-tiba...

anak-anak penggalang cowok heboh..."Hiiiiii....itu kok pohon pisangnya goyang-goyang ???"

padahal di belakang pohon pisang itu ada pohong pisang lagi, tapi kok ngga goyang-goyang ? hiiiii....sereeeemmmmmm....

Jurid Malam

Nah, ini dia acara yg ditunggu-tunggu !! kedengerannya ini acara yang menegangkan, jalan-jalan malem-malem ngga tau bakal ketemu apa di tiap pos. Anak-anak udah berpikir kalau jurit malam itu = jurig ( hantu ) malam...hehehe...

jam 1 pagi, anak-anak dibangunin...."Bangun...banguunnn....!!!!"

sayang, beberapa anak siaga putra dan putri ngga berhasil dibangunin...ya sutralah...tapi sebagian besar anak bisa bangun dan antusias ngikutin acara jurid malam...

Ada 4 pos yang harus dilewati anak-anak...nyebrang sungai, jalan di pematang sawah dari pos ke pos di tengah malam buta ternyata menghasilkan cerita-cerita seru...

Bagas siaga teladan selalu siap membantu teman-temannya

cerita 1 :

Ada anak penggalang yg tanya sama kak Udi : "Kak, kalau nanti ketemu genderuwo gimana ?"
Kak Udi ( geli, tapi tetep nyantai ) : "Ya...liatin aja genderuwo nya...( *halah* genderuwo kayak apa juga ngga tau gimana bentuknya ya...)"
Penggalang : "Trus, kalo genderuwo nya nggangguin kita gimana, kak ?"
Kak Udi :"Yaaa...bilang aja sama genderuwonya..'hei, sesama makhluk Allah jangan saling mengganggu ya...'"....

cerita 2 :

Dimas & Fadhil emang anak-anak cerdas, bisa ngakalin kakak-kakak nya...
Karena jurid malam nya ngga pakai tanda jejak, mereka cuma dikasih tau aja...
"Abis dari sini, kalian terus ikuti jalan ini, lalu belok kanan ya..."
Dimas sempet jalan...trus dia teriak "Kaaaak, jalannya bener kesini ya, kak ?"
"Iyaa, benerrrr..." trussss...jalan dikit lagi, dia teriak lagi....
"Kaakkk....ini bener ya beloknya ke kanan ??"
Si kakak nyamperin Dimas untuk nunjukkin jalannya...
eh, si Dimas malah...kabuuurrrr....lah, yg penting kan udah ada si kakak yg nemenin dia jalan sampai di situ...hehehe...dasarrrr....

cerita 3 :

Ilham udah setengah ngantuk waktu sampai di Pos 3. Di sini dia dan barungnya dapat tugas untuk 'nyebrangin' kambing, serigala dan rumput, nah, tapiii...susahnya, perahunya cuma bisa muat 1 'benda' aja sekali jalan... 

Kak Edie : "Contoh....serigalanya disebrangin duluan...abis itu apa yang disebrangin ??"

Ilham : "SAPI !!"

Haa ? Sapii ? darimana sapinya muncul ya ?

***

Ada banyak lagi cerita dan kesan-kesan anak-anak waktu jurid malam ini. Jurid malam memang katanya jadi acara terseru nya anak-anak..mereka bangga pula waktu sendal-sendal nya pada ilang di sawah..( lah, sendal ilang kok ya malah bangga ya...haha...)

Bundanya Shafa malah ngga nyangka kalau Shafa bisa ikutan jurid malam... 
Shafa jadi peserta termuda yang ikut jurid malam...hebat deh...

Jam udah menunjukkan jam 3 pagi waktu acara jurid malam selesai...
semua kembali ke api unggun, makan jagung bakar yg udah disiapin sama mas Tikno, dan minum teh hangat yang disiapin bunda Ita & bunda Lilik...

Sekitar jam 4 pagi...ngga kerasa...camp tiba-tiba jadi sepiii....beberapa anak malah bergeletakan tidur di depan api unggun.

Icha dan Shafa tertidur nyenyak di depan api unggun

Tinggal Fidha dan Nadira yang bangun karena semalem udah tidur, ngga ikut api unggun dan jurid malam...

"Kok kita bangun, yang lain semua tidurr ???"

- bersambung -
siap-siap jalan ke air terjuuunnn....!!


 < Aduh, maaf...kak admin tidak sempat menulis lanjutan cerita ke air terjunnya
...>


Blog EntryCatatan camping ke Cidahu ( jaman sms ), bag 1Jul 4, '07 1:07 PM
for everyone

Horeeee...akhirnya, hari yang udah sebulan ditunggu-tunggu sampai juga...

Hari Sabtu, 30 Juni 2007
Sekitar pk.14.30

Lokasi di sekitar Cibinong, pasukan peserta camping berjumlah total 40 orang berangkat dengan 7 mobil pribadi yang di'awak'i kak Udi, kak Widodo, pak Tri, pak Cosmas, pak Ahmad, pak Sigit dan pak Indra.

Suasana perjalanan mirip banget seperti perjalanan waktu berangkat camping pertama. Hujan deressss banged bikin deg-degan dan mikir "gimanaa yaaa keadaan di tempat camping nanti ?"

Yaa...berdoa aja, semoga ngga ada halangan selama perjalanan dan selama camping.

Perjalanan awalnya cukup lancar dan kak Udi memutuskan untuk ngga usah berhenti shalat ashar di perjalanan. Jadi sms 1 dikirim ke 6 mobil lain "Tidak berhenti untuk shalat ashar, langsung menuju batu tapak. Sampai ketemu di sana"

Tapi ternyata....

Macet di tengah perjalanan, jadi sms 2 dikirim "Bersiap-siap berhenti untuk shalat ashar di masjid terdekat, mohon ikuti mobil pak Tri" 

Tapi....lah kok ternyata macetnya macet total.....  dikabarin sama pak Ahmad, bunda Ita dan bunda Lilik di depan katanya ternyata ada truk tabrakan dengan sedan dan terguling menutup setengah badan jalan, sementara waktu untuk shalat ashar sudah mendekati habis , dan perjalanan sudah meleset 2 jam dari jadwal...akhirnya dikirim lah sms 3 "Berhenti untuk shalat ashar masing-masing, dan lanjutkan perjalanan ke batu tapak"

Dan sms plan B dikirim ke bunda Ita "sampai di lokasi, makan langsung disiapkan di kantin saja" ( tadinya plan A makan disiapkan di lokasi perkemahan di bawah bukit ), dijawab oleh bunda Ita "apa boleh bawa makanan sendiri makan di kantin ? itu yang akan aku tanya"   Wah, bunda Ita emang musti diacungin jempol nih, karena menjunjung tinggi etika.

Sekitar pk. 18.30 ( delay 2 jam dari waktu yang diperkirakan )

Mobil bunda Ita dan bunda Lilik sudah sampai duluan di lokasi. Seperti rencana, bunda Ita minta ijin ke pemilik camp area untuk pinjem kantin untuk makan...dan ternyata dijawab "Monggo...monggo...silakan.." hehe, bu Herni dan pak Julius itu memang ramaah banged orangnya...

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di lokasi, perjalanan survey yang cuma menghabiskan waktu 2 jam, ternyata ditempuh dalam waktu 4 jam ! kayaknya lain kali kalau survey musti pakai jam yang sama kali yaaa, biar lebih akurat ngukur waktunya...

Ok....sebagian besar mobil sudah sampai, anak-anak juga sudah pada makan, teman-teman dari Pathfinder juga sudah sampai, tapi kita masih nunggu mobil pak Sigit dan kak Widodo yang belum nyampe.

Sementara nunggu, kak Udi menginstruksikan supaya barang-barang yang dibawa dikumpulkan di halaman.

- bersambung -
hari udah gelap, sementara lokasi perkemahan kita ada 30 m di bawah bukit, dan barang yang harus diturunin banyak banged...gimana nih ??


Blog EntryLomba MasakMay 30, '07 8:48 AM
for everyone

Suatu sore di hari Sabtu...

Seperti biasa para pembina : kak Udi dan kak Lita yang jadi pembina penggalang, bunda Lilik dan bunda Ita yang membina siaga, ngumpul-ngumpul untuk menyusun program bulanan.

Kami memang biasa menyusun program kegiatan latihan anak-anak dengan berbekal buku-buku permainan siaga, buku-buku teknik kepramukaan dan syarat kecakapan umum ( SKU ) siaga dan penggalang.

Dari bulan lalu, kak Udi sudah merencanakan camping liburan..( sebenernya anak-anak penggalang udah nagih dari kapan kapan tuh ). Jadi kepikiran bahwa kali ini anak-anak harus dipersiapkan fisik dan mentalnya untuk camping.

Keluarlah ide itu...
Gimana kalau kita bikin Lomba Masak ??? Tujuannya supaya anak-anak bisa masak sendiri nanti kalau camping.

Semua setuju, ditentukanlah tanggal 20 Mei 2007 acaranya lomba masak.
Tadinya anak-anak penggalang udah dibilangin untuk siap-siap lomba masak nasi tanpa rice cooker !  hehe...tapi kayaknya pembinanya musti latian dulu deh... 

Akhirnya dengan pertimbangan anak-anak (dianggap) masih beginner semua, ngga pada biasa masak. Lombanya dipermudah...

Anak-anak penggalang harus menyiapkan nasi goreng super enak, bersih dan menarik..
Anak-anak siaga harus menyiapkan mie rebus yang enak banget, bersih dan menarik juga..

Waaahhhh....ngga nyangka semua antusias untuk ikut lomba masak.
Sehari sebelumnya, Dimas (8) masih sibuk cari-cari kompor ke tetangga sebelah...

Sementara regu gabungan Kancil & Garuda sudah bagi tugas, cari resep lewat internet, sampai latihan bikin nasi goreng di rumah.

Kompor pramuka

Kak Udi dan kak Lita puter otak, gimana caranya supaya kompor bisa disiapin sama pembina. Dasar otak pramuka, ide muncul waktu di Carefour. Tadinya sih niat cari2 kompor gas 1 api, tapi lah kok harganya maharani. Jadi kak Udi beli 1 botol spiritus aja. Nanti rencananya bakal dituang di kobokan, dan dipasangin batu-batu di sekelilingnya untuk naruh wajan...

Sampai di rumah, ide di kepala dipraktekin..

Cetakan kue kecil2 dikasih kapas, lalu dituang spiritus secukupnya, trus dibakar...whoala...jadi kompor deh... tinggal dikasih batu-batu conblock di sekelilingnya...Jadi sabtu sore itu diuji coba bikin mie rebus dan nasi goreng..

Persiapan

Kriteria penilaian sudah disiapkan, bahan-bahan semua disiapkan pembina.
Nasi, mie, telur dan segala macem bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, garam, gula putih, gula merah, kecap, minyak goreng, mentega sampai ke daun bawang, daun slada, timun, tomat, kunyit, laos, daun salam, sereh dan daun jeruk juga.

Semua disediain pakai sistim 'warung'. Jadi anak-anak 'belanja' ke warung bahan-bahan kebutuhan mereka secukupnya..

"Sesuai kebutuhan ya, jangan sampai berlebih" kata bunda Lilik.

Suasana lombanya memang mengasyikan sekali...kebayang ngga sih anak-anak siaga yang baru kelas 1,2,3 SD udah bisa masak sendiri tanpa bantuan sama sekali. Shafa (6) bahkan sudah bisa bikin telur ceplok sendiri ! Kerennn... 

Adik-adik penggalang yang sebagian besar cowok itu mulai mengupas bawang, dan ngulek bumbu, regu yang lain karena kurang persiapan harus terbirit-birit pulang cari piring dan pisau dulu..hehe...tapi secara keseluruhan acaranya fun banget..

Juri nya ada 6 : kak Retno ketua mabigus, kak Lilik, kak Ita, kak Lita, dan kakak-kakak penegak kak Budi dan kak Faqih yg khusus dateng utk jadi juri..
Yang dinilai adalah kerjasama, kerapian, rasa dan cara menyajikan yang menarik.. 

Tapi lho kok...kak Retno senyum-senyum waktu liat ada ketumbar dan daun jeruk masuk juga..hehe...ini mau bikin nasi goreng apa soto ya kira2...atau mungkin nasi goreng rasa soto...yang jelas bunda Ita terpesona banget sama rasanya...
"Rasa baru yang berani" komentarnya...

Inilah hasil masakan siaga...mie rebus istimewa super enak !
Hmmmmm....yummmyyy...meskipun telur mata sapinya matanya berantakan, tapi hebat ya, aku beneran kagum lho sama anak-anak ini...


Buat kami, para juri, semua barung dan regu punya kelebihan masing2. Meskipun namanya lomba tetap harus ada yang menang dan ada yang kalah. Sebenarnya kalau ngeliat prosesnya sih semuanya juara, terbukti dari hasil penilaian yang cuma beda2 tipis.
Tapi yang jelas, tujuannya untuk melatih anak-anak untuk jadi mandiri tercapai...

...Serbuuuu....serunya menikmati hasil masakan sendiri...


Blog EntryTema BinatangMay 29, '07 9:11 AM
for everyone

Latihan hari Minggu kemaren buat Siaga bertema tentang binatang. Permainan utamanya adalah Keluarga Binatang.

Dari 11 peserta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Keluarga Sapi, Kambing dan Kucing. Pertama-tama matanya ditutup dan dipisahkan dari kelompoknya. Masing-masing anak harus mencari kelompoknya tetapi hanya boleh bersuara sesuai dengan binatang kelompoknya. Wah seruuu juga anak-anak mencari kelompoknya.

Disini anak-anak dilatih untuk mengandalkan indra pendengarannya. Juga mensyukuri nikmat mata yang telah diberikan oleh Allah.

Setelah semua bertemu kelompoknya, masing-masing kelompok harus mempresentasikan (hal-hal apa saja yang berhubungan dengan binatang nama kelompoknya). Dan ini hasilnya :

Keluarga Sapi (Dimas, Icha, Raehan, Agsa)
1. Sapi makanannya rumput
2. Menghasilkan susu dan daging
3. Hidup di darat
4. Bunyinya Moo
5. Bisa Membajak sawah
6. Susunya untuk diminum dan dagingnya dimakan
7. Kulitnya bisa buat bahan kerajinan
8. Mempunyai ekor dan tanduk yang pendek
9. Bisa sebagai hewan ternak
10. Sejenis hewan menyusui
11. Sejenis binatang vertebrata
12. Dia berkembang biak dengan cara melahirkan
13. Kakinya empat dan kuat
14. Sapi berlarinya agak lamban
15. Sapi bisa bernafas (hihihi jelas dong ya ? ;-)
16. Sapi mempunyai bulu ringan dan pendek
17. Tidak mempunyai cakar
18. Mempunyai ekor panjang (loh, di no 8 katanya pendek ya ?)
19. Pemakan tumbuhan/herbivora

Keluarga Kambing (Shafa, Ahdan, Vio, Raihan)
1. Hidupnya di darat
2. Makanannya rumput
3. Kegunaannya : bisa dimakan, sebagai hewan ternak, bulunya bisa dibikin kulit sofa, bisa menjadi hewan qurban
4. Ciri-cirinya : mempunya kaki, mempunya bulu yang lembut, mempunyai ekor, mempunyai kepala, mempunyai panca indra, berkembang biak dengan melahirkan, tidak punya cakar
5. Suaranya : Embek-embek

Keluarga Kucing (Bagas, Kikis, Fida)
1. Kegunaan kucing adalah hewan peliharaan yang lucu dan bagus untuk dipelihara
2. Makanan kucing adalah ikan, tikus, burung
3. Ciri-ciri kucing adalah mempunyai bulu yang tebal dan halus, mempunyai telinga yang panjang, mempunyai ekor yang lumayan panjang, giginya tajam, kakinya 4.
4. Kucing larinya cepat, matanya seperti harimau, kukunya tajam.

Selama presentasi, kelompok lain boleh bertanya atau menambahkan hal-hal tentang binatang yang sedang dipresentasikan. Wahhh Icha, yang emang anaknya cerewet plus cerdas, banyak mendominasi deh ;)

Setelah presentasi, ada juga permainan Tebak Binatang. Tiap anak dikasih kertas yang berisikan 1 jenis binatang. Kemudian harus menerangkan ke teman-temannya ciri-ciri binatang tsb, dan ditebak oleh yang lain. Wahhh seru juga deh permainan ini. Yang bertanya, belajar merangkai kata-kata pertanyaan, dan yang lain belajar menebak.

Dari sini sebetulnya kelihatan bahwa lebih susah merangkai pertanyaannya daripada menebak jawabannya.

Disini Raehan terlihat antusias menjawabnya, sebenernya gampang-gampang jawabannya, dan akhirnya yang sudah menjawab tidak boleh menjawab lagi, untuk memberi kesempatan temannya menjawabnya (Icha sempet memprotes tentang hal ini hehehe).

Waktu Shafa yang maju harus menerangkan, dia sempat terdiam beberapa saat. Ahhh jadi teringat bunda waktu kecil, seringkali tahu jawaban atau sudah tahu apa yang mau diomongkan, tapi entah malu atau kurang pede, akhirnya diam saja :P. Setelah bunda bimbing dikit, dikit akhirnya Shafa bilang begini "binatangnya bertelur ...". Ehh langsung dijawab sama Agsa .... "Ayam" dan betul hehehe ....

Kejadian lutju terjadi pada Vio, dia peserta terkecil seperti Shafa (masih di TK-B). Waktu harus maju memberi pertanyaan Vio diam saja. Bunda tanya ke Vio "Vio, tau bacanya ini binatang apa ?" sambil menunjuk kertas ditangannya. Vio mengangguk. Kemudian bunda mencoba bisik-bisik ke Vio untuk menuntunnya merangkai pertanyaan. Bunda baru berkata begini "Vio, binatangnya kupu-kupu ...". belum bunda lanjutin, Vio langsung ngomong " Binatangnya kupu-kupu" dengan kerasnya, hehehe langsung terjawab sendiri deh :D

tapi saluttt sama Vio, biarpun terkecil, keberaniannya sudah patut dihargai.

Di akhir latihan, bunda Ita menerangkan rangkuman dari semua permainan yang kami mainkan pagi itu, semoga anak-anak Siaga belajar banyak dari latihan ini ya.

Yang pasti, melihat keantusian mereka setiap minggu untuk datang latihan, duh betapa menyejukkan para bunda dan yanda pembinanya

ps : bunda Lita, kayaknya tiap latihan perlu dokumentasi deh hehehe, plus perlu dibikin blog sendiri kali ya ? ;)

* ditulis oleh bunda Lilik di blognya, sebelum blog ini dibuat ;)


Blog EntryPermainan siagaMay 29, '07 9:10 AM
for everyone

Alhamdulillah, akhirnya kami bertemu dengan teman-teman yang punya visi sama dalam pembinaan anak dan berkenan meluangkan waktunya terlibat dalam pembinaan pramuka…

Bunda Ita dan Bunda Lilik di mata saya memang adalah orang-orang hebat yang bisa dibilang ‘lahir’ dari pendidikan kepramukaan waktu kecilnya.

Menjadi Pembina pramuka buat saya memang sesuatu yang menyenangkan.
Setiap minggu bertemu dan bermain dengan anak-anak yang potensial.
Mereka cerdas, kritis, dan bersemangat..

Mereka kritis, coba simak cerita ini..
Di salah satu latihan, bunda Ita pertamakalinya datang sebagai Pembina.
Pakai seragam Pembina pramuka baru, tapi pakai celana panjang.
Baru datang, langsung ditanya sama Icha..

Icha : “Bunda kok pakai celana panjang ? aku aja harus pakai rok. Padahal aku kan ngga suka pakai rok”

Nah lho..

Bunda Ita dengan sabar menjawab:”Iya, bunda pakai celana panjang karena roknya ngga cukup, kekecilan”

Icha : “Berarti bunda gendut dong”

Hehe…pelajaran pertama…
Pembina adalah teladan untuk anak-anak.
Kita ngga mungkin menyuruh anak melakukan sesuatu yang kita sendiri ngga mampu melakukannya…

Gimana ngga asik jadi pembina, coba aja simak cerita ini…
Minggu yang lalu, anak-anak siaga belajar “Dwi Satya” dan “Dwi Dharma”
Aku dan teman2 pembina berdiskusi dengan anak-anak..

Dwi Satya : "Aku berjanji melaksanakan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan RI"

Bunda : “Apa sih maksudnya melaksanakan kewajiban thd Negara ?”
Siaga :” Ngga tauu..”

Haha…itu memang jawaban paling gampang…

Bunda : “Ok, bunda sekarang tanya…Kalian sehari-hari makan apa ?”
Siaga : “Makan nasiii…”
Bunda : “Nasi asalnya dari mana ?”
Siaga :”Dari beras…dari sawah”
Bunda :”Sawahnya ada dimana ?”
Siaga : “Ada di tanah..”
Bunda :”Ya, ada di tanah…tanah Indonesia…trus makan nasinya pakai apa lauknya ?”

Siaga : “ Pakai ayam goreng..”
Bunda : “Ayam nya sebelum dimasak makannya makan apa ?”
Siaga : “……makan apa sih ? ngga tauuu..” hehehe...
Bunda :”Makan jagung, makan beras” (bener kan ? hihi…ngga pernah liat ayam makan)
Bunda:”Jagungnya tumbuh di mana ?”
Siaga :” Di tanah…tanah Indonesiaaa !!”
Bunda :” Pinterrr semua…jadi karena kita hidup di Indonesia, kita makan dari tanah Indonesia, kita wajib mencintai negara kita, memelihara lingkungannya supaya tetap bersih dan indah…”

Minggu berikutnya…
Ada acara permainan lomba menggambar berantai..
Siaga diminta kak Budi menggambar sapi…
Tadinya pada ngga mau…”Ngga mauuuu…aku ngga bisa nggambar..”

Keluarlah jurus Dwi Darma :"Siaga itu berani dan tidak putus asa…"

Jadi ngga ada kata ngga bisa…:)

Ayo sebutkan dulu bagian2nya sapi...
“Ada kepala !”
“Badaaaan”
“Ekor”
“Kakiiii”
“Tanduukk” ( eh, memang sapi bertanduk ya ? )

Trus apa yang membedakan sapi dengan kerbau ?
“O iyaaa…kulitnyaaaa”

Jadilah hasilnya seperti ini..

Sapi berkepala manusia..wakakakaka….anak-anak cekikikan sendiri liat gambarnya..

Karena kedua barung sama2 semangat, kak Budi dan kak Yokki belum bisa memutuskan siapa pemenangnya. Perlombaannya dilanjutkan dengan menggambar mobil. Yang paling bagus yang menang..

Inilah hasilnya..
gambar bersama berikut presentasinya..

Mobil masa depan ini ada tombolnya yang ada tulisannya "bandung" jadi dalam waktu 5 detik bisa sampai di bandung. Keliatannya sih kecil, tapi muat 100 orang. Harganya 1 miliar..

Mobil masa depan yang ini tahan terhadap tsunami atau angin puting beliung. Bisa ngebut pakai mesin turbo. Bisa jalan di laut juga. Bisa terbang. Bisa jalan bolak-balik...

Bingung kan siapa pemenangnya ?
Dua-duanya sama-sama hebat !!


Blog EntryKode KehormatanMay 29, '07 9:09 AM
for everyone
Kode kehormatan adalah suatu norma/ukuran kesadaran mengenai akhlak ( budi pekerti ) yang tersimpan dalam hati orang sebagai akibat karena orang tsb tahu akan harga dirinya.

Kode kehormatan pramuka ialah suatu norma dalam kehidupan pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku pramuka di masyarakat.

Kode kehormatan pramuka merupakan janji dan ketentuan moral pramuka yaitu Satya Pramuka dan Darma Pramuka.

Kode kehormatan adalah identik dengan harga diri, kehormatan diri.

Pelanggaran Kode Kehormatan = jatuhnya harga/ kehormatan diri seorang pramuka.

Begitulah yang tertulis di buku bahan Kursus Mahir Dasar (KMD) untuk pelatihan Pembina pramuka.

Sebenarnya, latihan pramuka kami sudah berjalan dengan 10 siaga dan 11 penggalang. Barung dan Regu juga sudah terbentuk. Anak-anak juga semangat.

Sayangnya, pembina yang sudah kami minta bantuannya dalam proses pembentukan gugus depan ini ternyata tidak mampu menjaga kode kehormatan pramuka, di latihan pertama blio datang terlambat 1 jam, dan tanpa pemberitahuan blio tidak muncul di latihan kedua.
Sehingga kami terpaksa harus mencari Pembina lain yang 'lebih memenuhi syarat', maksutku punya idealisme yang sama..

Sampai sekarang masih kita coba cari terus solusinya, salah satunya adalah melalui milis pramuka.

Ketika saya menyampaikan kesulitan saya, alhamdulillah saya mendapat tanggapan dan masukan berharga untuk terbentuknya gudep territorial yang berbasis masyarakat ini dari rekan-rekan pramuka di berbagai daerah di tanah air…*terharudotcom*

Beberapa rekan pramuka menulis tentang kepramukaan dan pembina pramuka di emailnya spt ini..

"Jujur saja, saya sangat bangga dengan pendidikan kepramukaan yang saya peroleh sehingga membuat saya seperti sekarang, sikap, mental dan perilaku saya sangat dibentuk oleh hal itu ... saya ingat saat Siaga diajari oleh Bunda saya bermacam-macam hal, ketrampilan, pengetahuan dan permainan yang tidak diajarkan oleh orang tua saya sekali pun di rumah ... itu masih sangat berkesan sampai sekarang." (kak Ghulam-Semarang)

"Kak Lita, siapapun bisa menjadi seorang Pembina, tidak harus mempunyai latar belakang seorang guru atau mempunyai sertifikat KMD yang dikeluarkan Kwartir. Setiap orang dewasa yang mempunyai kemampuan dan kemauan bisa menjadi pembina dan pelatih pramuka. Prinsip dalam gerakan pramuka adalah suka dan rela, jadi tanpa paksaan dan ikhlas. Membina siaga dan / atau penggalang juga tidak harus materi tekpram saja tetapi lebih diutamakan adalah budi pekerti dan keterampilan yang mendukung minat dan bakat peserta didik. " (kak Rahmat-Surabaya)

"Menjadi Pembina sukarela memang pada dasarnya adalah panggilan jiwa." (kak Hendro)

Kualitas Pembina buat kami memang menjadi penting banget, krn kepada merekalah kami ingin menitipkan anak2 kami untuk dibina.

Seperti juga yang ditulis rekan-rekan pramuka di emailnya…
"Sebagai perintis tentunya ngga sedikit tantangan yang harus dihadapi"
"Maju terus!"
Menyebarkan semangat dan optimisme..

Ya, kami akui, memang ngga sedikit tantangan yg harus kami hadapi, diantaranya adalah kualitas pembina dan image masyarakat ttg pramuka..
Tapi insya allah, kegiatan pramuka kami akan tetap terus berjalan...
Dan berdasarkan masukan2 dari rekan2 pramuka, sementara ini kami sendiri yang turun langsung jadi pembina, membuat program, menghandle administrasi gudep..dll..

Sambil mencoba mencari tenaga bantuan untuk membina..
( berharap ada yg tergerak untuk bantu sesudah baca )

Hmmm…saya jadi inget komentar maknyak,"Pramuka masih ada kok, Lit"
Wah, bener, maknyak, dengan bentuk2 dukungan dari rekan2 pramuka yg seperti ini kami jadi merasa yakin pramuka memang masih 'eksis'